Account

gelembung

cursor

Senin, 07 Oktober 2013

NOVEL SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI (Bag 36 of 36)

Bagi yang belum baca Episode sebelumnya bisa klik Foto sebelumnya yaa.......

[♥] MUARA CINTA DI MASJID NABAWI [♥] Bag 36 Terakhir


Kumulai menjalani hari2 ku dg semangat baru,semangat untuk bangkit dan sembuh dari kanker otak yg selama ini bersarang ditubuhku.Ammah,abah,abi dan Maryam selalu menemaniku dan mendukungku.Ustadz Muhsin pun turut memberikan semangat untuk diriku,aku bahagia sekali menjalani hari2 ku dan aku pun yakin Muhammad selalu berdoa untuk kesembuhanku.Aku tak sabar menunggu hari pernikahanku.

Detik,menit,jam,hari serta bulan berlari menjauhi masa.Kini kondisi kesehatanku sudah jauh lebih baik dan hari pernikahanku dg Muhammad Musin semakin dekat.Tak terasa,aku telah menjalani terapi 6 bulan lamanya dan kini aku merasakan hasil yg baik dalam proses pengobatanku tersebut dan lusa adalah hari pernikahanku semua persiapan telah beres,undangan telah disebar,rangkaian bunga serta hiasan indah pun mulai terlihat diberbagai sudut pesantren.

Semua santri yg bertemu dg ku mengucapkan selamat dan meyakinkanku bahwa aku adalah wanita yg beruntung dapat menikah dg Muhammad Muhsin.

Mereka semua menceritakan kebaikan2 calon suamiku,aku semakin yakin bahwa sosok Muhammad Muhsin adalah sosok imam hidup yg sesuai dg harapanku.

***

Hari ini tepatnya 15 maret tahun 2010 aku melangsungkan pernikahanku dg Muhammad Muhsin.Seusai shalat subuh,kudengar seseorang mengetuk kamarku dirumah ammah Azhar.

Tok... Tok... Tok...

"Assalamu'alaikum,Nida..."

"Wa'alaikum salam..."

Ternyata itu adalah ammah Azhar,beliau menyerahkan gaun pengantin yg harus kupakai saat ijab qabul yg akan dilangsungkan beberapa jam lagi.Aku pun mengenakan gaun pengantin itu dg penuh semangat,gaun pengantin indah berwarna putih berhiaskan manik2 berwarna merah muda dilengkapi dg jilbab merah muda yg menjulur panjang didadaku dilengkapi dg sepatu yg berwarna merah muda pula semuanya terlihat serasi,untaian bunga melati pun menghiasi jilbabku.Subhanallah,aku berdiri didepan kaca ditemani ammah Azhar.

"Kau sungguh cantik,Nida.Ammah sangat bahagia sekali hari ini.''

"Aku pun bahagia sekali,Ammah.Tapi..."

"Tapi apa,Nak? Apakah ada yg mengganggu pikiranmu?"

"Aku merindukan Ummi,andai ummi masih ada pasti ummi akan sangat bahagia sekali karena putrinya akan melangsungkan pernikahan."

Ammah pun menatapku dalam2,berusaha menenangkan hatiku.

"Nida,ammah tahu ammah tak akan pernah bisa menggantikan posisi ummimu karena ammah pun sangat menyayangimu,Nida.Sekarang kau hapus air matamu kau akan segera melangsungkan ijab qabul,ammah tak ingin kau memancarkan kesedihan saat ijab qabul nanti."

"Terima kasih ammah,aku sangat menyayangi ammah."

Tak lama,abi pun memanggilku untuk segera bersiap-siap.Seluruh tamu undangan telah hadir termasuk sahabatku Najmi,dia hadir bersama suaminya bahkan Aziz pun hadir dalam acara ijab qabul walau tak didampingi oleh Aisyah karena Aisyah telah meninggal 5 bulan yg lalu.Seluruh ulama agung dari penjuru negeri hadir semoga keberkahan Mu hadir dalam pernikahanku ini,ya Rabb.Ijab qabul antara aku dan Muhammad Muhsin dilaksanakan di Masjid Nabawi dipusat kota Madinah.

Abi dan ammah Azhar mendampingiku saat prosesi ijab qabul berlangsung lalu mahar pun dibayar,surat ar Rahman dibacakannya dg sangat tartil dan penuh penghayatan,air mataku menetes tak hanya aku,setiap insan yg menghadiri pernikahanku itu air matanya jatuh bercucuran dan akhirnya setelah kata "sah" terucap dari para saksi aku pun melinangkan air mata kembali karena kini aku telah halal untuk seorang yg sangat aku cintai.Ya...,diriku kini halal untuk Muhammad Muhsin.

Lalu Ustadz Muhsin pun naik ke atas mimbar dan memberi khutbah nikah,sebagaimana yg dilakukan Rasulullah saat pernikahan Fatimai az Zahra dan Ali bin Abi Thalib.

"Assalamu'alaikum wa rah matullahi wa barakatuh."

"Semoga Allah menghimpun yg terserak dari keduanya.Memberkahi mereka dunia dan kiranya Allah meningkatnya kualitas keturunan mereka,menjadikannya pembuka pintu2 rahmat,sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat.

"Wasalammu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."

Lalu setelah selesai memberikan khutbah nikah,Ustadz Muhsin turun dari mimbar kemudian aku mendekat ke suamiku dan Muhammad pun mendekat ke arahku.Kucium tangannya,aku mencium tangan imam hidupku dg perasaan haru aku berkata pada Muhammad.

"Mari kita jalani hidup baru ini,semoga kita dapat saling menguatkan dalam keimanan dan ketakwaan dan saling melindungi dari perbuatan maksiat."

"Baiklah istriku,akan kugenggam erat tanganmu bersama kita arungi hidup ini untuk meraih cinta tertinggi dari Sang Rabbul Izzati." ucap suamiku padaku.

Lalu suamiku mencium kdningku,rasa haru ini tak bisa kubendung lagi air mataku tumpah,begitu pun dg air mata suamiku.Lalu aku mencium tangan abi dan ke 2 orang tua suamiku.Sungguh,aku merasakan kebahagiaan yg teramat sangat hari itu.Maha suci Engkau yg berkuasa atas segala sesuatu,ya Rabb.

Lalu aku dan suamiku memberikan sedikit wejangan untuk para undangan yg hadir khususnya bagi mereka yg belum melangsungkan pernikahan.Suamiku terlebih dahulu berdiri diatas mimbar dan memberikan wejangan untuk kaum pria.

"Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,"

"Bismillahirahmanir rahiim."

"Dengan menyebut nama Allah,penguasa alam raya beserta isinya.'

"Wahai sahabatku kaum pemuda yg kucintai atas nama Allah.Sungguh...,jagalah dirimu dari maksiat.Peliharalah pandanganmu dari suatu yg belum halal kau pandang,jagalah hatimu dari suatu noda beratasnamakan cinta,jagalah akalmu dari pikiran yg tak pantasnya dipikirkan,jagalah lisanmu dari menggunjing aib saudaramu,jagalah kakimu hingga tak pernah melangkah menuju tempat maksiat,jagalah telingamu hingga tak mendengar caci maki dan hinaan karena dg begitu hanya kebahagiaan abadilah yg kalian dapatkan.Kebahagiaan di dunia dg mendapatkan istri yg shalihah dan dimuliakan dimana pun tempatmu berpijak dan kehidupan di akherat dimana seluruh kenikmatan surga dapat kau rasakan.

"Semoga ini dapat memberikan manfaat dan sesungguhnya segala kebenaran hanya milik Allah.

"Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."

Subhanallah...,sungguh indah tutur kata suamiku.Setelah turun dari mimbar suamiku menghampiriku.Setelah sampai dihadapanku disentuhnya keningku dan dibelailah kepalaku dan berkata sesuatu padaku.

"Adinda...,sekarang giliranmu,rangkailah kata seindah mawar,sehalus salju dan seharum kasturi.Nyatakan katamu dg hati agar didengarkan dg hati pula."

Bergetar aku mendengar penuturan suamiku,Indah sekali pernikahan ini ya Rabb,rasa kasih sayang benar2 terpancar hari ini.Aku memcintai suamiku,ya Rabb.

"Baiklah sayang,akan kulakukan sebaik mungkin.Terima kasih,kata2 mu membuatku bergetar,menjadikan semakin semangat untuk memberikan yg terbaik."

"Baiklah...,semoga berhasil,aku bahagia memiliki istri sepertimu.Kau sungguh istri yg shalihah."

"Begitu juga dg ku,sungguh anugerah dari Allah dapat memiliki suami sepertimu,sayang.Hanya keindahanlah yg aku rasakan saat ini.Keindahan berbalut rasa syukur yg amat mendalam."

Terlalu terbawa suasana,hingga akhirnya aku pun terhanyut dalam tangis lalu aku merasakan kelembutan tangan mendarat pipiku itu tangan suamiku menyeka air mataku dan menatapku sungguh tajam sekali.

"Sudah sayang,jangan menangis cepatlah naik keatas mimbar semuanya telah menunggumu.Aku disini selalu mengiringi langkahmu."

"Baiklah..."

Aku berjalan keatas mimbar dg penuh keyakinan.

"Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."

"Bismillahirahmanirahim..."

"Maha suci Allah pemilik ribuan cinta dan harapan,Maha suci Allah pemilik jutaan kasih dan senyuman,Maha suci Allah pemilik miliaran rindu dan kenangan.Dialah pemilik segala dialam raya ini."

"Wahai sahabat yg kumuliakan atas nama Allah dan Rasulullah.Sebagai seorang wanita jagalah akhlakmu,jagalah kehormatanmu,jagalah tutur katamu,jagalah kelembutan hatimu,jangan biarkan seseorang yg belum halal bagimu menyentuh tanganmu,menodai hatimu dan mengganggu pikiranmu.Serahkan semuanya hanya pada Nya,berusahalah menjadi yg terbaik niscaya kau akan dapatkan yg terbaik untuk hidupmu dan untuk agamamu,sesungguhnya dunia adalah perhiasaan dan perhiasaan yg paling indah adalah wanita yg shalihah dan kebenaran hanyalah milik Allah."

"Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."

Akhirnya aku pun turun dari mimbar,acara ijab qabul pun sudah selesai dg ditutup sebuah doa.

Subhanallah...,kebahagiaanku semakin bertambah,saat tamu undangan menyampaikan rasa bahagianya atas pernikahanku dg Muhammad Muhsing.Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin,impianku terwujud karena dulu aku pernah bermimpi bahwa aku tak ingin melihat seorang pun bersedih atas pernikahanku dan kali ini kumelihat semuanya tersenyum tulus,indah dan ikhlas saat menghadiri pernikahanku.

**

2 bulan setelah pernikahanku.

Allah memberiku kesehatan yg sempurna,aku pun mengandung anak pertamaku dg Muhammad Muhsin dan tak lama setelah itu Maryam pun akan menikah.Maryam menikah dg Aziz,sungguh suatu kejadian hidup yg patut diambil hikmahnya,dan kami pun hidup bahagia diatas bumi Madinah dalam naungan Cinta Ilahi.

TAMAT.

3 komentar:

  1. Subhanallah..Alhamdulillah sudah selesai ceritanya sangat menginspirasi����

    BalasHapus
  2. Subhanallah, akhir cerita yang sangat mengharukan. Beruntung sekali, saya bisa membaca cerita ini, cerita yang disarankan oleh teman saya.

    BalasHapus
  3. alhamdulillah bertahun-tahun nyari buku ini karena dulu sempet hilang setelah pertama kali baca, hampir semua gramed di bandung dan cerbon engga ada yang punya stoknya. pas di cek di gramedia pake aplikasi juga ga ada. and finally nemuin di blog, so happy alhamdulillah bisa baca ulang dan masih terharu dengan alurnya .. berasa lagi flashback :) maakasih penulis baik, sehat selalu, karyanya the best banget, suka aku :)

    BalasHapus