♥ ADA APA DENGAN DIRIKU...? ♥ (Bag 19)
2 hari kemudian...
Saat visit,dokter memberitahukan kabar gembira kepadaku bahwasanya hari ini abi sudah bisa pulang karena kondisinya yg sudah membaik.Alhamdulillah,akhirnya abi pulih juga dari sakitnya.
Aku sungguh bahagia mendengar berita ini,sesegera mungkin kukemasi seluruh barang abi dirumah sakit,wajah abi juga sudah tampak segar kembali,nafsu makannya pun kini mulai membaik.
"Abi...,aku pergi sebentar untuk mengurus biaya adminitrasi rumah sakit selama abi dirawat disini."
"Baiklah,jangan terlalu lama Nak,abi sudah tak sabar ingin keluar dari rumah sakit ini."
"Baiklah,tak akan lama,setelah aku akan segera kembali kesini."
Aku berjalan menyusuri lorong2 rumah sakit.Subhanallah,ternyata nikmat sehat adalah nikmat yg besar yg sungguh sangat jarang disyukuri oleh setiap insan namun bila saat rasa sakit menghampiri barulah kita merasakan suatu penyesalan mengapa kesehatan yg telah diberi oleh sang penguasa semesta tak dijaga dg sebaik mungkin.
Subhanallah...,ternyata kantor administrasi rumah sakit begitu penuh.Ya Allah,sebanyak inikah manusia yg kondisi kesehatannya kurang baik hampir aku tak percaya melihat sesaknya ruangan itu ditambah lagi dg antrian yg begitu panjang.
Tiba2...,astaghfirullah... Di tengah2 lautan manusia ini kepalaku sakit sekali tak tertahankan seperti tertusuk beribu-ribu benda tajam,seperti dipukul oleh sesuatu yg amat keras,hingga akhirnya aku terjatuh dan semua yg berada disitu pun panik bahkan hampir saja aku dilarikan ke IGD tapi jika aku dibawa ke IGD pasti akan membutuhkan waktu yg lama,kasihan abi menungguku seorang diri.
Seorang perawat muslim,berjilbab rapi datang menghampiriku dan menanyakan kondisi kesehatanku.
"Hoe is uw naam?" (Siapa nama anda?)
Sebisa mungkin aku menjawab pertanyaannya "Ik beet Nida." (Nama saya Nida)
"Wat mankeer je?" (Ada apa dg kamu?)
"Ik beb last van mijn boofd." (Kepala saya sakit sekali)
Lalu dg tulus perawat tersebut berniat mengantarkanku ke IGD tapi aku menolaknya,akhirnya beliau mengantarkanku menuju tempat duduk diruangan tersebut.Rasa sakit dikepalaku memang tak tertahankan saat itu,sajit sekali.Ya Rabb...,berusaha kuyakinkan diriku bahwa ini adalah rasa sakit biasa mungkin karena aku terlalu lelah & kurang istirahat.
"Nak,kau dari mana? Mengapa mengurus administrasi rumah sakit begitu lama?"
"Maafkan aku,Abi.Ternyata,banyak juga yg ingin mengurus biaya administrasi dirumah sakit ini jadi aku harus mengantri terlebih dahulu."
"Nak...,duduklah disamping Abi."
"Ada apa,abi?"
Aku melangkah mendekati sosok ayah yg amat kuhormati.
"Ada apa dg mu?"
"Maksud Abi?"
"Wajahmu pucat sekali Nak,kau sakit?"
"Sakit? Tidak abi,aku baik2 saja.Aku sehat."
"Abi mengenalmu,kau adalah putri abi,putri semata wayang abi. Abi mengetahui bagaimana kondisimu saat sakit,Nak.Jujurlah pada abi,kau sakit?"
"Tidak abi...,aku baik2 saja percayalah padaku,wajahku pucat mungkin karena aku terlalu lelah setelah istirahat beberapa saat pasti kesehatanku akan pulih kembali."
"Sungguh?"
"Na'am abi...,aku tak mungkin berbohong kepada abi."
"Baiklah,tapi jika kau merasakan kondisi kesehatanmu tak baik,segera beritahu abi."
Maafkan aku abi... Tapi,tak mungkin aku memberitahukan kondisiku yg sebenarnya kepada abi sedangkan kesehatan abi juga baru saja pulih,aku tak ingin kesehatan abi memburuk kembali,lagi pula sakit dikepalaku bukanlah sakit yg berat,diberi obat sakit kepala pasti akan jauh lebih baik.
Sesampainya dikediamanku...
"Alhamdulillah,akhirnya abi sampai juga."
Aku langsung pergi ke dapur dan kubuatkan teh hangat untuk abi dan mengamtarkan abi ke kamar untuk beristirahat sejenak.Aku pun beristirahat dikamarku,kurebahkan tubuhku.Ya Rabb...,rasa sakit apa ini? Tak kuasa aku menahannya,aku tak ingin abi mengetahui kondisiku,aku tak mau abi khawatir terhadap kondisiku ini rahasiaku hanya aku dan Allah yg mengetahui hal ini.Ya Allah,apa pun penyakitku ini tolong berikan kesembuhan yg sempurna terhadapku jika ini adalah ujian yg harus aku hadapi beri aku kesabaran dalam menghadapinya dan tolong jadikanlah hal ini sebagai suatu cara untuk meningkatkan kadar keimananku.
BERSAMBUNG.., (Bag 20 of 36)








0 komentar:
Posting Komentar