♥ BELANDA DENGAN BERJUTA CERITA ♥ (Bag 27)
Kembali kujalani hari2 ku dan hingga saat ini aku belum juga
memeriksakan kondisi kesehatanku pada dokter.Sebenarnya,aku tak siap
jika hasil yg dikatakan oleh dokter tak sesuai harapanku.Maafkan aku ya
Rabb,tapi sungguh aku membutuhkan kesiapan hati dan mentalku.
Tok... Tok... Tok...
Ternyata ada surat untukku.Subhanallah,ini surat dari
Kairo,sepertinya najmi yg mengirimiku surat ini.Ternyata benar,ini
surat dari Najmi,tapi aneh...,sepertinya ini bukan surat,tapi... Ya
Allah,ini sebuah undangan pernikahan.Subhanallah,Najmi sahabatku akan
segera menyempurnakan separuh agamanya dg ditunaikannya kewajiban
pernikahan.Calon imamnya bernama Muhammad Zahid Syahdan
Mubarrok,sungguh nama yg indah beruntung sekali dia mendapatkan wanita
sebaik Najmi,sebaiknya aku harus menghubungi Najmi.
"Assalamu'alaikum,Najmi."
"Wa'alaikum salam,Nida... Apa kabarmu? Kau baik2 saja?"
"Alhamdulillah Najmi,keadaanku baik.Bagaimana dg mu?"
"Alhamdulillah Nida,keadaanku juga baik2 saja.Ehmm...,kau sudah menerima undangan pernikahanku?"
"Tentu saja sudah,tega sekali kau tak memberitahuku perihal rencana pernikahanmu ini?"
"Afwan Nida,aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu,selain itu aku
juga ingin menjaga hatimu,aku tak ingin saat aku memberitahukan bahwa
aku telah dikhitbah oleh seorang pria kau jadi teringat dg Aziz
kembali."
Ya Allah... Ternyata sahabatku begitu memperhatikanku.
"Tentu saja tidak,Najmi aku tak akan sedih justru aku sangat bahagia
sekali sahabat terbaikku kini telah dipertemukan dg imam hidupnya dan
sebentar lagi ikatan suci pernikahan akan segera terjadi,janji suci
dihadapan Ilahi Rabbi pun akan segera terucap.Selamat Najmi,kau
beruntung perbanyaklah rasa syukurmu kepada Allah."
"Terima kasih Nida,aku yakin pada waktu yg tepat dan dg seseorang yg tepat,kau pasti akan menjalin sebuah ikatan suci ini."
"Aamiin... Baiklah,kalau begitu insya Allah besok aku berangkat ke Kairo,aku ingin menyaksikan pernikahan sahabatku."
"Kau yakin akan pergi ke Kairo?"
"Tentu saja,mengapa aku harus ragu?"
"Lalu,bagaimana dg keberangkatanmu ke Amerika? Bukankah seharusnya kau sudah memulai masa studimu disana?"
"Seharusnya memang seperti itu tapi karena ada satu dan lain hal
akhirnya keberangkatanku ke Amerika harus ditunda untuk beberapa waktu."
"Alhamdulillah,aku kira sahactku tak akan hadir dalam acara
terpenting dalam hidupku.Lalu,kegiatan apa yg sedang kau jalani saat
ini?"
"Aku mengisi waktuku dg menjadi trainer pada acara training kejiwaan
yg berada di Belanda.Lembaga ini merupakan bentukan mahasiswa Indonesia
yg menempuh studi di Belanda."
"Subhanallah,pasti menyenangkan sekali.Kau harus berjanji
kepadaku,sesampainya di Kairo,kau harus menceritakan semua pengalamanmu
di Belanda aku ingin sekali mendengarnya."
"Insya Allah,Najmi."
"Baiklah,aku harus membantu mempersiapkan pernikahanku.Aku tunggu kedatanganmu,Nida.Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Alhamdulillah,setelah aku mendengar kabar yg tak kuharapkan yaitu
berpulangnya Neynha ke hadapan Mu ya Rabb,Engkau beri aku sebuah kabar
bahagia,sahabatku akan menikah,jadikan keluarganya adalah keluarga yg
sakinah mawaddah wa rahmah,aamiin ya Rabb.
Keesokan harinya...
Sepertinya,tidak ada jadwal training lagi karena Anna sudah kembali
ke Belanda.Itu artinya,dia tak memerlukan bantuanku lagi untuj
menggantikan posisinya mengisi materi training.
Hari ini,Anna mengajakku untuk pergi berwisata di Belanda.Walaupun
aku sudah hampir setahun di Belanda tapi hanya sedikit sekali tempat
wisata yg kuketahui.Terakhir kali aku mengunjungi tempat wisata di
Belanda adalah saat pertama kali aku menginjak kakiku disini,itu pun dg
bantuan Farid.
Tok... Tok... Tok...
"Assalamu'alaikum..."
Sepertinya,Anna sudah datang. "Wa'alaikum salam..."
"Nida...,kau sudah siap?"
"Ya,aku sudah siap."
"Bisa kita pergi sekarang?"
"Tentu saja."
Aku mengunci pintu kediamanku dan memastikan bahwa semuanya aman dan baik2 saja.
Anna mengajakku ke Zaanse Schans di Zaandam.Di sana kami melihat
berbagai obyek yg menjadi ciri khas negeri kincir angin ini.Aku melihat
kincir angin dan berbagai pajangan indah yg diukir dan dicat dg warna
biru khas Delft hingga aneka keju lekker khas Belanda.Ada keju dari
kambing,domba hingga keju edam yg sungguh terkenal kelezatannya itu.
Aku pun membelinya untuk Najmi karena besok aku harus pergi ke Kairo.
"Een stuk belegen kaas." (Tolong,sepotong keju tua ya)
"Hoeveel weegt dat stuk kaas?" (Berapa beratnya keju ini?)
"Anderhalf pond." (Satu setengah pond)
Lalu,aku pun langsung membayarnya dan bergegas untuk pergi ketempat
lainnya.Setelah usai menikmati keindahan Zaanse Schans di Zaadam kami
berdua pergi ke Madurodan di Den Haag.Tempat ini merupakan taman yg
sungguh indah lengkap dg gedung2 bersejarah di Belanda.Kami pun banyak
belajar mengenai sejarah Belanda dari sini.Ada Het Binnenhof yaitu salah
satu gedung parlemen di Den Haag rumah Anne Frank,hingga pusat
perbelanjaan Magma Plaza di Amsterdam dan ternyata semua gedung itu
dibuat dalam bentuk miniatur dg perbandingan 1:25.Aku merasa bagai
raksasa berjalan-jalan disini karena semuanya berbentuk miniatur yg
sungguh kecil sekali.Subhanallah,siapkah arsitektur yg memiliki
rancangan indah seperti ini.Ya Allah,jika keindahan dunia saja sudah
kukagumi lalu bagaimana dg keindahan surga Mu,ya Rabb? Yg Engkau
kisahkan dalam Al Qur'an? Subhanallah,Maha Besar Engkau Pencipta segala
sesuatu.
Tak terasa setelah lama berjalan-jalan kami pun merasa sangat
lapar.Akhirnya kami memutuskan untuk makan dan beristirahat disebuah
Kafe.Kafe Tulip namanya,suasana di Kafe ini sungguh indah,kami pun
memasuki Kafe tersebut dan mencari tempat duduk yg kosong.
"Wat will je eten driken,Nida?" (Kau mau makan dan minum apa,Nida?)
"Ik heb zin in een kopje thee,en een broodje met kaas." (Aku ingin secangkir teh dan roti keju saja)
Sepuluh menit kemudian,pesanan kami datang.Sungguh lezat sekali
makanan dan minuman ini.Setelah itu,kami memutuskan untuk pergi ke
Albert Cupymarkt tempat ini adalah sebuah pasar yg letaknya dipinggir
jalan yg sudah ada sejak 100 tahun yg lalu,barang2 yg ditawarkan juga
relatif lebih murah.Disini,aku juga membeli beberapa souvenir untuk
Najmi.Aku sangat menyayangi sahabatku itu dan aku ingin memberikan yg
terbaik pada saat hari pernikahannya.
Anna pun membelikan beberapa souvenir untuk keluarganya di Indonesia.
Akhirnya,menjelang petang kami berdua sudah tiba dikediamanku,memang
hari yg sangat melelahkan tapi sungguh membuatku sangat bahagia
terlebih lagi aku harus berangkat ke Kairo esok pagi untuk menyaksikan
dan menghadiri pernikahan sahabatku.
BERSAMBUNG... (Bag 28 of 36)
Senin, 07 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar