♥ MALAIKAT KECIL ITU TELAH PERGI ♥ (Bag 26)
Sepertinya hadphoneku berbunyi.Pukul 03.00 dini hari,siapa yg
mengirim pesan sepagi ini? Setelah kubuka,ternyata ini adalah pesan
dari Ahmed.Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.Astaghfirullah,ada
seorang peserta training yg meninggal.Rabbi,ada apa ini,tiba2 aku jadi
terbayang Neynha mungkinkah dirinya?
Sudahlah...,kuputuskan untuk menghubungi Ahmed.
"Assalamu'alaikum,Ahmed."
"Wa'alaikum salam,Nida."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,sungguh aku sangat terkejut mendengarnya,sebenarnya siapa yg meninggal?"
"Neynha."
"Is dat zo?" (Benarkah demikian?)
"Dat is niet waae." (Itu benar)
"Ongelooflijk." (Tidak dapat dipercaya)
"Wat bedoel je?" (Apa maksudmu)
Akhirnya,aku pun menceritakan semuanya tentang Neynha pada Ahmed
termasuk pertemuan pertamaku sekaligus menjadi pertemuanku terakhirku dg
dirinya.Neynha,dialah satu2 nya anak yg paling bersemangat saat
mengikuti training dan dia juga satu2 nya anak yg menghampiriku saat
training berakhir.
"Aku juga sangat terkejut Nida,aku mengenal baik keluarganya,ternyata Neynha meninggal karena sakit."
"Sakit? Sakit apa?"
"Leukemia,dia mengindap kanker darah stadium akhir,dan nyawanya tak bisa diselamatkan lagi."
"Astaghfirullah..."
Tak bisa kutahan tetesan air mata ini,teringat semua tutur katanya yg sungguh sangat tulus.
"Nida...,kau masih disitu?"
Ya Allah...,ternyata aku melamun.
"Maaf...,iya aku masih disini.Lalu,kapan kita takziah?"
"Insya Allah,besok kita semua para trainer dan staf manajemen akan
berkumpul dikantor pusat tepat pukul 06.00,kemudian langsung berangkat
menuju kediaman Neynha karena jenazah dikebumikan tepat pukul 08.00
pagi."
"Boleh aku ikut?''
"Tentu saja Nida,datanglah kami menunggumu."
"Terima kasih,terima kasih banyak,Ahmed.Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam."
Ya Allah...,Engkau memanggilnya,aku yakin ini adalah skenario
Mu,izinkan Neynha untuk bertemu dg Mu ya Rabb,izinkan pula Neynha
bertemu dg Rasulullah.Aamiin...
Kutunaikan shalat Tahajjud,kubaca lembaran Al Qur'anku dan
kutunaikan kewajibanku membersihkan kediamanku.Kulakukan itu semua dg
secepat mungkin tak ingin aku terlambat hadir dalam mengantar jenazah
Neynha.Setiap kali aku membayangkan wajah kecilnya itu,air mataku jatuh
mengalir dipipi,hampir tak bisa aku menahannya.
Aku merindukannya,ternyata kemarin adalah pertemuan pertama dan terakhirku dg Neynha.
Pukul 05.30 aku sudah berpakaian rapi,akan tetapi... Ya Allah,sakit
sekali kepalaku ini.Ya Rabb,mengapa rasa sakit ini hadir ketika aku
sedang mengejar waktuku untuk berada secepat mungkin menghadiri
pemakaman Neynha.Tapi,aku harus tetap berangkat,aku harus tetap
pergi,aku mencoba untuk berdiri dan melangkahkan kakiku,tapi pandanganku
mulai kabur,dan...
Pandanganku masih berkunang-kunang,masih perih 'ku menatap
dunia.Astaghfirullah,ternyata sudah pukul 07.30.Inna
lillahi...,ternyata aku pingsan tadi.Ya Allah,masih adakah waktu
untukku untuk menghadiri pemakaman Neynha,beri kesempatan kepadaku,ya
Rabb.
Meski rasa sakit dikepalaku masih tersisa tapi aku harus tetap
melangkah menuju kediaman Neynha.Dengan waktu yg tersisa,secepat
mungkin aku harus sampai ditempat tujuan dg tepat waktu dan
akhirnya,alhamdulillah.Walaupun pemakaman hampir selesai tapi
setidaknya aku bisa menyaksikan dan turut mengantarkan serta mendoakan
Neynha ke hadapan sang Ilahi Rabbi.Neynha sayang,jadilah permata yg
indah berkilau,tetaplah tenang disisi Nya,sesungguhnya kenikmatan
terbesar bagi seorang muslim adalah saat bertemu dg Tuhannya.
BERSAMBUNG... (Bag 27 of 36)
Senin, 07 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar