Account

gelembung

cursor

Senin, 07 Oktober 2013

NOVEL SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI (Bag 28 of 36)

♥ SEMUA RASA HADIR DI BUMI KAIRO ♥ (Bag 28)

Tepat pukul 08.00 pagi aku sudah berada dibandara.Pesawatku tiba di bandara pukul 09.00.Aku sudah mempersiapkan semuanya,keju dan souvenir2 lucu yg kubeli kemarin bersama Anna juga sudah kubawa.Aku menunggu pesawat dg membaca Al Qur'an,aku ingin menjadi ahli Qur'an saat bertemu dg Allah,Nanti.Terdengar
pemberitahuan bahwa pesawat dg tujuan Kairo sudah tiba,aku harus siap2 untuk memasuki pesawat.

Di dalam pesawat...

Kini sahabatku akan memulai hidup barunya dg membentuk sebuah keluarga kecil bersama dg imam hidupnya.Tiba2 aku kembali memikirkan masa depanku,masa depan jiwa dan hatiku.Ya Rabb,jika Engkau menciptakan malam yg berpasangan dg siang,bulang yg berpasangan dg matahari,gelap yg berpasangan dg terang,surga yg berpasangan dg neraka lalu siapakah insan yg Kau ciptakan untuk masa depanku,untuk petunjuk jalanku menggapai Surga Mu,Ya Rabb? Tiba2,teringat sebuah nama yg hampir tak pernah kuingat kembali dalam akalku,Muhammad Muhsin akankah dirinya yg menjadi imamku kelak,akankah dirinya yg akan kucium tangannya seusai shalat berjamaah dan akankah dirinya yg akan kutatap wajahnya seusai ijab qabul dalam pernikahanku nanti.Tapi demi nama Mu yg maha suci kuserahkan semuanya kepada Mu.Sungguh,tak ingin kumiliki cinta yg berlebihan untuk mahluk Mu,astaghfirullahal'adzim.Jaga hatiku ya Rabb,dan berikan pula seorang imam yg juga selalu menjaga hatiku,aamiin.

Tak terasa aku sudah tiba di Kairo,tempat kedua yg amat kurindukan setelah Kufah karena disini aku merasa kuat,disini aku merasa tak sendiri semua temanku satu figroh dg diriku.Walaupun ditempat ini pula kutorehkan sebuah kenangan cinta yg sungguh pahit sekali.Azhar nama itu kini mulai teringat kembali,berikan dirinya tempat yg baik di sisi Mu,ya Allah.

Dari kejauhan aku melihat seorang wanita melambaikan tangannya kepadaku,wanita dg jubah panjang berwarna cokelat muda lengkap dg jilbab putih yg menjulur didadamya.Subhanallah...,itu Najmi.

"Nida..." dia memanggilku.

"Najmi..."

Dan kini,aku sudah berada di hadapannya.

"Assalamu'alaikum Najmi,mengapa kau berada disini? Seharusnya kau tak perlu repot2 menjemputku kemari lebih baik kau dirumah mempersiapkan mentalmu untuk ijab Qabul nanti."

"Wa'alaikum salam,Nida.Tak mungkin aku tega membiarkan sahabatku seorang diri di Mesir."

"Kau lupa? Aku pernah tinggal beberapa tahun di Mesir."

"Justru itu,aku khawatir jika kau sudah melupakan jalan2 di Mesir."


Tawa dan canda kami pun tertuang rasa rindu yg amat mendalam pada sahabatku karena hanya Najmilah sahabat terbaikku selain Maryam Muhsin.

Akhirnya kami berdua pun melangkah menuju kediaman Najmi dan sesampainya disana... Subhanallah...,kediamannya sudah sangat indah,bunga2 pun sudah diletakkan dg penuh keindahan sepertinya semua persiapan untuk pernikahan Najmi sudah usai tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja.

"Afwan Najmi,saat aku tiba di Kairo sepertinya semua persiapan kelengkapan pernikahanmu sudah tercukupi semuanya lalu apa yg bisa kubantu?"

Aku melihat senyum tersungging di wajah sahabatku itu.

"Tak perlu Nida,kedatanganmu ke acara pernikahanku ini adalah hadiah terbesar yg kau berikan untuk diriku."

"Oh... Ya,hampir saja aku melupakannya.Ada hadiah untukmu,ini adalah keju yg kubeli di Belanda dan ini adalah beberapa souvenir yg juga kubeli di Belanda semua ini khusus untuk dirimu,sahabatku..."

''Subhanallah,Syukron katsir Nida,sebenarnya kau tak perlu serepot ini."

"Sama-sama."

"Oh ya...,ada yg ingin aku tunjukan kepadamu."

"Apa itu?"

"Tunggu sebentar."

Najmi membuka lemari pakainya dia mengambil sebuah gaun berwarna putih perak berbalut manik2 yg tersusun rapi dan sungguh sangat indah dan berkilau.Lalu dia mengeluarkan jilbab yg sangat indah,berhiaskan bunga2 disetiap sudutnya dilengkapi dg warna yg sungguh sangat cocok dg gaun pengantinnya.

"Bagaimana? Bagus tidak? Ini adalah gaun pengantin yg akan kukenakan saat hari pernikahanku,aku ingin meminta pendapatmu,Nida."

Aku tak mendengar apa yg dikatakan oleh Najmi.Saat ini aku jadi teringat sebuah gaun berwarna merah marun yg sungguh sangat indah,yg rencananya akan kukenakan saat pernikahanku dg Aziz nanti tapi ternyata Allah hanya mengizinkanku untuk mencobanya dalam waktu beberapa menit.Astaghfirullah,jangan biarkan rasa perih ini hadir kembali setelah sulitnya aku berusaha untuk mengobatinya.

"Nida...,Nida..."

Aku pun mulai tersadar dari lamunanku.


"Iya Najmi,ada apa? Gaun itu sungguh indah,indah sekali kau pasti terlihat cantik dihari pernikahanmu."

"Nida...,sebenarnya ini yg aku khawatirkan,aku khawatir jika kau akan sedih kembali jika hadir dipernikahanku karena teringatnya dirimu dg rencana pernikahanmu dg Aziz yg tak terlaksana."

"Tidak Najmi,lukaku sudah sembuh aku hanya teringat kembali saat aku mencoba mengenakan gaun pengatinku lengkap dg jilbab dan sepatunya tapi ternyata skenario Allah berkehendak lain.Tenanglah Najmi,kau tak perlu mengkhawatirkanku,aku baik2 saja."

"Benarkah?"

"Percayalah padaku,aku sudah baik2 saja,kau tak perlu memikirkanku yg harus kau pikirkan saat ini adalah kesiapan batinmu untuk pernikahanmu.Tersenyumlah Najmi,aku tak ingin melihat sahabatku bersedih menjelang hari pernikahannya."

"Baiklah...,terima kasih Nida."

Najmi... Maafkan aku sejujurnya hatiku memang perih sekali melihat semua ini aku kira lukaku telah sembuh tapi ternyata ia hanya terlupakan bukan sembuh dg sempurna dan aku yakin ingatan akan kegagalan pernikahanku itu tak akan pernah hilang dalam ingatanku.

Ya Rabb,tolong bantu aku memendam semua ini,aku tak ingin Najmi turut bersedih atas semua ini...


Akhirnya hari yg dinantikan pun tiba.Ya...,hari ini adalah hari pernikahan Najmi.Semuanya tampak bahagia akan tibanya hari ini dan tentunya adalah Najmi,semyumnya begitu lebar aku yakin dirinya sangat mengharapkan hal ini terjadi sejak dahulu.

Ya Allah,ridhailah pernikahan sahabatku sebagaimana Engkau ridha terhadap pernikahan orang2 shalih dan shalihah sebelum kami.

Ya Allah,berkahilah pernikahan sahabatku sebagaimana Engkau memberkahi pernikahan orang2 shalih dan shalihah sebelum kami.

Ya Allah,berikan putra-putri yg shalih dan shalihah kepada sahabatku sehingga nantinya dapat meneruskan perjuangan ayah bundanya dalam agama ini.

Ya Allah,jagalah ikatan suci diantara keduanya ini sebagaimana Engkau menjaga pernikahan suci orang2 shalih dan shalihah sebelum kami.


Ya Allah,jadikan keluarga sahabatku menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah,sebagaimana Engkau jadikan hal itu pada keluarga orang2 shalih dan shalihah sebelum kami.

Ijab Qabul pun terucap dari lisan Muhammad Zahid Syahdan Mubarrok yg kini sudah sah menjadi imam hidup bagi sahabatku.

Terlihat sujud syukur pada Sang Rabbul Izzati pun ditunaikan oleh Najmi dan Zahid.Sungguh pernikahan yg sangat mengharukan,pernikahan diantara 2 insan yg shalih dan shalihah dg mahar surat Ar Rahman.Semoga Sang Maha Rahman Rahim menyaksikan pernikahan keduanya,aamiin.

Air mataku pun tak terhenti mengalir,peristiwa sakral ini telah membuat hatiku terhanyut,terhanyut dalam mahabbatillah.Ya Rahman,izinkan aku juga dapat merasakan kebahagiaan yg saat ini Najmi dan Zahid rasakan,aku ingin menyempurnakan separuh dari agama islam.Ya Rabb,permudah jalanku,aamiin.

Tapi...,astaghfirullahal'adzim,rasa sakit dikepalaku muncul kembali.Ya Rabb,tolong hamba,hamba mohon kesembuhan,hamba tak ingin disaat paling bahagia bagi sahabat hamba ini,justru dia harus bersedih karena melihat kondisi hamba seperti ini.Tapi rasa sakit ini semakin bertambah,dan perutku...,ya Allah,mual sekali perutku ini,sesegera mungkin aku izin menuju toilet aku tak ingin ada siapa pun yg mengetahui kondisiku ini,dan aku memuntahkan isi perutku.dan...

***

"Nida... Nida...,kau sudah sadar?"

Ya Allah,sakit sekali kepalaku ini.Kelopak mataku masih begitu berat untuk membuka.

"Najmi..."

"Iya,Nida."

"Aku dimana,Najmi?"

"Kau berada di rumah sakit Nida,salah satu kerabatku mememukanmu tak sadarkan diri didekat toilet."

"Berapa lama aku tak sadarkan diri?"

" 2 hari,Nida.Sudahlah,sebaiknya kau istirahat."

"Kau tidak memberitahu abiku,kan?"

"Tidak Nida,aku juga sangat menyayangi abimu,aku juga tak ingin beliau khawatir jika mendengar kondisimu seperti ini."

"Syukron,Najmi.Najmi...,maafkan aku,harusnya kau sedang berbahagia dg Zahid karena kalian berdua baru saja melangsungkan pernikahan."

"Tidak Nida,kau tak perlu memikirkan hal itu."


Kulihat mata Najmi berkaca-kaca,aku tak tahu dia menahan tangis,ada apa sebenarnya dia bersedih karena aku opname dirumah sakit atau lebih dari itu.

"Najmi...,mengapa kau menangis?"

Air mata yg telah lama dibendung oleh Najmi pun akhirnya jatuh juga tak pernah aku melihat dirinya sesedih ini.Ya Allah...

"Najmi,apa yg sebenarnya terjadi? Aku sakit apa?"

"Tidak,kau tidak sakit apa2,kau hanya terlalu lelah."

Air mata Najmi mengalir semakin deras.Ya Rahman,aku tahu ada hal buruk yg terjadi padaku,mungkin ini berkaitan dg sakit kepala yg sering kualami.

"Tidak Najmi,aku tahu kau tak jujur kepadaku.Aku mohon...,beritahu aku,sakit apa yg kuderita sebenarnya?"

"Kau mengindap kanker otak stadium 3.Nida,kondisimu sudah sangat parah."

Inna lillahi wa inna ilahi raji'un.... Ya Rahman,ternyata sakit kepala berat yg selama ini kualami adalah sebuah kanker otak.Aku berusaha ikhlas menerima semua ini,aku berharap dan berusaha mengilhami hatiku bahwa ini adalah bagian dari takdir hidup yg harus kujalani.

"Nida...,mengapa kau tak pernah menceritakan penyakitmu kepadaku? Dokter berkata bahwa penyakitmu belum tersentuh terapi sedikitpun,apa kau juga baru mengetahuinya bahwa kau mengindap kanker otak?"

"Betul,Najmi... Aku baru mengetahui bahwa aku mengindap kanker otak.Sebenarnya,sejak lama aku merasakan sakit yg sangat hebat dikepalaku ini."

"Lalu,kau tak memeriksakannya ke dokter?"

"Tidak."

"Astaghfirullah Nida,aku begitu sedih mendengar pernyataan dokter tadi."

Ya Rahman ya Rahim,wahai Rabb ku yg Maha pengasih lagi Maha penyayang tolong jadikan rasa sakit ini sebagai penebus dosa2 ku,ya Rabb.

Kumelihat sahabatku menangis begitu deras,aku yakin Najmi pasti sangat terpukul mendengar kabar ini,sekian lama aku tak bertemu dg dirinya tapi saat bertemu dia harus mengetahui bahwa aku mengindap kanker otak.Aku memang sedih dan sangat terpukul mendengarnya tapi aku tetap yakin bahwa dg kuasa Allah segala sesuatu dapat terjadi.

"Najmi...,sudahlah kau tak perlu menangis aku tak apa."


"Tak apa bagaimana? Kau sahabatku yg sangat aku sayangi mengindap penyakit yg sangat ganas dan mematikan,aku takut."

"Apa yg kau takutkan,Najmi?"

"Aku takut kehilangan kamu,Nida.Aku takut kehilangan sahabat terbaikku,tempatku berbagi suka dan duka."

"Najmi...,ingatlah bahwa setiap kehidupan dan kematian berada dalam genggaman Nya,tak seharusnya kau takut,serahkan semuanya kepada Nya.Insya Allah,keputusan Nya lah satu2 nya keputusan yg terbaik bagi kehidupan setiap hamba."

"Subhanallah,setabah itukah dirimu Nida? Aku malu padamu.Tegar sekali kau hadapi ujian ini."

"Sebenarnya aku memang takut tapi aku mencoba mengiklaskan dan menyerahkan ini semua hanya kepada Sang Penggenggam Kehidupan dan Kematian."

Najmi pun memelukku dg diselimuti tangisan.

***

Hari ini,dokter menyampaikan sebuah pernyataannya bahwa aku harus menjalani kemoterapi,karena terapi yg diberikan sejauh ini tidak memberikan hasil yg signifikan terhadap penyakitku ini.Aku bingung,apa yg harus aku lakukan? Dokter juga memberitahuku tentang semua efek samping dari kemoterapi.Kemoterapi harus dilakukan secara berkesinambungan lalu bagaimana dg progam studiku di Amerika? Aku harus tetap pergi kesana,sepertinya sebentar lagi akan diadakan serangkaian tes sebagai formalitas keberangkatanku ke Amerika.Aku sudah terlalu lama di Kairo hampir 3 minggu aku opname dirumah sakit ini jika aku terus berada disini tak tega aku melihat Najmi yg pastinya sangat kelelahan merawatku.Mungkin,sebaiknya aku harus kembali ke Belanda dan menjalani kehidupanku tanpa ada orang yg mengetahui bahwa aku adalah seorang penderita kanker otak stadium 3.

Ya...,aku rasa ini adalah keputusan terbaik yg harus aku ambil,aku harus kembali ke Belanda secepatnya.Aku harus segera mengatakan ini kepada Najmi.

"Najmi...,aku ingin berbicara dg mu."

"Ada apa,Nida? Apa yg kau ingin bicarakan dg Ku?"

"Najmi...,aku tak bisa terlalu lama di Kairo,aku harus kembali ke Belanda,aku mau meminta bantuanmu tolong bantu aku mempersiapkan keberangkatanku ke Belanda."


"Tapi,kondisimu belum pulih Nida,lalu siapa yg akan merawatmu jika kau berada di Belanda? Bukankah kau hanya tinggal seorang diri disana? Aku tak tega membiarkanmu sendiri Nida,aku mohon tetaplah disini."

"Tidak,Najmi... Kau pasti tahu,penyakit yg kuderita hanya memiliki sedikit sekali harapan kecuali jika Sang Pemilik Semesta yg menakdirkan kesembuhanku.Aku tak ingin menjadi beban untuk dirimu."

"Demi Allah Nida,tak sedikitpun aku merasa terbebani akan keberadaanmu disini justru aku sangat bahagia sekali dapat membantu sahabatku yg sangat kusayangi."

Kutatap mata sahabatku dalam2,mencoba meyakinkan dirinya bahwa aku akan baik2 saja walaupun aku tinggal seorang diri di Belanda.

"Najmi...,aku mohon kau tak perlu khawatir,Allah yg akan menjagaku.Bukankah kau mengetahui firman Nya,wa huwa ma'akum ainama kuntum,dan Dia bersamamu dimana pun kamu berada.Yakinlah Najmi,aku akan baik2 saja."

"Baiklah... Insya Allah,besok aku akan mempersiapkan keberangkatanmu ke Belanda tapi kau harus berjanji kepadaku semua terapi yg diberikan dokter untuk dirimu harus kau jalani dg sebaik mungkin.Dan jangan ragu untuk menghubungiku jika kau menemukan kesulitan disana."

"Insya Allah... Syukron,Najmi."

***

Di bandara...
"Najmi,terima kasih banyak atas semua bantuanmu,afwan kedatanganku justru merepotkanmu."

"Jangan bicara seperti itu,sudah kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk saling membantu terlebih lagi kau sahabatku.Nida...,wajahmu masih tampak pucat apa sebaiknya kau menunda keberangkatanmu ke Belanda?"

"Sudahlah,lebih cepat lebih baik.Lagi pula kau sudah bersusah payah mengurus keperluanku untuk ke Belanda tak mungkin kutunda lagi."

"Baiklah...,hati2 dijalan jangan ragu meminta bantuan kepada pramugari dipesawat jika kau merasakan sakit dikepalamu selama dalam perjalanan."

"Baiklah,terima kasih banyak,Najmi."

Ternyata pesawat tujuan Belanda sudah tiba sepertinya aku harus pergi secepatnya,kupeluk erat sahabatku sebenarnya dalam hatiku,aku menyimpan sebuah kekhawatiran yg amat besar,aku khawatir jika ini adalah


Pertemuan terakhirku dg nya.Ya Rabb,berikanlah aku dan seluruh orang yg kuncintai usia yg panjang,aamiin.

"Aku pergi dulu,Najmi.Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam,Nida."

Aku melihat sahabatku melambaikan tangannya kepadaku.Ya Allah...,air mataku pun jatuh.

BERSAMBUNG.... (Bag 29 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar