JIWAKU BERGETAR MENYAKSIKANNYA (Bag 25)
Kriiing... Kriiing...
Sepertinya handphoneku berdering ternyata Anna yg menghubungiku.
"Assalamu'alaikum,Nida."
"Wa'alaikum salam,Anna."
"Nida,aku sangat memerlukan bantuanmu,bolehkan aku meminta tolong kepadamu?"
''Minta tolong perihal apa? Sekiranya aku bisa membantumu,insya Allah aku akan membantu sesuai dg kemampuanku."
"Ibuku sakit,sepertinya besok aku harus ke Indonesia,aku harus
melihat keadaan ibuku,aku tak tenang disini sedangkan besok aku harus
mengisi training,apakah kau bisa menggantikanku? Aku sudah menghubungi
pihak manajemen dan mengusulkanmu untuk menggantikan posisiku dalam
beberapa waktu selama aku ke Indonesia kuceritakan semua pengalaman
pendidikan dan kehidupanmu dan mereka menyetujuinya.Kau bisa
membantuku,Nida?"
"Tapi...,ilmuku belum cukup,aku belum banyak menguasai ilmu tentang
aspek kejiwaan manusia.Aku belum cukup menguasainya,aku takut menerima
amanah jika aku tak ahli dibidangnya."
"Kumohon,Nida.Aku tak tahu harus kepada siapa lagi aku meminta
bantuan.Training ini memang berhubungan dg aspek kejiwaan manusia tapi
didalamnya juga mengangkat nilai2 spiritual,intelektual dan
emosional,aku yakin kau sudah menguasainya."
"Tapi,Anna..."
"Aku mohon..."
"Baiklah,insya Allah aku akan berusaha semaksimal mungkin.Kapan waktunya,Anna?"
"Insya Allah besok pukul 07.00,nanti tempatnya akan kuberitahukan lagi.Terima kasih Nida,terima kasih sekali."
"Sama2,semoga ibumu lekas sembuh,semoga mendapatkan kesembuhan yg sempurna oleh Allah."
"Aamiin ya Rabb,terima kasih doanya.Secepatnya aku akan kembali lagi ke Amsterdam."
"Insya Allah,Anna."
"Baiklah,aku harus segera berkemas untuk keberangkatanku ke Indonesia besok pagi.Assalamu'alaikum,Nida."
"Wa'alaikum salam."
Ya Rabb...,amanah ini cukup besar,izinkan hamba dapat menunaikannya dg sebaik mungkin.
Keesokan harinya...
Alhamdu lillahil ladzii ahyana ba'damaa amaatana wa ilahin nusuur.
Tepat pukul 03.00 aku terjaga kembali,sesegera mungkin kubasuh
wajahku dg air wudhu,kutunaikan shalat dan membaca kitab suci Al Qur'an
dan muraja'ah hafalan Al Qur'anku lalu kubersihkan rumah,kurapikam
kediamanku dan bunga2 kusirami setelah semuanya rapi aku segera
bersiap-siap untuk berangkat.Ya Rabb,ridhai hariku ini,hingga aku dapat
mempersembahkan yg terbaik untuk Mu,aamiin.
Aku berangkat dg menggunakan taksi,tak lama aku sudah sampai
ditempat tujuan.Sesampainya disana aku langsung disambut baik oleh
beberapa trainer disana.
"Assalamu'alaikum...,anda Shabrina Lailatun Nida?"
"Wa'alaikum salam.Betul sekali,saya Shabrina Lailatun Nida yg akan menggantikan Anna Nur sabila."
"Oh...,kedatanganmu sudah kami tunggu,perkenalkan saya Ahmed
Faisal,saya adalah salah satu trainer asal Indonesia juga sama dg Anna
kami satu negara.Training akan segera dimulai lebih baik kau
bersiap-siap.
Dan kau adalah trainer yg mengisi acara yg kedua,insya allah jadwal
materi dari trainer yg kedua adalah jam 08.45.Di dalam kau akan
diarahkan lebih lanjut tentang cara penyampaian dan materi yg harus kau
berikan kepada peserta training."
"Baiklah,terima kasih."
Sepertinya,semua trainer yg berada disini telah memiliki banyak
pengalaman,aku harus banyak mengambil pelajaran disini.Didalam ruangan
aku diberi beberapa pengarahan ternyata aku harus mengisi materi yg
berkaitan dg spiritual.Alhamdulillah,setidaknya sedikit banyak aku
menguasai materi itu mulai mencoba kususun dan kurancang alur kata demi
kata yg harus kuucapkan pada seluruh peserta training.Aku mencoba
menepis rasa ragu dan menggantinya dg sebuah keyakinan bahwa aku pasti
bisa.Kupelajari poin2 materi yg seharusnya disampaikan,mulai kupikirkan
pula berbagai analogi supaya penyampaian materi ini dapat dg mudah
dipahami oleh semua peserta training.
"Nida...,kini waktunya kau yg mengisi materinya." ujar Ahmed.
"Sekarang?"
"Ya...,sekarang.10 menit lagi kau harus memasuki ruangan,ingatlah
semua poin yg harus kau sampaikan,beri analogi yg mudah dipahami,bahasa
yg harus kau gunakan jangan terlalu tinggi,khawatir para peserta tak
mengerti karena sebagian besar peserta bukan orang2 yg ahli dibidang
agama.Bahkan,salah satu dari mereka adalah seorang biarawati."
"Apa? Biarawati?"
"Ya... Biarawati.Training ini bukanlah training keagamaan tapi
training tentang aspek kejiwaan manusia jadi tak ada larangan bagi
biarawati untuk mengikuti training ini semoga saja Allah menurunkan
hidayah kepadanya hingga dia bisa kembali kepada agama yg paling benar
yg paling sempurna satu2 nya agama milik Allah."
"Aamiin,semoga beliau disiplin untuk mendapatkan hidayah dari Allah,"
"Baiklah,sepertinya sudah saatnya kau masuk ke dalam ruangan training,Ma'annajah Nida."
"Syukron..."
Bismillahi rahmaanirrahiim... Ya Allah,kumulai perkara ini dg
basmalah.Ridhai dan permudah langkah hamba,ya
Rabb.Subhanallah...,ternyata benar yg dikatakan Ahmed salah satu
training adalah biarawati bahkan ia datang ke acara training ini dg
pakaian khas ala biarawati lengkap dg salibnya.Selain itu,sedikit
sekali peserta yg menggunakan jilbab,mungkin karena Belanda bukanlah
negara mayoritas muslim.Ya Rabb...,semoga hidayah Mu turun kepada
setiap peserta training yg sudah bertekad baik untuk menjemput hidayah
Mu dg mengikuti acara ini.Mulai kuucapkan salam kepada semua peserta
kutatap mereka dg wajah penuh keceriaan,memandang semuanya dg harapan
dan mulai kulontarkan kata demi kata.
"Saudara2 yg kucintai.Ingatlah siapa pun diri kita sebanyak apa pun
harta yg kini miliki,secerdas apa pun kita,setinggi apapun ilmu yg kita
miliki,kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati jika kita tak
pernah mengenal arti sebuah kehidupan."
Mulai kuberikan analogi2 dari semua penjabaran yg telah
kusampaikan,kulihat semua peserta mendengarkan dg penuh seksama.Bahkan
tetesan air mata sudah mulai berjatuhan hingga akhirnya tibalah waktuku
untuk menyampaikan tentang keberadaan Tuhan yg menciptakan semesta
alam,Tuhan yg telah menyusun skenario hidup dari jutaan bahkan milyaran
manusia diseluruh penjuru dunia dan tiba2 kulihat salah seorang
peserta berlari kearahku tak begitu jelas siapa orang tersebut karena
ruangan training sangat gelap,sengaja lampu dipadamkan untuk memahami
heningnya suasana training.Semakin dekat peserta itu berlari,aku baru
menyadari bahwa yg berlari kearahku adalah seorang biarawati yg
kuperhatikan sesaat sebelum training dimulai dan sekarang biarawati itu
sudah sampai dihadapanku dan dia memeluk diriku.
"Alstublieft..." (tolong2)
"Wat scheel je? Zegt u het maar..."(ada apa? Katakanlah)
Kutatap wajahnya yg penuh dg keringat dingin,tamgannya gemetar,kata2
nya terucap terbata-bata,sebait demi sebait dia bercerita bahwa dia
adalah salah seorang warga Indonesia yg tinggal dan menjadi biarawati di
Belanda.Dia adalah keturunan Indonesia tepatnya di daerah
Semarang,Jawa Tengah.
Dan akhirnya lampu pun dinyalakan kembali,training break untuk
beberapa saat.Semuanya menyaksikan kejadian itu,aku mulai mengajaknya
berbincang...
"Ada apa? Bantuan apa yg bisa kuberikan kepadamu?" tanyaku kepada biarawati tersebut.
"Bantu aku,aku baru sadar kalau sebenarnya kehidupanku hampa aku baru
menyadarinya bahwa selama ini aku tak mendapatkan ketenangan dalam
kehidupan ini.Bantu aku..."
Hingga saat ini,aku masih belum mengerti sebenarnya bantuan apa yg
diinginkan sang biarawati tadi.Tiba2,dia melepas salib yg dipakainya
dan meletakkannya diatas meja lalu dia berkata kepadaku,"Aku ingin
menjadi seorang Muslim,bantu aku."
Subhanallah,seruan takbir dan dzikir bergema diruangan training
hampir semuanya meneteskan air mata menyaksikan kejadian yg paling
mengharukan itu.
"Subhanallah,Allah telah memberikan hidayah kepadamu."
Kemudian kuantar untuk berwudhu dan salah seorang peserta training
memberikan mukenanya kepada biarawati yg hendak masuk islam
tadi.Alhamdulillah,salah satu trainer adalah seorang Ustadz lulusan
Fakultas Ushuluddin Al Azhar Kairo.Beliaulah yg menuntun sang biarawati
tadi untuk membaca syahadat dan mulai detik ini dia telah menjadi
seorang muslim.Subhanallah...,terima kasih ya Rabb,Kau telah menurunkan
hidayah Mu kepada hamba2 Mu yg Engkau kehendaki.Sungguh,hari ini
adalah hari yg sangat kukenang dalam hidupku semoga lebih banyak lagi
insan didunia yg mulai menyadari bahwasanya Allah lah satu2 nya Tuhan
yg patut untuk disembah dan islamlah satu2 nya agama yg paling
sempurna.
Hari ini cukup melelahkan,hampir senja aku baru tiba dikediamanku.Sungguh begitu berharganya pengalaman hari ini.
Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Hanphoneku berdering,kuharap abi yg menghubungiku.Aku ingin sekali
menceritakan hal yg sangat membuatku bahagia ini kepada abi.Abi juga
akan senang mendengarkannya.Tapi... Ternyata Anna yg menghubungiku.
"Assalamu'alaikum,Anna."
"Wa'alaikum salam,Nida..."
"Anna...,bagaimana keadaan ibumu? Sudah sembuh?"
"Alhamdulillah,keadaan ibuku sudah mulai membaik tapi hingga saat ini
masih opname.Dokter berkata kepadaku,ibu masih membutuhkan perawatan
yg lebih intensif lagi jadi masih harus opname dirumah sakit,aku mohon
doanya untuk kesehatan ibuku."
"Insya Allah,doaku untuk ibumu akan selalu kuhaturkan."
"Terima kasih,Nida.Oh ya,bagaimana dg training tadi?"
"Alhamdulillah,berjalan lancar berkat Allah semuanya terasa
mudah,Anna.Bahkan,saat penyampaian materi tadi ada seorang peserta
training yg ternyata adalah seorang biarawati."
"Biarawati? Sungguh sangat jarang sekali aku mendapatkan kesempatan
untuk memberi training kepada biarawati,kau sangat beruntung lalu
bagaimana?"
"Alhamdulillah,saat aku menyampaikan materi tadi biarawati tersebut
mendekat kearahku,dia memelukku dan berkata kepadaku bahwa dirinya
sangat ingin menjadi seorang muslim."
"Subhanallah... Dia masuk islam?"
"Betul Anna,aku senang sekali.Sesungguhnya ini adalah hidayah Allah untuk dirinya."
"Selamat Nida,Allah telah memilihmu menjadi perantara hidayah untuk
biarawati tersebut.Aku selalu yakin bahwa kau bisa,oleh karena itu aku
memilihmu untuk menggantikanku mengisi training."
"Syukron,Anna... Jika kau tak memintaku untuk menggantikanmu,aku pasti tak akan mendapatkan pengalaman yg sangat berharga ini."
"Ini semua skenario Allah,Nida... Oh ya,sepertinya aku harus tinggal
di Indonesia untuk beberapa saat,aku baru akan kembali ke Amsterdam
saat ibuku sudah sehat tak tega aku meninggalkan ibuku dalam kondisi
sakit seperti ini.Jika nanti ada training lagi,kau mau kan menggantikan
posisiku lagi? Hal ini sudah kubicarakan dg pihak manajemen training."
"Insya Allah,Anna...,jika Allah mengizinkanku."
"Syukron katsiir,Nida.Baiklah,aku harus kembali menemani ibuku.Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumu salam."
Aku masih terus menyibukkan hari2 ku dg memperdalam ilmu psikologi
dan kali ini aku mulai memperluas pengetahuanku.Aku mulai mempelajari
aspek kejiwaan anak2.Kubeli buku2 yg berhubungan dg sikap anak2 dan
bagaimana cara mendidiknya.Mendidik seorang anak ternyata bukan hal yg
mudah,seperti dalam firman Allah,bahwasanya Allah telah menjadikan
setiap bayi yg lahir dimuka bumi ini sebagai hamba Nya yg suci,orang
tuanyalah yg menjadikan bayi tersebut Nasrani atau Majusi.Dan yg tak
kalah penting adalah sebuah nama,nama adalah doa,doa untuk sang anak
oleh karena itu Rasulullah menganjurkan kepada kita semua untuk
memberikan nama yg terbaik untuk putra-putri kita.
Sungguh pembentukan karakter ternyata dibentuk oleh kedua orang
tuanya.Aku jadi bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi,memperbaiki
akhlakku,memperdalam ilmuku,hingga nanti saatnya aku memiliki seorang
buah hati,aku akan menjadikannya seorang muslim yg taat hanya kepada
Nya,menjadikan Rasulullah sebagai uswah dalam hidupnya dan Al Qur'an
tempatnya mencari sebuah petunjuk.
Ya Rahman,terlalu jauh mungkin anganku,berangan-angan untuk memiliki
seorang anak,jalan untuk mendapatkannya saja belum bisa kupenuhi
hingga saat ini.
Astaghfirullah,lindungi hamba dari sifat berandai-andai yg terlalu berlebihan,ya Rabb.
Sebuah pesan singkat masuk dan setelah kubuka ternyata itu adalah
pesan dari Ahmed,salah satu trainer asal Indonesia.Ternyata,dia dan tim
manajemen training memintaku untuk kembali mengisi materi training dan
kali ini adalah training for kids.Ya Rabb,alhamdulillah segera aku
menyetujuinya dan beliau mengirimkan alamat lokasi trainingnya kepadaku
ternyata tak jauh dari kediamanku.Subhanallah,sungguh mulia Dzat Mu ya
Rabb,disaat aku mengatakan dan berharap akan sebuah kehidupan
anak2.Sungguh,tiada Tuhan selain Engkau,ya Rabb.
Acara training dilaksanakan 2 hari yg akan datang.Aku sudah harus
mempersiapkan materi yg akan kusampaikan.Sungguh tak pernah
kusangka,waktu penantian keberangkatanku ke Amerika diisi dg hal
semenarik ini.Alhamdu lillaahi rabbil'aalamiin.
2 hari kemudian....
Waktu untuk mengisi acara training for kids sudah tiba,Bismillahir
rahmaanir rahiim.Karena lokasi training tak begitu jauh dari
kediamanku,aku lebih memilih untuk berjalan kaki.Pukul 06.00 aku
berangkat,aku tak ingin terlambat untuk acara sepenting ini.Aku ingin
sesegera mungkin bertemu dg anak2 yg menggemaskan itu,mereka pasti
sangat lucu sekali.Pukul 06.20 aku tiba dilokasi ternyata trainer yg
lain juga sudah tiba dilokasi.Subhanallah,ternyata mereka semua adalah
orang2 yg sangat disiplin.
"Assalamu'alaikum..." kuucapkan salam saat memasuki ruangan trainer.
"Wa'alaikum salam,silahkan masuk Nida,kami sudah menunggumu."
"Syukron..."
Pengarahan kembali dilaksanakan semua persiapan materi dicek
kembali,masing2 trainer menyampaikan dan mempresentasikan inti dan
materi yg akan disampaikan dan kali aku mendapatkan giliran pertama
untuk menyampaikan materi.Seperti biasa acara training dimulai pukul
07.00 dan berakhir petang pukul 17.00 dan kali ini peserta training
adalah anak2 semoga dg hati mereka yg bersih dan suci dapat dg mudah
mereka menerima hidayah.
Training ini memang bergerak dibidang kejiawaan bukan dibidang
spiritual tapi sebenarnya kita sungguh sangat berharap banyak bahwa
setelah mengikuti training ini peserta dapat menyadari bahwa Allah lah
satu2 nya Dzat yg patut untuk disembah.Manajamen training ini mulai
berdiri sekitar 10 tahun yg lalu,didirikan oleh mahasiswa2 asal
Indonesia yg menuntut ilmu di Belanda.Tapi saa ini trainernya bukan
hanya mahasiswa Indonesia tapi juga mahasiswa dari negara2 lain,bahkan
mahasiswa Kairo pun turut bergabung dalam menyerukan dakwah
ini.Subhanallah,terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan untuk
bertemu dg manusia2 yg hebat seperti ini.
Pengarahan berakhir 10 menit sebelum acara dimulai.
"Nida,apa kau sudah siap mengisi training hari ini?" Tanya Ahmed.
Dia memang baik,selalu menanyakan kabarku dan kesiapanku sebelum aku memasuki dan memulai training.
"Bismillaah... Insya Allah,saya sudah siap."
"Alhamdulillah kalau begitu,tolong berikan yg terbaik aku dan seluruh
staf manajemen training ini sangat mempercayaimu.Oh ya...,sebagian
besar anak2 peserta training adalah keturunan Indonesi Belanda jadi kau
bisa menggunakan bahasa Indonesia."
"Terima kasih informasinya,insya Allah saya akan berusaha memberikan yg terbaik."
"Sepertinya sudah saatnya training dimulai,Ma'annajah Nida."
"Syukron... Permisi,aku harus masuk ruangan."
Seperti biasa...,kusapa semua peserta mungilku dalam training ini.
"Assalamu'alaikum adik2,bagaimana kabar kalian hari ini?"
Mereka sungguh bersemangat sekali hari ini,semangat anak2 yg sungguh begitu menggebu-gebu.Subhanallah.
Training ini memang bergerak dibidang kejiawaan bukan dibidang
spiritual tapi sebenarnya kita sungguh sangat berharap banyak bahwa
setelah mengikuti training ini peserta dapat menyadari bahwa Allah lah
satu2 nya Dzat yg patut untuk disembah.Manajamen training ini mulai
berdiri sekitar 10 tahun yg lalu,didirikan oleh mahasiswa2 asal
Indonesia yg menuntut ilmu di Belanda.Tapi saa ini trainernya bukan
hanya mahasiswa Indonesia tapi juga mahasiswa dari negara2 lain,bahkan
mahasiswa Kairo pun turut bergabung dalam menyerukan dakwah
ini.Subhanallah,terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan untuk
bertemu dg manusia2 yg hebat seperti ini.
Pengarahan berakhir 10 menit sebelum acara dimulai.
"Nida,apa kau sudah siap mengisi training hari ini?" Tanya Ahmed.
Dia memang baik,selalu menanyakan kabarku dan kesiapanku sebelum aku memasuki dan memulai training.
"Bismillaah... Insya Allah,saya sudah siap."
"Alhamdulillah kalau begitu,tolong berikan yg terbaik aku dan seluruh
staf manajemen training ini sangat mempercayaimu.Oh ya...,sebagian
besar anak2 peserta training adalah keturunan Indonesi Belanda jadi kau
bisa menggunakan bahasa Indonesia."
"Terima kasih informasinya,insya Allah saya akan berusaha memberikan yg terbaik."
"Sepertinya sudah saatnya training dimulai,Ma'annajah Nida."
"Syukron... Permisi,aku harus masuk ruangan."
Seperti biasa...,kusapa semua peserta mungilku dalam training ini.
"Assalamu'alaikum adik2,bagaimana kabar kalian hari ini?"
Mereka sungguh bersemangat sekali hari ini,semangat anak2 yg sungguh begitu menggebu-gebu.Subhanallah.
Kumulai training hari ini dg sebuah cerita yg semoga dapat membuat mereka semua menjadi penuh semangat.
"Adik-adik...,kakak punya cerita,siapa diantara kalian yg ingin mendengarkan cerita Kakak?"
Subhanallah...,mereka semua mengacungkan jari mereka sambil berteriak
bahwa mereka sangat ingin mendengarkan ceritaku dg penuh
semangat.Mereka sangat antusias sekali.
"Baiklah kalau begitu,kakak akan membacakan cerita ini untuk kalian
semuanya tapi semuanya harus berjanji untuk mendengarkan cerita kakak
dg sebaik mungkin,setuju?"
"Setuju...!"
Gemuruh suara2 mungil itu menggema kembali.
"Baiklah,kakak mulai ceritanya disuatu kerajaan katak hiduplah
puluhan ribu katak suatu hari sang raja katak mengumumkan kepada
rakyatnya bahwasanya akan diadakan lomba.Lombanya adalah memanjat
menara yg sangat tinggi,tinggi sekali."
"Setinggi apa,kak?'' salah satu dari mereka berkomentar.
"Sangat tinggi sayang,menurutmu benda apa yg paling tinggi?"
"Pohon dihalaman rumahku tinggi sekali,kak..." mereka menanggapi pertanyaanku.
"Kak,kantor ayahku juga sangat tinggi sekali." anak yg lain pun ikut menjawabnya.
"Nah...,menara itu lebih tinggi dari pohon yg pernah kalian lihat dan
lebih tinggi pula dari kantor tempat ayah kalian bekerja.Lalu,sang
raja katak pun berjanji bagi yg memenangkan perlombaan itu,akan
mendapatkan hadiah darinya.Hadiahnya adalah 1 kotak peti yg berisikan
emas dan permata.Akhirnya banyak sekali rakyat yg mendaftarkan dirinya
untuk mengikuti perlombaan tersebut.Mereka semua bersemangat untuk
mendapatkan hadiah emas dan permata itu.Hingga akhirnya hari perlombaan
pun telah tiba menara itu pun mulai ditunjukan oleh sang raja dan
semua peserta mulai terkejut melihat tingginya menara itu bahkan ada
beberapa peserta yg mengundurkan diri."
"Mengundurkan diri,kak? Padahal perlombaan belum dimulai," ujar salah satu anak.
"Iya sayang,semangat katak itu mulai luntur saat melihat tingginya
tiang itu.Lalu lomba pun dimulai,banyak sekali katak yg gagal dan
berjatuhan bahkan ada yg sudah tidak mau melanjutkan perlombaan itu
kembali bahkan semua penonton pun berkata 'tidak ada yg dapat
memenangkan perlombaan ini,mustahil seekor katak bisa mencapai puncak
menara setinggi itu.' ternyata benar lama kelamaan peserta lomba semakin
berguguran hingga akhirnya hanya ada seekor katak yg masih bertahan
dia terus berusaha melompat,melompat lagi berusaha melombat lebih
tinggi dan lebih tinggi lagi.Semua penonton pun
menertawakannya,semuanya berpikiran bahwa katak itu gila karena telah
berusaha mencapai hal yg tak mungkin tercapai tapi ternyata katak itu
tak mempedulikan ucapan para penonton."
"Hebat sekali katak itu kak,pasti sangat sulit melompat setinggi itu..."
"Betul sayang,itu memang tantangan yg sangat sulit apalagi para
penonton hanya menyerukan kegagalan tapi ternyata makin lama katak
tersebut melompat makin tinggi hingga akhirnya dia bisa mencapai puncak
menara.Semua penonton pun mulai bersorak-sorak bergembira dan sangat
kagum atas keberhasilan katak tadi.
Kemudian,sang raja pun memberikan hadiahnya kepada sang katak
tersebut dan sang raja bertanya,'apa yg memacu semangatmu hingga kau
bisa berhasil mencapai puncak menara? Tapi aneh,sang katak tak menjawab
sedikit pun tentang pertanyaan sang raja bahkan sang raja sampai
mengulang-ulang pertanyaannya hingga 3 kali tapi katak tersebut tak
menjawabnya juga.Dan ternyata setelah diselidiki katak pemenang itu
tuli,dia tak bisa mendengar."
Kudengar suara anak2 begitu gaduh,sepertinya mereka sangat
mendengarkan ceritaku hal ini dibuktikan dg begitu terkejutnya mereka
semua saat mengetahui bahwa katak pemenang itu ternyata tuli.
"Tenang...,anak2.Kakak akan melanjutkan ceritanya.Katak pemenang itu
memang tuli jadi dia tak mendengarkan kata2 penonton yg beranggapan
bahwa tak ada salah seekor katak pun yg bisa mencapai puncaknya itu
sebabnya semangat yg dimiliki oleh katak pemenang tadi tak luntur saat
penonton berkata seperti itu dan hikmah dari cerita ini adalah jika kita
bermimpi untuk mencapai sesuatu kita tak boleh mendengarkan kata2
orang lain disekitar kita yg mengatakan bahwa kita pasti akan gagal
bahwa kita tak mungkin berhasil karena kata2 mereka semua hanya akan
membuat semangat kita menjadi luntur jadi mulai saat ini kalian semua
harus berjanji kepada Kakak,bahwa kalian semua harus selalu semangat
menjalani hidup ini.Semua bersedia?"
"Kami Bersedia,Kak."
Dengan begitu kompaknya,mereka berjanji akan terus
bersemangat.Alhamdulillah,aku senang sekali dapat menumbuhkan semangat
para calon penerus pemimpin umat itu.Setelah semangat mereka
hadir,barulah aku menjelaskan dan memperkenalkan Allah dan Rasulullah
kepada mereka semua.
***
Alhamdulillah,acara training hari ini berjalan dg baik semoga Allah
dan Rasulullah telah tertanam dalam hati2 suci itu,Insya Allah.Aku
berjalan menyusuri jalan2 indah di Belanda menuju kediamanku ternyata
siluen senja sudah hadir menyapaku dan mengiringi langkahku menyusuri
jalan2 ini tapi sepertinya ada yg memanggilku.
"Kakak..."
Kutolehkan pandanganku ke belakang,seorang anak perempuan memakai
baju berwarna merah muda dg motif bunga2 yg sangat indah
memanggilku,mungkinkah anak itu adalah peserta training tadi.Kuhentikan
langkahku,dan menunggu anak tersebut menghampiriku tak berapa lama dia
sudah sampai dihadapanku.
"Ada apa,sayang? Siapa namamu?" tanyaku kepada anak tersebut.
"Neynha,namaku Neynha,Kak."
"Neynha sayang...,ada apa? Mengapa kau berlari memanggil kakak?"
"Kakak,aku suka cerita kakak."
"Jadi,kau mengikuti acara training tadi?"
"Iya kak,aku suka sekali mendengarnya.Kak,aku mau memberitahu kakak
bahwa sekarang aku memiliki idola baru,aku sudah tak mengidolakan lagi
boneka2 barbie yg ayah berikan untukku."
"Betulkah? Bukannya boneka2 itu sangat lucu,mengapa kau tak menyukainya lagi?"
"Karena aku sudah menemukan idola yg baru,Kak."
"Siapa itu,sayang? Pasti dia sangat hebat."
"Tentu,dia hebat sekali,sangat hebat.Dia sangat berani,Kak."
Aku mulai berpikir tokoh kartun mana yg membuat anak kecil ini begitu kagum akan kekuatannya.
"Mengapa kakak melamun? Kakak tak tahu siapa idolaku?"
Lamunanku buyar mendengar kata2 Neynha tadi. "Tidak,memangnya siapa idolamu,sayang?"
"Aku suka Rasulullah Muhammad,Kak."
Subhanallah...,tak kuat aku menahan rasa haru itu.Ya Karim,kuasa Mu
sungguh agung.Allahumma shali'ala sayyina muhammad,manusia agung
sepanjang masa,manusia yg berbudi sangat luhur dan detik itu juga
terbayang semua perjalanan hidup Rasulullah Muhammad.Air mataku menetes
dan... Neynha,putri kecil itu membantuku menyibak air mataku yg
terlanjur jatuh kepipiku.
"Kakak...,mengapa kakak menangis?"
"Tidak sayang,kakak bahagia sekali mendengar kata2 mu tadi."
"Jadi,kakak juga mengidolakannya?"
"Tentu saja,sayang."
Senyum riang tersungging dari bibir manisnya,seakan dia bahagia sekali.
"Kalau begitu,kakak mau tidak menemaniku untuk bertemu dg Rasulullah Muhammad?"
"Tentu saja sayang,setiap manusia yg hidup didunia ini pasti ingin sekali bertemu dg Beliau.''
Semakin tak kuat aku menahan jatuhnya air mataku kepipiku.Subhanallah.
"Oh iya kak,ada yg ingin aku ceritakan lagi kepada kakak."
"Apa itu,sayang? Ceritakan kepadaku."
"Kakak,aku rindu Allah,kak.Aku ingin ke surga,aku ingin bertemu dg Allah."
Subhanallah...,hati kecilnya begitu tulus tampak dari matanya yg
begitu tulus,dia benar2 ingin bertemu dg Allah.Ya Rabbi,kabulkan doa
malaikat kecil ini,izinkan dirinya bertemu dg Mu.Aamiin.
"Benarkah?"
"Ya kak,secepatnya aku harus ke surga untuk bertemu dg Allah."
Kemudian,seorang wanita memanggilnya tampaknya wanita itu adalah ibu Neynha.
"Baiklah kak,mamaku sudah memanggilku,aku harus pergi.Jika aku sudah
bertemu dg Allah,aku akan sangat bahagia sekali kak,sampai jumpa."
Kemudian sosok kecil itu pun berlalu menjauhiku,sambil melambaikan
tangan mungilnya kepadaku.Hingga sepanjang perjalanan,sosok Neynha terus
membayangi dalam pikiranku.Siapa sebenarnya putri kecil itu,sungguh
mulia sekali hatinya,aku yakin saat besar nanti,dia akan tumbuh menjadi
wanita yg shalihah,aamiin.Setibanya dirumah aku merasakan kepalaku
mulai sakit kembali,sakit sekali hingga kuambil air wudhu lalu kuminum
obat sakit kepala seperti biasanya lalu terlelap aku dalam alunan
dzikir dalam lisanku.
Bersambung.... (Bag 26 of 36)
Senin, 07 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar