♥ ABI.., ♥ (Bag 18)
2 hari kemudian...
Suara ketukan pintu dipagi hari membuyarkan lamunanku.
Kubuka pintu...,dan ternyata pengantar surat yg datang menyampaikan surat yg dikirimkan oleh pihak kedutaan Belanda.Setelah kubuka suratnya ternyata berisi pemberitahuan bahwa ada pengunduran waktu keberangkatan peserta pendalaman kesehatan di Amerika serikat dikarenakan satu dan lain hal.
Alhamdulillah...,setidaknya aku bisa sedikit menata hatiku dan mengembalikan konsentrasi belajarku setelah sebuah masalah yg sempat mengalihkan duniaku untuk sejenak.Aku yakin,ini adalah waktu tenggang yg diberikan oleh Allah untuk diriku.Ternyata,keberangkatanku ke Amerika ditunda 6 bulan yg akan datang.
Sesegera mungkin kuberitahu abi...
Kususuri rumahku,tapi tak kutemukan sosok Abi,dikamarnya pun tak ada.Ya Allah,abi dimana...
"Abi...! Abi...! Abi dimana?"
Kubuka semua ruangan yg ada didalam rumah hingga akhirnya aku menuju ke arah taman belakang,dan....
"Astaghfirullah,Abi..."
Kulihat sosok yg paling kucintai tersungkur dilantai tak sadarkan diri.Sesegera mungkin kutelepon ambulan.Ya Rabbi...,ada apa ini? Apa yg terjadi dg abiku? Tolong ya Rabb,jangan biarkan hamba kehilangan orang tua yg amat hamba sayangi apalagi sebelumnya hamba telah mengecewakannya dg menggagalkan acara pernikahan yg telah abi siapkan sebaik mungkin.Air mataku menetes jatuh hingga membasahi lantai tapi tak lama kemudian,suara ambulan membuatku kembali tersadar,petugas ambulan segera membawa abi menuju kerumah sakit terdekat dari kediaman.Ya Allah,tak kuasa kulihat wajah yg makin keriput dg rambut yg semakin memutih kini terbaring tak sadarkan diri,selamatkanlah abi,ya Rabb.
Setibanya dirumah sakit,abi langsung ditangani di instalasi gawat darurat oleh tenaga medis di Belanda.Aku pergi ke mushala rumah sakit karena ini adalah satu2 nya rumah sakit islam di Belanda.Waktu zhuhur telah tiba,kubasuhkan air wudhu kewajahku dan bagian tubuhku yg lain.Subhanallah...,lembut sekali butiran air ini.Kutunaikan shalat sunah qabliyah dan dilanjutkan dg shalat zhuhur.Seusai shalat kubaca al Quran kurenungi setiap makna dari Kalamullah yg sungguh indah untaian katanya hingga tiba2 aku sampai pada salah satu ayat yg berbunyi.Innallaaha ma'ash shaabiriin.... Sesungguhnya Allah bersama orang2 yg sabar.
Astaghfirullah,tampa sadar aku kerap kali mengeluh pada setiap ujian yg Allah berikan kepadaku,seberapa sering lisanku berkeluh kesah terhadap ujian yg Engkau berikan.Ampuni hamba,ya Rabb...,ampuni hamba...
Seusai shalat kutunaikan dan selepas doa kupanjatkan,seorang perawat memanggilku dan berkata bahwa dokter yg menangani abi tadi ingin bertemu dg diriku.Ya Rabb...,semoga hanya kabar baik yg kudengar tentang kondisi kesehatan abi.Perlahan aku berjalan dg penuh harap menuju ruangan dokter,kalimat tasbih kulantunkan terus menerus dari lisanku,rasa was2 dan ketakutan menghinggapi hatiku saat itu bahkan hampir saja menguasai jiwaku... Astaghfirullah,a'udzubillahi minasy syaithan,amantu billahi warusulih... Ya Allah,berikanlah kepadaku hati yg tenang,yg beriman kepada hari pertemuan dg Mu dan ridha terhadap ketentuan Mu.
Akhirnya sampai juga aku diruang dokter,sang dokter mulai memperkenalkan dirinya dan menjelaskan semua kondisi kesehatan abi.Beliau berkata bahwa abi terlalu stres dan banyak memikirkan sesuatu sehingga mengakibatkan penyakit jantungnya kembali kambuh karena rasa sakitnya tak tertahankan lagi akibatnya abi menjadi tak sadarkan diri beruntung segera dilarikan ke rumah sakit sehingga langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut tapi saat ini kondisinya masih tak sadarkan diri,kemungkinan besok pagi abi baru bisa sadar.
Alhamdulillah...,sujud syukur langsung kulakukan saat itu juga tak ingin aku menunda kebahagiaan yg Allah berikan kepadaku saat itu,terima kasih ya Rabb...
Keesokan harinya...
Seusai shalat subuh,kupandangi wajah orang yg kucintai masih tak sadarkan diri,terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit,kerut wajahnya tampak begitu jelas,kantung matanya kian membesar.Kini kulitnya tak sesegar dulu,tenaganya pun tak sekuat dulu dan fisiknya juga tak sesehat dahulu.Aku jadi teringat saat kecil dahulu bersama ummi dan abi,diajaknya aku bermain ditaman bunga didekat kediaman kami di Kufah.Dahulu,abi masih kuat untuk menggendong tubuh mungilku tapi kini sosok yg dahulu selalu menggendong dan memanjakanku sudah bertambah usianya,menjadi semakin tua,menjadi semakin rapuh,kekuatannya semakin terkikis dimakan usia.Ya Rabb...,allaahummaa thowwil'umuurana,ya Rabbi,berikanlah kami usia yg panjang agar semakin lama kami dapat beribadah kepada Mu dan beri kesempatan kepadaku untuk dapat mempersembahkan yg terbaik untuk abi demi meraih keridhaan Mu...
Tiba2... Aduh... Astaghfirullah...,mengapa kepalaku sakit sekali.Ya Rabb,ada apa ini rasa sakit ini muncul karena begitu sakitnya kepalaku tak kuasa aku menahannya hingga akhirnya aku berbaring disofa.Astaghfirullah...,kuatkan hamba ya Rabb,sehatkan hamba,kalau hamba juga sakit,siapa yg akan mengurus abi...
"Ni...da..."
Abi sudah sadar,bahagianya hatiku walaupun rasa sakit dikepalaku masih terasa tapi setelah mendengar suara abi,rasa sakitku mulai berkurang.Kuhampiri abi,kusentuh dan kucium tangannya yg mulai keriput kulitnya.
"Alhamdulillah,abi sudah sadar.Na'am,abi... Aku disini."
"Abi dimana,Nak? Tempat apa ini?"
"Abi dirumah sakit,dokter berkata kepadaku sebaiknya abi tak banyak bicara terlebih dahulu supaya kondisi abi cepat pulih kembali."
"Tapi Nak,mengapa abi bisa dirawat di rumah sakit?"
"Kemarin,kutemukan abi tak sadarkan diri dan tersungkur dilantai lalu kubawa abi kemari supaya dapat ditangani dg baik dirumah sakit ini,begitulah ceritanya."
"Astaghfirullah...,maafkan Abi,Nak... Abi sudah merepotkanmu,maafkan Abi telah membuatmu khawatir terhadap kondisi Abi."
"Aku khawatir sekali saat aku melihat abi tak sadarkan diri,aku takut sesuatu yg buruk bisa terjadi pada abi,tapi sungguh abi...,tak sedikit pun aku merasa direpotkan,tak mungkin aku merasa repnt menemani seorang yg sangat kucintai."
"Alhamdulillah...,terima kasih,Nak."
"Sekarang,sebaiknya abi istirahat dahulu,kondisi abi masih sangat lemah aku khawatir akan terjadi hal2 yg tidak kuinginkan."
"Tapi Nak...,bagaimana dg keberangkatanmu ke Amerika? Bukannya seharusnya besok kau harus pergi kesana?"
"Tidak,abi."
"Apa? Jadi kau membatalkan beasiswamu untuk belajar di Amerika?"
"Kemarin aku mendapat surat,isinya tentang pengunduran waktu pemberangkatan ke Amerika dikarenakan satu dan lain hal."
"Jadi,kapan kau berangkat ke sana?"
"Insya Allah,6 bulan lagi aku berangkat kesana Bi,jadi saat ini aku bisa memfokuskan diriku untuk membantu memulihkan kesehatan Abi dan tentunya ini adalah waktu tenggang yg Allah berikan kepadaku untuk menata kembali hatiku setelah kegagalan pernikahanku dg Aziz."
"Sudahlah,Nak... Itu adalah musibah yg tak akan pernah diinginkan oleh siapa pun di dunia ini.Kau harus tetap bersabar dan percaya bahwa setiap detik dari kehidupan kita telah diatur oleh sang penguasa semesta,Allah Azza wa jalla,percayalah."
"Iya,abi... Baiklah,sekarang abi istirahat dahulu supaya lekas sembuh."
"Na'am,Nida."
Aku berusaha tetap tersenyum saat berbicara kepada abi,sebisa mungkin aku tak menunjukan rasa sakitku ini kepada abi... Tapi ya Rabb,sebenarnya apa yg terjadi padaku... Berikan kesehatan kepadaku ya Rabb,kepada abiku dan kepada seluruh insan yg kucintai atas nama Mu.Aamiin...
BERSAMBUNG.., (Bag 19 of 36)








0 komentar:
Posting Komentar