Account

gelembung

cursor

Senin, 07 Oktober 2013

NOVEL SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI (Bag 25 of 36)

JIWAKU BERGETAR MENYAKSIKANNYA (Bag 25)

Kriiing... Kriiing...
Sepertinya handphoneku berdering ternyata Anna yg menghubungiku.

"Assalamu'alaikum,Nida."

"Wa'alaikum salam,Anna."

"Nida,aku sangat memerlukan bantuanmu,bolehkan aku meminta tolong kepadamu?"

''Minta tolong perihal apa? Sekiranya aku bisa membantumu,insya Allah aku akan membantu sesuai dg kemampuanku."

"Ibuku sakit,sepertinya besok aku harus ke Indonesia,aku harus melihat keadaan ibuku,aku tak tenang disini sedangkan besok aku harus mengisi training,apakah kau bisa menggantikanku? Aku sudah menghubungi pihak manajemen dan mengusulkanmu untuk menggantikan posisiku dalam beberapa waktu selama aku ke Indonesia kuceritakan semua pengalaman pendidikan dan kehidupanmu dan mereka menyetujuinya.Kau bisa membantuku,Nida?"

"Tapi...,ilmuku belum cukup,aku belum banyak menguasai ilmu tentang aspek kejiwaan manusia.Aku belum cukup menguasainya,aku takut menerima amanah jika aku tak ahli dibidangnya."

"Kumohon,Nida.Aku tak tahu harus kepada siapa lagi aku meminta bantuan.Training ini memang berhubungan dg aspek kejiwaan manusia tapi didalamnya juga mengangkat nilai2 spiritual,intelektual dan emosional,aku yakin kau sudah menguasainya."

"Tapi,Anna..."

"Aku mohon..."

"Baiklah,insya Allah aku akan berusaha semaksimal mungkin.Kapan waktunya,Anna?"

"Insya Allah besok pukul 07.00,nanti tempatnya akan kuberitahukan lagi.Terima kasih Nida,terima kasih sekali."

"Sama2,semoga ibumu lekas sembuh,semoga mendapatkan kesembuhan yg sempurna oleh Allah."

"Aamiin ya Rabb,terima kasih doanya.Secepatnya aku akan kembali lagi ke Amsterdam."

"Insya Allah,Anna."

"Baiklah,aku harus segera berkemas untuk keberangkatanku ke Indonesia besok pagi.Assalamu'alaikum,Nida."

"Wa'alaikum salam."

Ya Rabb...,amanah ini cukup besar,izinkan hamba dapat menunaikannya dg sebaik mungkin.


Keesokan harinya...
Alhamdu lillahil ladzii ahyana ba'damaa amaatana wa ilahin nusuur.

Tepat pukul 03.00 aku terjaga kembali,sesegera mungkin kubasuh wajahku dg air wudhu,kutunaikan shalat dan membaca kitab suci Al Qur'an dan muraja'ah hafalan Al Qur'anku lalu kubersihkan rumah,kurapikam kediamanku dan bunga2 kusirami setelah semuanya rapi aku segera bersiap-siap untuk berangkat.Ya Rabb,ridhai hariku ini,hingga aku dapat mempersembahkan yg terbaik untuk Mu,aamiin.

Aku berangkat dg menggunakan taksi,tak lama aku sudah sampai ditempat tujuan.Sesampainya disana aku langsung disambut baik oleh beberapa trainer disana.

"Assalamu'alaikum...,anda Shabrina Lailatun Nida?"

"Wa'alaikum salam.Betul sekali,saya Shabrina Lailatun Nida yg akan menggantikan Anna Nur sabila."

"Oh...,kedatanganmu sudah kami tunggu,perkenalkan saya Ahmed Faisal,saya adalah salah satu trainer asal Indonesia juga sama dg Anna kami satu negara.Training akan segera dimulai lebih baik kau bersiap-siap.


Dan kau adalah trainer yg mengisi acara yg kedua,insya allah jadwal materi dari trainer yg kedua adalah jam 08.45.Di dalam kau akan diarahkan lebih lanjut tentang cara penyampaian dan materi yg harus kau berikan kepada peserta training."

"Baiklah,terima kasih."

Sepertinya,semua trainer yg berada disini telah memiliki banyak pengalaman,aku harus banyak mengambil pelajaran disini.Didalam ruangan aku diberi beberapa pengarahan ternyata aku harus mengisi materi yg berkaitan dg spiritual.Alhamdulillah,setidaknya sedikit banyak aku menguasai materi itu mulai mencoba kususun dan kurancang alur kata demi kata yg harus kuucapkan pada seluruh peserta training.Aku mencoba menepis rasa ragu dan menggantinya dg sebuah keyakinan bahwa aku pasti bisa.Kupelajari poin2 materi yg seharusnya disampaikan,mulai kupikirkan pula berbagai analogi supaya penyampaian materi ini dapat dg mudah dipahami oleh semua peserta training.

"Nida...,kini waktunya kau yg mengisi materinya." ujar Ahmed.

"Sekarang?"

"Ya...,sekarang.10 menit lagi kau harus memasuki ruangan,ingatlah semua poin yg harus kau sampaikan,beri analogi yg mudah dipahami,bahasa yg harus kau gunakan jangan terlalu tinggi,khawatir para peserta tak mengerti karena sebagian besar peserta bukan orang2 yg ahli dibidang agama.Bahkan,salah satu dari mereka adalah seorang biarawati."

"Apa? Biarawati?"

"Ya... Biarawati.Training ini bukanlah training keagamaan tapi training tentang aspek kejiwaan manusia jadi tak ada larangan bagi biarawati untuk mengikuti training ini semoga saja Allah menurunkan hidayah kepadanya hingga dia bisa kembali kepada agama yg paling benar yg paling sempurna satu2 nya agama milik Allah."

"Aamiin,semoga beliau disiplin untuk mendapatkan hidayah dari Allah,"

"Baiklah,sepertinya sudah saatnya kau masuk ke dalam ruangan training,Ma'annajah Nida."

"Syukron..."

Bismillahi rahmaanirrahiim... Ya Allah,kumulai perkara ini dg basmalah.Ridhai dan permudah langkah hamba,ya Rabb.Subhanallah...,ternyata benar yg dikatakan Ahmed salah satu training adalah biarawati bahkan ia datang ke acara training ini dg pakaian khas ala biarawati lengkap dg salibnya.Selain itu,sedikit sekali peserta yg menggunakan jilbab,mungkin karena Belanda bukanlah negara mayoritas muslim.Ya Rabb...,semoga hidayah Mu turun kepada setiap peserta training yg sudah bertekad baik untuk menjemput hidayah Mu dg mengikuti acara ini.Mulai kuucapkan salam kepada semua peserta kutatap mereka dg wajah penuh keceriaan,memandang semuanya dg harapan dan mulai kulontarkan kata demi kata.

"Saudara2 yg kucintai.Ingatlah siapa pun diri kita sebanyak apa pun harta yg kini miliki,secerdas apa pun kita,setinggi apapun ilmu yg kita miliki,kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati jika kita tak pernah mengenal arti sebuah kehidupan."

Mulai kuberikan analogi2 dari semua penjabaran yg telah kusampaikan,kulihat semua peserta mendengarkan dg penuh seksama.Bahkan tetesan air mata sudah mulai berjatuhan hingga akhirnya tibalah waktuku untuk menyampaikan tentang keberadaan Tuhan yg menciptakan semesta alam,Tuhan yg telah menyusun skenario hidup dari jutaan bahkan milyaran manusia diseluruh penjuru dunia dan tiba2 kulihat salah seorang peserta berlari kearahku tak begitu jelas siapa orang tersebut karena ruangan training sangat gelap,sengaja lampu dipadamkan untuk memahami heningnya suasana training.Semakin dekat peserta itu berlari,aku baru menyadari bahwa yg berlari kearahku adalah seorang biarawati yg kuperhatikan sesaat sebelum training dimulai dan sekarang biarawati itu sudah sampai dihadapanku dan dia memeluk diriku.

"Alstublieft..." (tolong2)

"Wat scheel je? Zegt u het maar..."(ada apa? Katakanlah)

Kutatap wajahnya yg penuh dg keringat dingin,tamgannya gemetar,kata2 nya terucap terbata-bata,sebait demi sebait dia bercerita bahwa dia adalah salah seorang warga Indonesia yg tinggal dan menjadi biarawati di Belanda.Dia adalah keturunan Indonesia tepatnya di daerah Semarang,Jawa Tengah.

Dan akhirnya lampu pun dinyalakan kembali,training break untuk beberapa saat.Semuanya menyaksikan kejadian itu,aku mulai mengajaknya berbincang...

"Ada apa? Bantuan apa yg bisa kuberikan kepadamu?" tanyaku kepada biarawati tersebut.

"Bantu aku,aku baru sadar kalau sebenarnya kehidupanku hampa aku baru menyadarinya bahwa selama ini aku tak mendapatkan ketenangan dalam kehidupan ini.Bantu aku..."

Hingga saat ini,aku masih belum mengerti sebenarnya bantuan apa yg diinginkan sang biarawati tadi.Tiba2,dia melepas salib yg dipakainya dan meletakkannya diatas meja lalu dia berkata kepadaku,"Aku ingin menjadi seorang Muslim,bantu aku."

Subhanallah,seruan takbir dan dzikir bergema diruangan training hampir semuanya meneteskan air mata menyaksikan kejadian yg paling mengharukan itu.

"Subhanallah,Allah telah memberikan hidayah kepadamu."

Kemudian kuantar untuk berwudhu dan salah seorang peserta training memberikan mukenanya kepada biarawati yg hendak masuk islam tadi.Alhamdulillah,salah satu trainer adalah seorang Ustadz lulusan Fakultas Ushuluddin Al Azhar Kairo.Beliaulah yg menuntun sang biarawati tadi untuk membaca syahadat dan mulai detik ini dia telah menjadi seorang muslim.Subhanallah...,terima kasih ya Rabb,Kau telah menurunkan hidayah Mu kepada hamba2 Mu yg Engkau kehendaki.Sungguh,hari ini adalah hari yg sangat kukenang dalam hidupku semoga lebih banyak lagi insan didunia yg mulai menyadari bahwasanya Allah lah satu2 nya Tuhan yg patut untuk disembah dan islamlah satu2 nya agama yg paling sempurna.


Hari ini cukup melelahkan,hampir senja aku baru tiba dikediamanku.Sungguh begitu berharganya pengalaman hari ini.

Kriiing... Kriiing... Kriiing...

Hanphoneku berdering,kuharap abi yg menghubungiku.Aku ingin sekali menceritakan hal yg sangat membuatku bahagia ini kepada abi.Abi juga akan senang mendengarkannya.Tapi... Ternyata Anna yg menghubungiku.

"Assalamu'alaikum,Anna."

"Wa'alaikum salam,Nida..."


"Anna...,bagaimana keadaan ibumu? Sudah sembuh?"

"Alhamdulillah,keadaan ibuku sudah mulai membaik tapi hingga saat ini masih opname.Dokter berkata kepadaku,ibu masih membutuhkan perawatan yg lebih intensif lagi jadi masih harus opname dirumah sakit,aku mohon doanya untuk kesehatan ibuku."

"Insya Allah,doaku untuk ibumu akan selalu kuhaturkan."

"Terima kasih,Nida.Oh ya,bagaimana dg training tadi?"

"Alhamdulillah,berjalan lancar berkat Allah semuanya terasa mudah,Anna.Bahkan,saat penyampaian materi tadi ada seorang peserta training yg ternyata adalah seorang biarawati."

"Biarawati? Sungguh sangat jarang sekali aku mendapatkan kesempatan untuk memberi training kepada biarawati,kau sangat beruntung lalu bagaimana?"

"Alhamdulillah,saat aku menyampaikan materi tadi biarawati tersebut mendekat kearahku,dia memelukku dan berkata kepadaku bahwa dirinya sangat ingin menjadi seorang muslim."

"Subhanallah... Dia masuk islam?"

"Betul Anna,aku senang sekali.Sesungguhnya ini adalah hidayah Allah untuk dirinya."

"Selamat Nida,Allah telah memilihmu menjadi perantara hidayah untuk biarawati tersebut.Aku selalu yakin bahwa kau bisa,oleh karena itu aku memilihmu untuk menggantikanku mengisi training."

"Syukron,Anna... Jika kau tak memintaku untuk menggantikanmu,aku pasti tak akan mendapatkan pengalaman yg sangat berharga ini."

"Ini semua skenario Allah,Nida... Oh ya,sepertinya aku harus tinggal di Indonesia untuk beberapa saat,aku baru akan kembali ke Amsterdam saat ibuku sudah sehat tak tega aku meninggalkan ibuku dalam kondisi sakit seperti ini.Jika nanti ada training lagi,kau mau kan menggantikan posisiku lagi? Hal ini sudah kubicarakan dg pihak manajemen training."

"Insya Allah,Anna...,jika Allah mengizinkanku."

"Syukron katsiir,Nida.Baiklah,aku harus kembali menemani ibuku.Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumu salam."


Aku masih terus menyibukkan hari2 ku dg memperdalam ilmu psikologi dan kali ini aku mulai memperluas pengetahuanku.Aku mulai mempelajari aspek kejiwaan anak2.Kubeli buku2 yg berhubungan dg sikap anak2 dan bagaimana cara mendidiknya.Mendidik seorang anak ternyata bukan hal yg mudah,seperti dalam firman Allah,bahwasanya Allah telah menjadikan setiap bayi yg lahir dimuka bumi ini sebagai hamba Nya yg suci,orang tuanyalah yg menjadikan bayi tersebut Nasrani atau Majusi.Dan yg tak kalah penting adalah sebuah nama,nama adalah doa,doa untuk sang anak oleh karena itu Rasulullah menganjurkan kepada kita semua untuk memberikan nama yg terbaik untuk putra-putri kita.

Sungguh pembentukan karakter ternyata dibentuk oleh kedua orang tuanya.Aku jadi bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi,memperbaiki akhlakku,memperdalam ilmuku,hingga nanti saatnya aku memiliki seorang buah hati,aku akan menjadikannya seorang muslim yg taat hanya kepada Nya,menjadikan Rasulullah sebagai uswah dalam hidupnya dan Al Qur'an tempatnya mencari sebuah petunjuk.

Ya Rahman,terlalu jauh mungkin anganku,berangan-angan untuk memiliki seorang anak,jalan untuk mendapatkannya saja belum bisa kupenuhi hingga saat ini.


Astaghfirullah,lindungi hamba dari sifat berandai-andai yg terlalu berlebihan,ya Rabb.

Sebuah pesan singkat masuk dan setelah kubuka ternyata itu adalah pesan dari Ahmed,salah satu trainer asal Indonesia.Ternyata,dia dan tim manajemen training memintaku untuk kembali mengisi materi training dan kali ini adalah training for kids.Ya Rabb,alhamdulillah segera aku menyetujuinya dan beliau mengirimkan alamat lokasi trainingnya kepadaku ternyata tak jauh dari kediamanku.Subhanallah,sungguh mulia Dzat Mu ya Rabb,disaat aku mengatakan dan berharap akan sebuah kehidupan anak2.Sungguh,tiada Tuhan selain Engkau,ya Rabb.

Acara training dilaksanakan 2 hari yg akan datang.Aku sudah harus mempersiapkan materi yg akan kusampaikan.Sungguh tak pernah kusangka,waktu penantian keberangkatanku ke Amerika diisi dg hal semenarik ini.Alhamdu lillaahi rabbil'aalamiin.


2 hari kemudian....
Waktu untuk mengisi acara training for kids sudah tiba,Bismillahir rahmaanir rahiim.Karena lokasi training tak begitu jauh dari kediamanku,aku lebih memilih untuk berjalan kaki.Pukul 06.00 aku berangkat,aku tak ingin terlambat untuk acara sepenting ini.Aku ingin sesegera mungkin bertemu dg anak2 yg menggemaskan itu,mereka pasti sangat lucu sekali.Pukul 06.20 aku tiba dilokasi ternyata trainer yg lain juga sudah tiba dilokasi.Subhanallah,ternyata mereka semua adalah orang2 yg sangat disiplin.

"Assalamu'alaikum..." kuucapkan salam saat memasuki ruangan trainer.

"Wa'alaikum salam,silahkan masuk Nida,kami sudah menunggumu."

"Syukron..."

Pengarahan kembali dilaksanakan semua persiapan materi dicek kembali,masing2 trainer menyampaikan dan mempresentasikan inti dan materi yg akan disampaikan dan kali aku mendapatkan giliran pertama untuk menyampaikan materi.Seperti biasa acara training dimulai pukul 07.00 dan berakhir petang pukul 17.00 dan kali ini peserta training adalah anak2 semoga dg hati mereka yg bersih dan suci dapat dg mudah mereka menerima hidayah.


Training ini memang bergerak dibidang kejiawaan bukan dibidang spiritual tapi sebenarnya kita sungguh sangat berharap banyak bahwa setelah mengikuti training ini peserta dapat menyadari bahwa Allah lah satu2 nya Dzat yg patut untuk disembah.Manajamen training ini mulai berdiri sekitar 10 tahun yg lalu,didirikan oleh mahasiswa2 asal Indonesia yg menuntut ilmu di Belanda.Tapi saa ini trainernya bukan hanya mahasiswa Indonesia tapi juga mahasiswa dari negara2 lain,bahkan mahasiswa Kairo pun turut bergabung dalam menyerukan dakwah ini.Subhanallah,terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan untuk bertemu dg manusia2 yg hebat seperti ini.

Pengarahan berakhir 10 menit sebelum acara dimulai.

"Nida,apa kau sudah siap mengisi training hari ini?" Tanya Ahmed.

Dia memang baik,selalu menanyakan kabarku dan kesiapanku sebelum aku memasuki dan memulai training.

"Bismillaah... Insya Allah,saya sudah siap."

"Alhamdulillah kalau begitu,tolong berikan yg terbaik aku dan seluruh staf manajemen training ini sangat mempercayaimu.Oh ya...,sebagian besar anak2 peserta training adalah keturunan Indonesi Belanda jadi kau bisa menggunakan bahasa Indonesia."

"Terima kasih informasinya,insya Allah saya akan berusaha memberikan yg terbaik."

"Sepertinya sudah saatnya training dimulai,Ma'annajah Nida."

"Syukron... Permisi,aku harus masuk ruangan."

Seperti biasa...,kusapa semua peserta mungilku dalam training ini.

"Assalamu'alaikum adik2,bagaimana kabar kalian hari ini?"

Mereka sungguh bersemangat sekali hari ini,semangat anak2 yg sungguh begitu menggebu-gebu.Subhanallah.


Training ini memang bergerak dibidang kejiawaan bukan dibidang spiritual tapi sebenarnya kita sungguh sangat berharap banyak bahwa setelah mengikuti training ini peserta dapat menyadari bahwa Allah lah satu2 nya Dzat yg patut untuk disembah.Manajamen training ini mulai berdiri sekitar 10 tahun yg lalu,didirikan oleh mahasiswa2 asal Indonesia yg menuntut ilmu di Belanda.Tapi saa ini trainernya bukan hanya mahasiswa Indonesia tapi juga mahasiswa dari negara2 lain,bahkan mahasiswa Kairo pun turut bergabung dalam menyerukan dakwah ini.Subhanallah,terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan untuk bertemu dg manusia2 yg hebat seperti ini.

Pengarahan berakhir 10 menit sebelum acara dimulai.

"Nida,apa kau sudah siap mengisi training hari ini?" Tanya Ahmed.

Dia memang baik,selalu menanyakan kabarku dan kesiapanku sebelum aku memasuki dan memulai training.

"Bismillaah... Insya Allah,saya sudah siap."

"Alhamdulillah kalau begitu,tolong berikan yg terbaik aku dan seluruh staf manajemen training ini sangat mempercayaimu.Oh ya...,sebagian besar anak2 peserta training adalah keturunan Indonesi Belanda jadi kau bisa menggunakan bahasa Indonesia."

"Terima kasih informasinya,insya Allah saya akan berusaha memberikan yg terbaik."

"Sepertinya sudah saatnya training dimulai,Ma'annajah Nida."

"Syukron... Permisi,aku harus masuk ruangan."

Seperti biasa...,kusapa semua peserta mungilku dalam training ini.

"Assalamu'alaikum adik2,bagaimana kabar kalian hari ini?"

Mereka sungguh bersemangat sekali hari ini,semangat anak2 yg sungguh begitu menggebu-gebu.Subhanallah.


Kumulai training hari ini dg sebuah cerita yg semoga dapat membuat mereka semua menjadi penuh semangat.

"Adik-adik...,kakak punya cerita,siapa diantara kalian yg ingin mendengarkan cerita Kakak?"

Subhanallah...,mereka semua mengacungkan jari mereka sambil berteriak bahwa mereka sangat ingin mendengarkan ceritaku dg penuh semangat.Mereka sangat antusias sekali.

"Baiklah kalau begitu,kakak akan membacakan cerita ini untuk kalian semuanya tapi semuanya harus berjanji untuk mendengarkan cerita kakak dg sebaik mungkin,setuju?"

"Setuju...!"

Gemuruh suara2 mungil itu menggema kembali.

"Baiklah,kakak mulai ceritanya disuatu kerajaan katak hiduplah puluhan ribu katak suatu hari sang raja katak mengumumkan kepada rakyatnya bahwasanya akan diadakan lomba.Lombanya adalah memanjat menara yg sangat tinggi,tinggi sekali."

"Setinggi apa,kak?'' salah satu dari mereka berkomentar.

"Sangat tinggi sayang,menurutmu benda apa yg paling tinggi?"

"Pohon dihalaman rumahku tinggi sekali,kak..." mereka menanggapi pertanyaanku.

"Kak,kantor ayahku juga sangat tinggi sekali." anak yg lain pun ikut menjawabnya.

"Nah...,menara itu lebih tinggi dari pohon yg pernah kalian lihat dan lebih tinggi pula dari kantor tempat ayah kalian bekerja.Lalu,sang raja katak pun berjanji bagi yg memenangkan perlombaan itu,akan mendapatkan hadiah darinya.Hadiahnya adalah 1 kotak peti yg berisikan emas dan permata.Akhirnya banyak sekali rakyat yg mendaftarkan dirinya untuk mengikuti perlombaan tersebut.Mereka semua bersemangat untuk mendapatkan hadiah emas dan permata itu.Hingga akhirnya hari perlombaan pun telah tiba menara itu pun mulai ditunjukan oleh sang raja dan semua peserta mulai terkejut melihat tingginya menara itu bahkan ada beberapa peserta yg mengundurkan diri."

"Mengundurkan diri,kak? Padahal perlombaan belum dimulai," ujar salah satu anak.


"Iya sayang,semangat katak itu mulai luntur saat melihat tingginya tiang itu.Lalu lomba pun dimulai,banyak sekali katak yg gagal dan berjatuhan bahkan ada yg sudah tidak mau melanjutkan perlombaan itu kembali bahkan semua penonton pun berkata 'tidak ada yg dapat memenangkan perlombaan ini,mustahil seekor katak bisa mencapai puncak menara setinggi itu.' ternyata benar lama kelamaan peserta lomba semakin berguguran hingga akhirnya hanya ada seekor katak yg masih bertahan dia terus berusaha melompat,melompat lagi berusaha melombat lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.Semua penonton pun menertawakannya,semuanya berpikiran bahwa katak itu gila karena telah berusaha mencapai hal yg tak mungkin tercapai tapi ternyata katak itu tak mempedulikan ucapan para penonton."

"Hebat sekali katak itu kak,pasti sangat sulit melompat setinggi itu..."

"Betul sayang,itu memang tantangan yg sangat sulit apalagi para penonton hanya menyerukan kegagalan tapi ternyata makin lama katak tersebut melompat makin tinggi hingga akhirnya dia bisa mencapai puncak menara.Semua penonton pun mulai bersorak-sorak bergembira dan sangat kagum atas keberhasilan katak tadi.


Kemudian,sang raja pun memberikan hadiahnya kepada sang katak tersebut dan sang raja bertanya,'apa yg memacu semangatmu hingga kau bisa berhasil mencapai puncak menara? Tapi aneh,sang katak tak menjawab sedikit pun tentang pertanyaan sang raja bahkan sang raja sampai mengulang-ulang pertanyaannya hingga 3 kali tapi katak tersebut tak menjawabnya juga.Dan ternyata setelah diselidiki katak pemenang itu tuli,dia tak bisa mendengar."

Kudengar suara anak2 begitu gaduh,sepertinya mereka sangat mendengarkan ceritaku hal ini dibuktikan dg begitu terkejutnya mereka semua saat mengetahui bahwa katak pemenang itu ternyata tuli.

"Tenang...,anak2.Kakak akan melanjutkan ceritanya.Katak pemenang itu memang tuli jadi dia tak mendengarkan kata2 penonton yg beranggapan bahwa tak ada salah seekor katak pun yg bisa mencapai puncaknya itu sebabnya semangat yg dimiliki oleh katak pemenang tadi tak luntur saat penonton berkata seperti itu dan hikmah dari cerita ini adalah jika kita bermimpi untuk mencapai sesuatu kita tak boleh mendengarkan kata2 orang lain disekitar kita yg mengatakan bahwa kita pasti akan gagal bahwa kita tak mungkin berhasil karena kata2 mereka semua hanya akan membuat semangat kita menjadi luntur jadi mulai saat ini kalian semua harus berjanji kepada Kakak,bahwa kalian semua harus selalu semangat menjalani hidup ini.Semua bersedia?"

"Kami Bersedia,Kak."

Dengan begitu kompaknya,mereka berjanji akan terus bersemangat.Alhamdulillah,aku senang sekali dapat menumbuhkan semangat para calon penerus pemimpin umat itu.Setelah semangat mereka hadir,barulah aku menjelaskan dan memperkenalkan Allah dan Rasulullah kepada mereka semua.

***


Alhamdulillah,acara training hari ini berjalan dg baik semoga Allah dan Rasulullah telah tertanam dalam hati2 suci itu,Insya Allah.Aku berjalan menyusuri jalan2 indah di Belanda menuju kediamanku ternyata siluen senja sudah hadir menyapaku dan mengiringi langkahku menyusuri jalan2 ini tapi sepertinya ada yg memanggilku.

"Kakak..."

Kutolehkan pandanganku ke belakang,seorang anak perempuan memakai baju berwarna merah muda dg motif bunga2 yg sangat indah memanggilku,mungkinkah anak itu adalah peserta training tadi.Kuhentikan langkahku,dan menunggu anak tersebut menghampiriku tak berapa lama dia sudah sampai dihadapanku.

"Ada apa,sayang? Siapa namamu?" tanyaku kepada anak tersebut.

"Neynha,namaku Neynha,Kak."

"Neynha sayang...,ada apa? Mengapa kau berlari memanggil kakak?"

"Kakak,aku suka cerita kakak."

"Jadi,kau mengikuti acara training tadi?"

"Iya kak,aku suka sekali mendengarnya.Kak,aku mau memberitahu kakak bahwa sekarang aku memiliki idola baru,aku sudah tak mengidolakan lagi boneka2 barbie yg ayah berikan untukku."

"Betulkah? Bukannya boneka2 itu sangat lucu,mengapa kau tak menyukainya lagi?"

"Karena aku sudah menemukan idola yg baru,Kak."

"Siapa itu,sayang? Pasti dia sangat hebat."

"Tentu,dia hebat sekali,sangat hebat.Dia sangat berani,Kak."

Aku mulai berpikir tokoh kartun mana yg membuat anak kecil ini begitu kagum akan kekuatannya.

"Mengapa kakak melamun? Kakak tak tahu siapa idolaku?"

Lamunanku buyar mendengar kata2 Neynha tadi. "Tidak,memangnya siapa idolamu,sayang?"

"Aku suka Rasulullah Muhammad,Kak."

Subhanallah...,tak kuat aku menahan rasa haru itu.Ya Karim,kuasa Mu sungguh agung.Allahumma shali'ala sayyina muhammad,manusia agung sepanjang masa,manusia yg berbudi sangat luhur dan detik itu juga terbayang semua perjalanan hidup Rasulullah Muhammad.Air mataku menetes dan... Neynha,putri kecil itu membantuku menyibak air mataku yg terlanjur jatuh kepipiku.

"Kakak...,mengapa kakak menangis?"

"Tidak sayang,kakak bahagia sekali mendengar kata2 mu tadi."


"Jadi,kakak juga mengidolakannya?"

"Tentu saja,sayang."

Senyum riang tersungging dari bibir manisnya,seakan dia bahagia sekali.

"Kalau begitu,kakak mau tidak menemaniku untuk bertemu dg Rasulullah Muhammad?"

"Tentu saja sayang,setiap manusia yg hidup didunia ini pasti ingin sekali bertemu dg Beliau.''

Semakin tak kuat aku menahan jatuhnya air mataku kepipiku.Subhanallah.

"Oh iya kak,ada yg ingin aku ceritakan lagi kepada kakak."

"Apa itu,sayang? Ceritakan kepadaku."


"Kakak,aku rindu Allah,kak.Aku ingin ke surga,aku ingin bertemu dg Allah."

Subhanallah...,hati kecilnya begitu tulus tampak dari matanya yg begitu tulus,dia benar2 ingin bertemu dg Allah.Ya Rabbi,kabulkan doa malaikat kecil ini,izinkan dirinya bertemu dg Mu.Aamiin.

"Benarkah?"

"Ya kak,secepatnya aku harus ke surga untuk bertemu dg Allah."

Kemudian,seorang wanita memanggilnya tampaknya wanita itu adalah ibu Neynha.

"Baiklah kak,mamaku sudah memanggilku,aku harus pergi.Jika aku sudah bertemu dg Allah,aku akan sangat bahagia sekali kak,sampai jumpa."

Kemudian sosok kecil itu pun berlalu menjauhiku,sambil melambaikan tangan mungilnya kepadaku.Hingga sepanjang perjalanan,sosok Neynha terus membayangi dalam pikiranku.Siapa sebenarnya putri kecil itu,sungguh mulia sekali hatinya,aku yakin saat besar nanti,dia akan tumbuh menjadi wanita yg shalihah,aamiin.Setibanya dirumah aku merasakan kepalaku mulai sakit kembali,sakit sekali hingga kuambil air wudhu lalu kuminum obat sakit kepala seperti biasanya lalu terlelap aku dalam alunan dzikir dalam lisanku.

Bersambung.... (Bag 26 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar