Account

gelembung

cursor

Selasa, 08 Oktober 2013

NOVEL SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI (Bag 23 of 36)

♥ DIA HADIR KEMBALI ♥ (Bag 23)

Hari demi hari kulalui dg mempelajari ilmu2 psikologi.Semenjak keguncangan jiwa yg kualami beberapa waktu yg lalu aku jadi sangat bersemangat untuk mempelajari ilmu2 kejiwaan.Aku ingin mendalami segala aspek yg berhubungan dg keberhasilan seseorang,kegagalan seseorang,keterpurukan,harapan hidup,semangat,rasa pesimi
s,optimis serta cita2 dan mimpi yg dimiliki oleh seseorang.Ya...,aku ingin menemukan sebuah penyelesaian dari permasalahan yg tentunya dihadapi oleh seseorang.

Kriing.. Kriing...

Tiba2 hpku berdering ternyata Farid yg menghubungiku.Sudah lama sekali aku tak bertemu dg nya.


"Halo... Assalamu'alaikum Farid,kaifa haluk?"

"Wa'alaikum salam,Nida.Alhamdulillah ana bi khair.Bagaimana dg mu?"

"Alhamdulillah kabarku baik,lama sekali aku tak berjumpa dg mu."

"Dimana kau sekarang,Nida?"

"Aku masih di Amsterdam? Bukannya kau seharusnya sudah berangkat ke Amerika? Aku baru saja kembali ke Amsterdam 3 hari yg lalu karena urusanku baru selesai kutangani."

"Keberangkatanku ke Amerika ditunda karena ada satu dan lain hal.Sebelum yg lalu pihak universitas menghubungiku."

"Lalu,kapan kau berangkat ke Amerika?"

"5 bulan lagi,Insya Allah aku berangkat."

"Semoga cita2 mu dapat terwujud dg baik,aku yakin kau bisa,Nida."

"Aamiin... Lalu,bagaimana dg urusan yg kau kerjakan?"

"Alhamdulillah,semua urusanku berjalan dg baik.Baiklah,apabila kau masih berada di Amsterdam insya Allah besok aku akan berkunjung ke kediamanku.Kau masih tinggal dirumah dari pemerintahan itu kan?"

"Na'am,aku masih disini Farid,aku tunggu kedatanganmu."

"Insya Allah,Assalamu'alaikum,Nida."

"Wa'alaikum salam."

Aku bahagia,Farid dapat menemaniku lagi disini sama seperti saat pertama kali aku datang di Amsterdam dia yg selalu membantuku.

Tak terasa,waktu dzuhur telah tiba,aku bersiap untuk melaksanakan shalat dzuhur.Seusai shalat,kuambhl Al Qur'an kecilku,tapi... Sebuah buku berwarna hijau muda jatuh dari rak bukuku.Ya Rahman,ternyata ini adalah buku harianku dulu saat aku masih di Kairo.Kubuka lembarannya sedikit demi sedikit kubaca semua kisah hidup yg pernah kulalui dahulu,kubaca... Ya Rahim,ini kisahku saat aku mencintai Muhammad Muhsin.Astaghfirullah sudah berapa lama aku melupakannya,sebuah cinta yg tak pernah kumulai dan tak pernah kuakhiri.Tak mengerti apa yg sebenarnya terjadi,cinta yg entah dapat terwujud dalam suatu mahligai bahagia pernikahan atau tidak karena tak sedetik pun aku pernah melihat wajahnya.Dan... Azhar,seseorang yg pernah meminangku,menyatakan ketulusan cinta sucimya untuk diriku dg berniat untuk merajut jalinan cinta dalam indahnya pernikahan tapi jawaban hatiku tetap tak bisa menerima dirinya sebagai nahkoda dalam rumah tanggaku bahkan dia meninggal saat perjalanannya menuju Madinah untuk menemui Muhammad Muhsin.Ya Rahman,sebenarnya sungguh indah skenario yg telah Engkau tetapkan,astaghfirullah... Demi nama Mu yg kuasa membolak-balikkan hati,entah Muhammad Muhsin atau bukan orangnya aku ikhlas dan ridha akan setiap ketentuan takdir yg telah Engkau gariskan.Air mataku jatuh,membasahi sajadah panjangku tempat kubersimpuh.

Astaghfirullah...,sakit sekali kepala ini.Ya Karim,rasa sakit ini timbul kembali.Sungguh ya Rabb,sakit sekali.Rasa sakitku sepertinya semakin berat setiap harinya sesegera mungkin aku mengambil obat sakit kepala yg kusimpan dilaci mejaku lalu kuminum dan kurebahkan tubuhku diranjang.Hingga saat ini,aku masih terus meyakinkan diriku bahwa ini adalah sakit kepala biasa yg mungkin dialami oleh setiap orang.


Keesokan harinya...
Tok... Tok... Tok...

"Assalamu'alaikum..."
Siapa yg datang sepagi ini...

"Wa'alaikum salam...,Farid? Subhanallah...,lama tak jumpa,mari silahkan masuk."

"Terima kasih,Nida.Lama sekali kita tak bertemu."

"Oh iya... Sebentar,kubuatkan minuman terlebih dahulu."

Aku pergi ke dapur.Sungguh,memuliakan tamu adalah hal yg sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

"Ini minumannya."

"Syukron,Nida... Aku turut bersedih,Nida."

"Maksudmu?"

"Aku mendengar kegagalan pernikahanmu dg Aziz,ayahku mendapat kabar dari abimu dan ayahku memberitahukan hal ini kepadaku.Sungguh,aku sangat terkejut mendengarnya tapi yakinlah kau akan mendapatkan pengganti yg jauh lebih baik."

"Syukron Farid,tapi insya Allah aku sudah ikhlas menerima takdir yg sudah Allah gariskan.Baiklah,tak baik terus berlarut dalam kesedihan seperti ini.Lebih baik kita bicarakan hal lain."

"Baiklah,maafkan aku,Nida.Oh ya,apa kegiatanmu saat ini?"

"Saat ini,aku sedang mendalami ilmu psikologi,aku ingin lebih mengetahui aspek kejiwaan manusia."

"Subhanallah...,psikologi? Aku jadi teringat kemarin dalam menyelesaikan urusan pekerjaan yg sedang aku hadapi aku meminta bantuan kepada salah satu mahasiswi Utrech Univesity yg mengambil program studi psikologi,dia sangat cerdas,cumlaude,pengalamannya juga sangat banyak,namanya Anna Nur Sabilla,dia mahasiswi muslim asal Indonesia.Kemarin,dia bercerita kepadaku bahwa dirinya ingin sekali belajar menghafal Al Qur'an dan kau adalah seorang hafizhah jadi tak menutup kemungkinan kau bisa bertukar ilmu dan pengalaman dg Anna,apa kau bersedia jika aku memperkenalkanmu dg Anna?"

"Subhanallah... Sungguh aku sangat bahagia sekali mendengarnya,sepertinya Anna bisa dijadikan sahabat yg baik.Tentu saja aku sangat bahagia jika kau bersedia mempertemukan diriku dg Anna,kapan?"

"Sebentar,aku hubungi Anna terlebih dahulu semoga saja Anna tidak sibuk."

Ya Allah...,terima kasih.Kau memberikan petunjuk dan bantuan kepadaku,kau kirimkan bantu Mu lewat Farid,jadikan ini keberkahan Mu ya rabb.

"Nida...,ada kabar gembira,Anna sedang tidak sibuk,jadi esok kita bisa bertemu dg Anna."

"Alhamdulillah,terima kasih,ya Allah.Terima kasih Farid,kau banyak membantuku lalu dimana kita bertemu dg Anna?"

"Sebaiknya kita bertemu dirumahmu saja,nanti aku langsung memberikan alamatmu kepada Anna.Esok aku datang sedikit terlambat,harus kuselesaikan beberapa urusanku."

"Baiklah...,aku akan menyiapkan semuanya.Sekali lagi kuucapkan terima kasih banyak,Farid."

"Sama2,kita bersaudara sudah kewajiban kita saling membantu dg sesama muslim,bukankah itu yg diajarkan oleh Rasulullah?"

"Benar,Farid."

"Baiklah Nida,aku harus pulang."

"Ya baiklah,hati2 dijalan aku tunggu kedatanganmu dan Anna besok disini."

"Insya Allah... Assalamu'alaikum,Nida."

"Wa'alaikum salam."

Setelah kuantar Farid menuju halaman rumah,Astaghfirullah...,sakit sekali kepala ini.Inna lillahi,ya Rabb,ya Rahman,ya Rahim.Kupejamkan mataku berusaha menahan rasa sakitku,kupegangi erat kepalaku kukira ini dapat mengurangi rasa sakit dikepalaku tapi ternyata tidak rasa sakit ini justru semakin bertambah parah.

BERSAMBUNG.... (Bag 24of 36)

0 komentar:

Posting Komentar