♥ DIA HADIR KEMBALI ♥ (Bag 23)
Hari demi hari kulalui dg mempelajari ilmu2 psikologi.Semenjak
keguncangan jiwa yg kualami beberapa waktu yg lalu aku jadi sangat
bersemangat untuk mempelajari ilmu2 kejiwaan.Aku ingin mendalami segala
aspek yg berhubungan dg keberhasilan seseorang,kegagalan
seseorang,keterpurukan,harapan hidup,semangat,rasa pesimi
s,optimis serta cita2 dan mimpi yg dimiliki oleh seseorang.Ya...,aku
ingin menemukan sebuah penyelesaian dari permasalahan yg tentunya
dihadapi oleh seseorang.
Kriing.. Kriing...
Tiba2 hpku berdering ternyata Farid yg menghubungiku.Sudah lama sekali aku tak bertemu dg nya.
"Halo... Assalamu'alaikum Farid,kaifa haluk?"
"Wa'alaikum salam,Nida.Alhamdulillah ana bi khair.Bagaimana dg mu?"
"Alhamdulillah kabarku baik,lama sekali aku tak berjumpa dg mu."
"Dimana kau sekarang,Nida?"
"Aku masih di Amsterdam? Bukannya kau seharusnya sudah berangkat ke
Amerika? Aku baru saja kembali ke Amsterdam 3 hari yg lalu karena
urusanku baru selesai kutangani."
"Keberangkatanku ke Amerika ditunda karena ada satu dan lain hal.Sebelum yg lalu pihak universitas menghubungiku."
"Lalu,kapan kau berangkat ke Amerika?"
"5 bulan lagi,Insya Allah aku berangkat."
"Semoga cita2 mu dapat terwujud dg baik,aku yakin kau bisa,Nida."
"Aamiin... Lalu,bagaimana dg urusan yg kau kerjakan?"
"Alhamdulillah,semua urusanku berjalan dg baik.Baiklah,apabila kau
masih berada di Amsterdam insya Allah besok aku akan berkunjung ke
kediamanku.Kau masih tinggal dirumah dari pemerintahan itu kan?"
"Na'am,aku masih disini Farid,aku tunggu kedatanganmu."
"Insya Allah,Assalamu'alaikum,Nida."
"Wa'alaikum salam."
Aku bahagia,Farid dapat menemaniku lagi disini sama seperti saat pertama kali aku datang di Amsterdam dia yg selalu membantuku.
Tak terasa,waktu dzuhur telah tiba,aku bersiap untuk melaksanakan
shalat dzuhur.Seusai shalat,kuambhl Al Qur'an kecilku,tapi... Sebuah
buku berwarna hijau muda jatuh dari rak bukuku.Ya Rahman,ternyata ini
adalah buku harianku dulu saat aku masih di Kairo.Kubuka lembarannya
sedikit demi sedikit kubaca semua kisah hidup yg pernah kulalui
dahulu,kubaca... Ya Rahim,ini kisahku saat aku mencintai Muhammad
Muhsin.Astaghfirullah sudah berapa lama aku melupakannya,sebuah cinta yg
tak pernah kumulai dan tak pernah kuakhiri.Tak mengerti apa yg
sebenarnya terjadi,cinta yg entah dapat terwujud dalam suatu mahligai
bahagia pernikahan atau tidak karena tak sedetik pun aku pernah melihat
wajahnya.Dan... Azhar,seseorang yg pernah meminangku,menyatakan
ketulusan cinta sucimya untuk diriku dg berniat untuk merajut jalinan
cinta dalam indahnya pernikahan tapi jawaban hatiku tetap tak bisa
menerima dirinya sebagai nahkoda dalam rumah tanggaku bahkan dia
meninggal saat perjalanannya menuju Madinah untuk menemui Muhammad
Muhsin.Ya Rahman,sebenarnya sungguh indah skenario yg telah Engkau
tetapkan,astaghfirullah... Demi nama Mu yg kuasa membolak-balikkan
hati,entah Muhammad Muhsin atau bukan orangnya aku ikhlas dan ridha
akan setiap ketentuan takdir yg telah Engkau gariskan.Air mataku
jatuh,membasahi sajadah panjangku tempat kubersimpuh.
Astaghfirullah...,sakit sekali kepala ini.Ya Karim,rasa sakit ini
timbul kembali.Sungguh ya Rabb,sakit sekali.Rasa sakitku sepertinya
semakin berat setiap harinya sesegera mungkin aku mengambil obat sakit
kepala yg kusimpan dilaci mejaku lalu kuminum dan kurebahkan tubuhku
diranjang.Hingga saat ini,aku masih terus meyakinkan diriku bahwa ini
adalah sakit kepala biasa yg mungkin dialami oleh setiap orang.
Keesokan harinya...
Tok... Tok... Tok...
"Assalamu'alaikum..."
Siapa yg datang sepagi ini...
"Wa'alaikum salam...,Farid? Subhanallah...,lama tak jumpa,mari silahkan masuk."
"Terima kasih,Nida.Lama sekali kita tak bertemu."
"Oh iya... Sebentar,kubuatkan minuman terlebih dahulu."
Aku pergi ke dapur.Sungguh,memuliakan tamu adalah hal yg sangat dianjurkan oleh Rasulullah.
"Ini minumannya."
"Syukron,Nida... Aku turut bersedih,Nida."
"Maksudmu?"
"Aku mendengar kegagalan pernikahanmu dg Aziz,ayahku mendapat kabar
dari abimu dan ayahku memberitahukan hal ini kepadaku.Sungguh,aku sangat
terkejut mendengarnya tapi yakinlah kau akan mendapatkan pengganti yg
jauh lebih baik."
"Syukron Farid,tapi insya Allah aku sudah ikhlas menerima takdir yg
sudah Allah gariskan.Baiklah,tak baik terus berlarut dalam kesedihan
seperti ini.Lebih baik kita bicarakan hal lain."
"Baiklah,maafkan aku,Nida.Oh ya,apa kegiatanmu saat ini?"
"Saat ini,aku sedang mendalami ilmu psikologi,aku ingin lebih mengetahui aspek kejiwaan manusia."
"Subhanallah...,psikologi? Aku jadi teringat kemarin dalam
menyelesaikan urusan pekerjaan yg sedang aku hadapi aku meminta bantuan
kepada salah satu mahasiswi Utrech Univesity yg mengambil program
studi psikologi,dia sangat cerdas,cumlaude,pengalamannya juga sangat
banyak,namanya Anna Nur Sabilla,dia mahasiswi muslim asal
Indonesia.Kemarin,dia bercerita kepadaku bahwa dirinya ingin sekali
belajar menghafal Al Qur'an dan kau adalah seorang hafizhah jadi tak
menutup kemungkinan kau bisa bertukar ilmu dan pengalaman dg Anna,apa
kau bersedia jika aku memperkenalkanmu dg Anna?"
"Subhanallah... Sungguh aku sangat bahagia sekali
mendengarnya,sepertinya Anna bisa dijadikan sahabat yg baik.Tentu saja
aku sangat bahagia jika kau bersedia mempertemukan diriku dg
Anna,kapan?"
"Sebentar,aku hubungi Anna terlebih dahulu semoga saja Anna tidak sibuk."
Ya Allah...,terima kasih.Kau memberikan petunjuk dan bantuan
kepadaku,kau kirimkan bantu Mu lewat Farid,jadikan ini keberkahan Mu ya
rabb.
"Nida...,ada kabar gembira,Anna sedang tidak sibuk,jadi esok kita bisa bertemu dg Anna."
"Alhamdulillah,terima kasih,ya Allah.Terima kasih Farid,kau banyak membantuku lalu dimana kita bertemu dg Anna?"
"Sebaiknya kita bertemu dirumahmu saja,nanti aku langsung memberikan
alamatmu kepada Anna.Esok aku datang sedikit terlambat,harus
kuselesaikan beberapa urusanku."
"Baiklah...,aku akan menyiapkan semuanya.Sekali lagi kuucapkan terima kasih banyak,Farid."
"Sama2,kita bersaudara sudah kewajiban kita saling membantu dg sesama muslim,bukankah itu yg diajarkan oleh Rasulullah?"
"Benar,Farid."
"Baiklah Nida,aku harus pulang."
"Ya baiklah,hati2 dijalan aku tunggu kedatanganmu dan Anna besok disini."
"Insya Allah... Assalamu'alaikum,Nida."
"Wa'alaikum salam."
Setelah kuantar Farid menuju halaman rumah,Astaghfirullah...,sakit
sekali kepala ini.Inna lillahi,ya Rabb,ya Rahman,ya Rahim.Kupejamkan
mataku berusaha menahan rasa sakitku,kupegangi erat kepalaku kukira ini
dapat mengurangi rasa sakit dikepalaku tapi ternyata tidak rasa sakit
ini justru semakin bertambah parah.
BERSAMBUNG.... (Bag 24of 36)
Selasa, 08 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar