♥ AIR SUCI YG MENYEJUKAN HATI ♥ (Bag 21)
Tepat pukul 3 dini hari....
Tok... Tok... Tok...
"Nida,bangun Nak..."
Aku tersentak,terbangun dari lelapku,ternyata abi.
"Na'am,abi..."
"Shalatlah Nak,minta petunjuk kepada Allah.Mintalah untuk diberikan jalan keluar atas permasalahan yg sedang kau hadapi saat ini."
"Baiklah,abi."
Kubasuh sebagian anggota badanku.Ya Allah,tolong hilangkan dosa2 dan kekhilafan yg selama ini kuperbuat bersama dg tetesan air wudhu yg terus mengalir.Kuharap dosa2 ku berguguran bersama jatuhnya air wudhu dari wajahku.Ya Rabb,ini lisanku yg pasti kerap kali membicarakan aib orang lain.Ya Rabb,ini wajahku yg sering melihat hal2 yg sebenarnya tak halal untuk dilihat.Ya Rabb,ini tanganku yg pasti sering menyentuh hal2 yg sebenarnya belum halal untuk kusentuh.Ya Rabb,ini telingaku yg pastinya sering kali mendengarkan hal2 yg tidak manfaat bagi kehidupanku maupun bagi kehidupan orang lain.Ampuni aku atas kekhilafanku,ya Allah.
Selesai kurasakan nikmatnya berwudhu kucari lagi kenikmatan yg pastinya jauh lebih tinggi,kudirikan shalat istikharah dan shalat taubat kulakukan gerakan demi gerakan shalat dg sebaik mungkin.Aku membaca bacaan2 shalat dg menghayati dan memahaminya lalu kulanjutkan dg panjatan doa penuh harap kepada Allah.Sungguh indahnya malam ini,Ya Rabb wahai Dzat yg mampu membolak-balikkan hati jauhkanlah hamba dari cinta yg menimbulkan fitnah,hindarkanlah hamba dari cinta yg mengakibatkan futur,lindungilah hamba dari harapan yg mengantarkan hamba pada keterpurukan.Ya Rabbi,ya Rahman,ya Rahim,sesungguhnya kasih dan sayang hanya milik Mu,kasih dan sayang adalah anugerah dari Mu,maka dari itu tolong anugerahkan kepada hamba sebuah keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,sehingga hamba dapat merelakan bahwa Aziz bukanlah jodoh yg Engkau ciptakan untuk hamba dan tolong anugerahkan kepada hamba seorang jodoh yg akan menjaga hatiku hanya untuk Mu,yg dapat meluruskan agamaku hanya kepada Mu.Ya Rahman,hadirkanlah ia dan sempurnakanlah dirinya dihadapanku pada saat yg tepat dg cara yg indah.
Ya Allah ya Tuhanku,yg maha suci dan maha mulia atas kekuasaan ciptaan Mu,aku memohon dari Mu pilihan yg terbaik dg ilmu Mu dan kumohon dari Mu kemampuan dg kuasa Mu.Aku memohon karunia Mu yg agung karena Engkaulah yg maha kuasa sedangkan diriku tak miliki kuasa apa pun.Engkaulah yg maha mengetahui hingga yg tersembunyi dalam sekat hati sekalipun sedangkan hamba tak mengetahui apa pun.
Wahai Dzat yg maha tinggi,ya Ghaffar,ya Rabbal 'Alamin,ampuni hamba atas segala dosa2 yg telah hamba lakukan selama ini,yg lebih sering melupakan Mu dari pada mengingat Mu,yg lebih sering melalaikan ibadah kepada Mu ya Rabb,yg kadang ragu terhadap takdir yg telah Engkau tentukan.Sesungguhnya,hanya ampunan & keridhaan dari Mu yg hamba harapkan.Aamiin.
Tak lama setelah munajat panjang kupanjatkan kepada Sang Rabbul Jalil waktu subuh pun tiba,bersegera kutunaikan shalat subuh berjamaah dg abi.
***
Pagi harinya....
Seperti biasa,kusiapkan makan pagi untuk abi tentunya beserta susu dan seperti biasa pula pada pagi hari abi selalu duduk dimeja makan sambil membaca buku,meskipun sudah tua tapi abi tak pernah berhenti untuk berjuang dalam mencari ilmu,abi pernah berkata kepadaku janganlah berhenti dan beristirahat untuk mencari ilmu karena sesungguhnya peristirahatan seorang muslim adalah saat kedua kaki ini telah mencapai surga Allah yg penuh dg keindahan.
"Abi...,ini makan paginya."
Kulihat abi langsung menutup buku yg sedang dibacanya.
"Terima kasih putriku,duduklah." abi menatapku.
"Bagaimana kondisi hati dan keimananmu pagi ini,Nak? Apa sudah jauh lebih baik?"
"Alhamdulillah,hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dg hari sebelumnya,abi."
"Jadi,kau bersedia untuk menikah?"
"Abi...,Nida ingin sekali membuat abi bahagia,aku ingin selalu memberikan yg terbaik untuk abi.Hari ini,Nida baru saja mendapatkan ketenangan dan melupakan rasa perih saat kegagalan pernikahanku dg Aziz,tapi untuk mempersiapkan pernikahan selanjutnya,Nida perlu beberapa waktu lagi,aku belum bisa jika harus menikah dalam waktu dekat ini.Nida harap,abi bisa memahaminya."
"Baiklah,Nak... Abi mengerti,tapi pesan abi kau jangan terlalu lama berada dalam situasi seperti ini."
"Na'am Abi...,Nida mengerti."
"Hampir saja abi lupa,Nak... Insya Allah,2 hari lagi abi harus kembali ke Kufah,banyak hal penting yg abi tinggalkan selama abi berada di Belanda dan itu semua harus diselesaikan secepatnya."
" 2 hari lagi? Secepat itukah?"
"Iya,Nak,tapi setidaknya sebelum pergi,abi sudah lega saat melihatmu sudah seperti Nida yg dulu,yg periang dan selalu ikhlas menerima apa pun ketentuan yg telah Allah berikan."
"Baiklah...,jika ini berkaitan dg amanah yg harus abi tunaikan,Nida tak bisa lagi menghalangi kepergian Abi untuk kembali ke Kufah."
BERSAMBUNG.... ((Bag 22 of 36)








0 komentar:
Posting Komentar