Karya:Putri Indah Wulandari..
KEHIDUPAN BIDADARI SURGA
BAG 1
Lembayung senja yg mewarnai langit pesantren Husnul Khotimah membuat
para santrinya semakin merasakan kedamaian yg mendalam pada lubuk
hatinya sementara langit sore yg dihiasi siluet senja berwarna merah
marun semakin menambah kehangatan nurani,jiwa dan pribadi setiap insan.
Tampak diserambi Masjid Al Muhajirin seorang santri memandang teduh
Al Quran kecilnya membuka lembar demi lembar ayat2 suci seraya
menghafal kalam Ilahi tersebut.Hari2 yg dilaluinya tak pernah lepas
terurai dari Al Quran kecilnya itu.Setelah selesai belajar dipesantren
dia langsung mengisi waktunya dg pergi ke Masjid Al Muhajirin untuk
membaca dan menghafal Al Quran itulah sebabnya dia memiliki hafalan yg
jauh melebihi kawannya yg lain,selain itu gelar santri teladan telah
berhasil ia peroleh akhir semester lalu dan tatkala matanya tertuju
pada ayat:
"Maka,nikmat Tuhan kamu manakah yg kamu dustakan?"(Q.S AR-RAHMAN 55:13)
Matanya yg teduh,bersih dan bercahaya mulai mengeluarkan butiran bening yg mengalir dari relung hati terdalam.
"Rabbi...,sesungguhnya hanya karena Mu aku hidup hanya dg nama Mu aku
kuat menghadapi hidup ini.Tak kuasa diri ini terlepas dari jalan Mu
dan sesungguhnya beribu nikmat telah Engkau berikan padaku hanya pada
Mu hamba berserah."
***
"Nida....,kemari sebentar."
Nida begitulah semua teman memanggilku.Kedua orang tuaku memberi nama
Shabrina Lailatun Nida dan aku terhentak saat mendengar seseorang yg
memanggil namaku dan aku pun menghampirinya.
"Ada apa,Farah?"
"Ustadz Karya memanggilmu di kediamannya."
"Baiklah,aku segera kesana.Terima kasih...."
Aku pun segera berjalan menuju kediamanan Ustadz Karya.
"Assalamu'alaikum,Ustadz.Afwan...,apa Ustadz memanggilku?"
"Wa'alaikum salam.Ya,aku memang memanggilmu duduklah Anakku."
"Syukron,Ustadz." jawabku.
"Nida...,kau muridku yg patuh tolong janganlah kau mengecewakanku.Aku
minta kau menjaga dan menambah terus hafalan Al Quranmu serta
mempertahankan prestasimu.
Aku menginginkan kau tetap menjadi yg terbaik di mana pun engkau berada."
"Insya Allah,Ustadz.Aku akan selalu berusaha sebaik mungkin."
"Aku harap begitu,Anakku.Kau boleh kembali kepesantren sekarang."
"Syukron,Ustadz."
Begitulah perhatian Ustadz Karya kepadaku,selain beliau adalah
sahabat karib Ayahku,aku juga selalu mendapatkan nilai tertinggi di
pelajarannya.
Kembali kepesantren ternyata baru kuketahui bahwa ada seorang santri
baru namanya Maryam Muhsin.Sepertinya dia ramah,aku pun mencoba
menghampirinya.
"Assalamu'alaikum,perkenalkan namaku Nida.Selamat datang dipesantren Husnul Khotimah."
"Wa'alaikum salam,Nida namaku Maryam Muhsin."
"Kalau boleh saya tahu kamu pindahan dari mana?" tanyaku kepadanya.
"Aku baru saja pindah dari pesantren Al Hikmah di Jeddah."
***
Dan semenjak perbincanganku dg Maryam saat itu aku mulai menjalin
persahabatan dg dirinya.Maryam adalah sahabat yg baik dia selalu
mendukungku disetiap langkahku dan kali ini aku menemukan sosok seorang
sahabat sejati karena Allah.
Tak terasa sudah 2 tahun aku bersahabat dg Maryam tapi selama itu
baru sekarang dia menceritakan tentang keluarganya kepadaku dan betapa
terkejutnya aku saat tahu bahwa dia adalah putri dari seorang ulama
terpandang yaitu Ustadz Muhsin Abdul Jalil.Sungguh tak pernah kusangka
aku dapat bersahabat dg putri seorang ulama yg terpandang dan yg
membuat aku lebih terkejut lagi ternyata Maryam memiliki saudara kembar
dan saudaranya menuntut ilmu di Ma'had Al Multazam sebuah pesantren yg
letaknya tidak jauh dari Pesantren Husnul Khotimah.
Hari demi hari kujalani dg indah bersama Maryam dan teman2 ku yg
lain dan semenjak saat itu Maryam mulai sering bercerita tentang
keluarga dan saudara kembarnya itu tapi ada yg aneh dalam hatiku aku
merasakan ada getaran yg lain saat Maryam menyebut nama Muhammad Muhsin
saudara kembarnya hati ini merasakan kekaguman kepada bayangan
Muhammad Muhsin walaupun aku belum pernah melihat sosok Muhammad tapi
cerita Maryam tentang sosok dirinya cukup tuk kujadikan alasan bahwa aku
mencintainya
Sejak saat itu aku pun bertekad untuk terus menyembunyikan perasaan
cintaku kepada Muhammad.Aku bertekad menjaga cinta itu selamanya,cinta
kepada sesosok bayangan yg baik akhlaknya,santun sikapnya,hafalan
Qurannya yg banyak,cerdas dan menurut Maryam,Muhammad adalah sosok yg
tampan.
***
"Nida,bagaimana kabarmu?" pertanyaan itulah yg selalu dilontarkan Ustadz Karya setiap kali bertemu denganku.
"Alhamdulillah,kabarku baik2 saja Ustadz,begitu pun dg hafalan Quran dan prestasiku."
"Alhamdulillah kalau begitu adamya.Kemarin aku pergi ke Kufah dan bertemu Abimu dan beliau menitipkan sesuatu untukmu."
"Syukron,Ustadz.Sekarang apa saya boleh kembali kepesantren?"
"Ya,silahkan Anakku...."
Tapi saat kakiku mulai melangkah keluar dari kediaman Ustadz Karya,tiba2...."Tunggu sebentar,Nida."
"Ada apa,Ustadz?"
"Nida anakku...,cinta adalah anugerah suci dari Allah yg harus dijaga
keabadiannya karena butiran cinta suci yg mengalir deras dari
singgasana tertinggi dan tidak semua orang dapat mendapatkan
kebahagiaan cinta yg langsung turun dari genggaman Nya tapi
berhati-hatilah Anakku,Cinta bagaikan mata pedang yg dapat menghunus
siapa pun yg menggenggamnya apabila kita tidak berhati-hati
menggunakannya maka harapan kita yg akan terluka."
Tanda tanya besar memenuhi hatiku saat itu.Apa maksud Ustadz Karya
berbicara seperti itu padaku,apa beliau mengerti perasaanku saat
ini,apa beliau mengetahui bahwa aku mencintai Muhammad Muhsin? Ya
Rabbi...,tolong jaga cintaku dan tolong jaga hatiku jangan biarkan
semua ini berkembang menjadi maksiat karena yg kuinginkan dari cintaku
kepada Muhammad Muhsin adalah nikmat bukan laknat.
***
"Alhamdulillah.... Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba'damaa amaatana
wa ilaihin nusuur.Segala puji bagimu Allah yg telah menghidupkanku
kembali setelah mematikanku."
Kulangkahkan kakiku dg basmalah menuju istana cinta Mu,Rabbi.
Usai shalat tangisku mulai pecah mengingat dosa dan kesalahan serta
kelalaianku pada Rabb ku dan ternyata dibalik semua itu Ia masih
memberikanku kebahagiaan dg menghadirkan
Sosok seorang insan yg dapat mengisi palung hatiku.Muhammad
Muhsin,tangisku semakin pecah dan air mataku mengalir deras saat
namanya terucap dari lisanku.Entah mengapa aku merasa dekat dg dirinya.
"Rabbi...,mengapa aku merasakan adanya kesempurnaan pada diri
Muhammad,mengapa aku merasa dia orang baik yg bisa menjadi imamku
kelak,mengapa sosok Muhammad Selalu mengisi hatiku... Rabbi,benarkah
sosok Muhammad sama seperti yg aku bayangkan,benarkah insan yg kucintai
dalam cermin cinta sesuai dg fakta dan realita kehidupan yg ada.Aku
tidak pernah merasakan keagungan cinta Mu seperti yg kurasakan saat
ini.Rabbi...,tolong jaga cintaku jangan biarkan goresan maksiat
tersirat dalam lebarnya palung hatiku,tolong jadikan sosoknya menjadi
nyata dihadapanku kelak bukan hanya sosok yg nyata dalan angan
terindahku,Aamiin."
Tak lama setelah doa kupanjatkan gemuruh adzan berkumandang menyeru
seluruh umat manusia untuk bertemu dg Kekasih abadinya.Suara adzan yg
saling bersahutan mengundang seluruh manusia secara bergerombol
layaknya semut yg pergi ketempat gula berada.
***
Tak terasa 3 tahun telah berjalan begitu cepat roda kehidupan terus
berputar seakan pergi meninggalkan masa lalu yg menyimpan berjuta
kenangan dan tak terasa pula kesulitanku dalam menghafal Al Quran telah
dapat kulalui dg baik dan sungguh tak pernah kupercaya aku sekarang
telah hafal Al Quran.Ya...,aku hafidzah sekarang aku bisa membawa ke 2
orang tuaku menuju gerbang surga yg penuh keindahan.Shabrina Lailatun
Nida Al-Hafizhah itu namaku sekarang.Mataku mulai mengeluarkan butiran
bening kebahagiaanku tak berakhir sampai disini ternyata sahabatku
Maryam Muhsin juga telah menjadi hafal Al Quran demikian juga dg
saudara kembarnya Muhammad juga telah selesai menghafal Al Quran dan
menjadi seorang hafizh.
"Assalamu'alaikum,Nida..."
"Wa'alaikum salam Maryam,tak kusangka sekarang kita sudah hafal Al Quran."
"Alhamdulillah,semua tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah dan
tahukah kamu hari ini Abiku datang ke pesantren karena mendengar kabar
dari Ustadz
Karya dan Ustadz Fatah bahwa aku dan Muhammad telah hafal Al Quran."
"Benarkah? Aku turut bahagia mendengarnya."
"Lalu,kapan orang tuamu datang kemari? Pasti orang tuamu akan sangat bahagia mengetahui putri kesayangannya hafal Al Quran."
"Insya Allah,abiku datang kemari besok lusa."
Tak hanya itu hatiku merasakan kebahagiaan yg teramat sangat saat
mengetahui sosok yg kukagumi telah hafal Al Quran.Keyakinanku bahwa dia
yg akan menjadi imamku kelak semakin bertambah,kebahagiaan terasa
memenuhi dada terima kasih Ya Allah kau selalu membuatku bahagia.
"Nida..."
"Eh...,ada apa?"
"Mengapa kau termenung? Apa ada yg salah dg kata2ku?"
"Eh... Tidak,aku hanya merasa sedih artinya sebentar lagi aku akan kehilangan sahabat terbaikku."
Lalu kulihat senyum indah di wajah Maryam.
"Nida,kita bertemu karena Allah dan kita juga akan berpisah karena
Allah yakinlah bahwa persahabatan yg dilandasi rasa cinta pada Allah tak
akan pernah putus sampai kapan pun."
"Ya... Maryam,aku harap bisa bertemu dg mu lagi."
Maryam...,andai aku bisa berbagi kebahagiaan dg mu,andai aku bisa
bercerita kepadamu tentang cintaku kepada saudara kembarmu aku pasti
akan merasa bahagia tapi aku takut untuk memberitahumu tentang hal
ini.Rabbi...,berikan waktu yg tepat kepadaku untuk membuka semua tabir
rahasia ini.
***
Hari ini abi datang kepesantren dan menjemputku untuk pulang ke
Kufah.Abi berasal dari Kufah sedangkan ummi adalah keturunan asli
Indonesia.Aku dilahirkan di Indonesia di kediaman ummi lalu kami semua
pindah ke Kufah karena bisnis Abi berada di Kufah jadi semenjak kecil
aku telah dibesarkan di Kufah.Sungguh...,rasanya sangat berat
kutinggalkan pesantren yg sudah banyak memberiku pelajaran yg amat
berharga dan hari ini juga aku akan berpisah dg sahabatku Maryam Muhsin
dan artinya juga aku tak akan lagi mendengar kabar dan cerita Maryam
tentang Muhammad karena dia juga akan kembali ke Madinah kota
kelahirannya.
"Assalamu'alaikum shohibi,kaifa haluk?" ucap Abi saat bertemu dg Ustadz Karya.
"Wa'alaikum salam Akhi,ana bikhair,wa antum?" balas Ustadz Karya.
"Alhamdulillah,kuucapkan banyak terima kasih.Berkat bimbinganmu akhirnya putriku bisa hafal Al Quran."
Ustadz Karya hanya membalas rasa terima kasih dari abi dg sebuah
senyuman "tak perlu seperti itu ini semua adalah buah usaha dari putrimu
sendiri lagi pula kau adalah sahabatku jadi putrimu adalah putriku
juga." jawab Ustadz Karya merendah.
"Ya...,tapi dibalik semua itu peranmu sangatlah berarti kalau begitu kami mohon pamit dulu untuk pulang kembali ke Kufah."
"Mengapa terburu-buru? Menginaplah satu malam disini kita bisa minum teh seraya mengenang suka duka masa lalu"
"Terima kasih atas tawarannya tapi tiket pesawat untuk pukul 4 sore nanti sudah aku pesan."
''Baiklah kalau begitu hati2 dijalan dan pesanku untuk Nida jaga
hafalanmu,jaga prestasimu dan juga jaga cintamu.Yakinlah pada Allah akan
cinta yg telah diberikan Nya walaupun kau tidak pernah melihat
sosoknya tapi tetaplah yakin bahwa skenario Allah akan berjalan dg
indah karena Allah selalu bersama perasaan hamba Nya."
"Syukron Ustadz,akan kuingat selalu nasihat yg Ustadz berikan kepadaku." jawabku kepada Ustadz Karya.
"Jangan lupa...,sering2 lah berkunjung kemari."
"Insya Allah,baiklah kami pamit dulu.Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Jaga hafalammu,jaga prestasimu dan jaga cintamu pesan itulah yg
selalu kuingat sampai kapanpun tapi...,Ustadz Karya berpesan kepadaku
untuk menjaga cintaku dan mengapa Ustad Karya mengetahui bahwa saat ini
aku sedang mencintai seseorang yg belum pernah kulihat wajahnya belum
kukenal pribadinya dan belum kutahu akhlaknya walaupun begitu aku
merasa sangat yakin atas perasaanku,Allah tak akan mungkin
mengecewakanku.
"Nida,Abi ingin bertanya sesuatu kepadamu" tanya abi sewaktu kami berada dipesawat.
"Silahkan Abi,apa yg akan abi tanyakan kepadaku?"
"Anakku setelah tiba di Kufah apa yg akan kau lakukan?"
"Aku tidak tahu,Abi masih bingung."
"Mengapa kau belum memikirkannya? Apa kau tidak ingin melanjutkan studimu?"
"Melanjutkan studiku? Maksud Abi,kuliah?"
"Ya... Abi menyarankan kepadamu untuk melanjutkan studimu.Bagaimana jika di Universitas Al Azhar Kairo?"
"Di Kairo,Abi? Artinya aku harus meninggalkan Ummi,Abi dan kota Kufah lagi?"
"Ilmu adalah harta yg paling berharga,Anakku.Kejarlah ilmu selagi
Allah masih memberimu kesempatan janganlah kau sia2 kan waktumu.Kau
cerdas,shalihah Abi percaya kau pasti bisa menjadi putri kebanggaan Ummi
dan Abi... Kau boleh mempertimbangkannya terlebih dahulu."
"Baiklah Abi,akan kupertimbangkan terlebih dahulu."
"Satu lagi yg ingin Abi tanyakan padamu..."
"Apa itu,Abi?"
"Mengapa saat kita berpamitan untuk kembali ke Kufah Ustadz Karya
berpesan padamu untuk selalu menjaga cintamu.Apa artinya sekarang kau
sedang mencintai seseorang?"
Jantungku sempat berdetak kencang saat Abi menanyakan hal
itu,haruskah aku mengatakan yg sebenarnya bahwa saat ini aku mencintai
putri Ustadz Muhsin Abdul Jalil.Aku tak mungkin berkata semuanya kepada
Abi apabila semuanya masih berupa bayangan tapi saat semuanya sudah
menjadi nyata,aku janji Abi aku janji akan menceritakan semuanya kepada
Ummi dan Abi.
"Ah...,tidak Abi aku juga tidak mengerti mengapa Ustadz Karya berpesan seperti itu kepadaku." ucapku berbohong.
Maafkan aku abi,tapi semuanya masih menjadi mimpi yg entah kapan
menjadi pasti.Aku bagaikan semut kecil yg ingin pergi ke bulan memang
semua itu dapat terjadi dg izin Allah tapi ada saatnya aku dapat
melakukan hal itu dan akan kutunggu sampai Allah memberiku kesempatan
untuk mencapainya.
BERSAMBUNG... Ke (Bag 2 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








semoga ada sosok Muhammad di dunia ini.,.
BalasHapusAku suka banget tentang novel ini aku berharap bisa seperti nida bisa menjadi hafidza amiin y robbal Al-Amin ya ALLAH
BalasHapus