Karya : Putri Indah Wulandari..
GEMURUH HATI YG TAK TERHENTI (Bag 2)
Kebun kurma yg terhampar luas bangunan2 indah yg tersusun rapi jalan2
yg bersih ditambah lagi dg keindahan sungai Eufrat dan Tigris yg
menambah suburnya kota Kufah.Lebih dari 3 tahun kutinggalkan kota Kufah
tapi semuanya masih seperti semula tak banyak berubah bahkan gubuk
kecil ditepi sungai Tigris yg dahulu biasa aku kunjungi dg teman2
kecilku masih ada hingga kini.Pohon2 disekitar sungai masih berdiri dg
kokohnya,bunga2 yg dulu sering kupetik kini masih bermekaran dg
indahnya.
Aku bahagia melihat semua ini rasanya tak ingin kutinggalkan kota Kufah lagi.
Namun diatas semua itu aku sungguh merindukan Ummi yg sudah lama
sekali aku tak bertemu dg Ummi.Segera mungkin aku memasuki rumah.
"Assalamu'alaikum...,Ummi?"
Aneh mengapa tak ada sahutan salam dari Ummi tak mungkin Ummi tidak
menjawab salam dari seseorang atau mungkin Ummi sedang pergi sehingga
tak ada dirumah tapi pergi kemana? Tak mungkin Ummi pergi jika tahu
kalau aku akan tiba hari ini.
"Abi,dimana Ummi? Apa Ummi sedang pergi? Kemana,Abi? Apa ummi ke rumah Bibi Zahra? Atau mungkin kerumah Bibi Salma?"
"Anakku..."
"Ada apa,Abi?"
"Mungkin sebentar lagi ummi akan tiba."
"Jika ummi sudah tiba tolong beritahu aku,aku pergi ke kamarku dulu."
Seperti apa ya kondisi kamarku setelah kutinggalkan selama 3 tahun
lebih? Wah...,kamarku masih seperti dulu masih indah dan rapi sepertinya
ummi selalu membersihkannya.Sungai Tigris juga masih terlihat jelas
dari kamarku guratan langit senja seakan terlukis indah di perairan
Tigris,burung2 masih beterbangan seraya menyanyikan lagu indah dan tak
sadar aku terlelap dalam kebahagiaanku.
Setelah aku terbangun dari tidurku saat itu pula aku langsung
mencari ummi tak sabar lagi ingin kupeluk ummi dan menceritakan semua
tentang diriku pada ummi.
''Ummi.... Ummi.... Apa ummi sudah pulang?"
Aneh...,mengapa ummi belum juga pulang tak seperti biasanya ummi
pergi selama ini.Apa mungkin ummi mengunjungi nenek di Indonesia tapi
mengapa abi tidak memberitahuku.Selama dalam perjalanan pulang abi juga
tak berkata sedikit pun tentang ummi ada apa sebenarnya ini? Akhirnya
aku menghampiri abi untuk menjawab kebingunganku ini.
"Abi,sebenarnya ummi kemana?"
"Anakku..."
"Mengapa abi tak menjawab pertanyaanku? Kemana ummi?"
"Ummimu... "
"Abi ada apa dg Ummi? Pasti ummi baik2 saja kan? Tolong beritahu aku Abi,sebenarnya apa yg terjadi selama aku tidak ada?"
"Abi percaya kau adalah anak yg tegar."
"Sebenarnya ada apa ini,mengapa abi berbicara seperti itu padaku."
Aku bahagia melihat semua ini rasanya tak ingin kutinggalkan kota Kufah lagi.
Namun diatas semua itu aku sungguh merindukan Ummi yg sudah lama
sekali aku tak bertemu dg Ummi.Segera mungkin aku memasuki rumah.
"Assalamu'alaikum...,Ummi?"
Aneh mengapa tak ada sahutan salam dari Ummi tak mungkin Ummi tidak
menjawab salam dari seseorang atau mungkin Ummi sedang pergi sehingga
tak ada dirumah tapi pergi kemana? Tak mungkin Ummi pergi jika tahu
kalau aku akan tiba hari ini.
"Abi,dimana Ummi? Apa Ummi sedang pergi? Kemana,Abi? Apa ummi ke rumah Bibi Zahra? Atau mungkin kerumah Bibi Salma?"
"Anakku..."
"Ada apa,Abi?"
"Mungkin sebentar lagi ummi akan tiba."
"Jika ummi sudah tiba tolong beritahu aku,aku pergi ke kamarku dulu."
Seperti apa ya kondisi kamarku setelah kutinggalkan selama 3 tahun
lebih? Wah...,kamarku masih seperti dulu masih indah dan rapi sepertinya
ummi selalu membersihkannya.Sungai Tigris juga masih terlihat jelas
dari kamarku guratan langit senja seakan terlukis indah di perairan
Tigris,burung2 masih beterbangan seraya menyanyikan lagu indah dan tak
sadar aku terlelap dalam kebahagiaanku.
Setelah aku terbangun dari tidurku saat itu pula aku langsung
mencari ummi tak sabar lagi ingin kupeluk ummi dan menceritakan semua
tentang diriku pada ummi.
''Ummi.... Ummi.... Apa ummi sudah pulang?"
Aneh...,mengapa ummi belum juga pulang tak seperti biasanya ummi
pergi selama ini.Apa mungkin ummi mengunjungi nenek di Indonesia tapi
mengapa abi tidak memberitahuku.Selama dalam perjalanan pulang abi juga
tak berkata sedikit pun tentang ummi ada apa sebenarnya ini? Akhirnya
aku menghampiri abi untuk menjawab kebingunganku ini.
"Abi,sebenarnya ummi kemana?"
"Anakku..."
"Mengapa abi tak menjawab pertanyaanku? Kemana ummi?"
"Ummimu... "
"Abi ada apa dg Ummi? Pasti ummi baik2 saja kan? Tolong beritahu aku Abi,sebenarnya apa yg terjadi selama aku tidak ada?"
"Abi percaya kau adalah anak yg tegar."
"Sebenarnya ada apa ini,mengapa abi berbicara seperti itu padaku."
"Abi,tolong jujur padaku tentang semua yg terjadi dirumah ini selama aku tak ada."
"Baiklah...,Anakku.Ummi telah pergi."
"Pergi? Pergi kemana,Abi?"
"Ummi telah pergi meninggalkan kita 1 tahun yg lalu."
"Maksud Abi,Ummi meninggal?"
"Ya.... Ummi meninggal dunia setahun yg lalu."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...."
Bagaikan tersambar petir aku mendengar hal ini,seseorang yg paling
kucintai kini sudah pergi meninggalkanku.Mengapa semua ini terjadi
begitu cepat,mengapa semuanya terjadi sekarang saat aku membutuhkan
seorang untuk mengungkapkan semua isi hatiku.Mengapa Ummi pergi saat aku
berniat untuk menceritakan perasaan cintaku pada Muhammad.Mengapa,Ya
Rabb?
"Lalu,Mengapa Abi tidak memberitahuku? Mengapa aku mengetahui ini semua setelah 1 tahun Ummi pergi?"
"Karena itu adalah pesan terakhir dari ummi... Ummi tak ingin kau
sedih,ummi tak ingin prestasi belajarmu menurun lataran memikirkan
kepergian ummi."
"Abi...,lalu aku bagaimana? Aku masih butuh ummi,aku ingin bercerita banyak kepada ummi."
"Anakku...,Abi selalu percaya bahwa kau anak yg tegar menerima kenyataan ini begitu pun dg ummi,ummi sangat bangga padamu."
"Abi...,apa salah jika aku menangis?"
"Tidak,Anakku.Abi juga sangat terpukul dg kepergiaan ummi tak ada
sosok seorang istri yg memiliki akhlak seperti ummi tapi ummi juga
berpesan kepada abi supaya kau tidak bersedih dan meratapi
kepergiaannya karena saat ini ummi sedang bahagia karena bertemu dg
kekasih abadi sang Rabbul Izzati,Allah."
Abi memelukku erat,erat sekali dan saat itu air mataku berjatuhan
lebih deras membasahi hatiku bahkan hingga palung hati terdalam.Aku tak
percaya semua akan terjadi kepadaku secepat ini.Rabbi...,aku belum
siap menerima semua ini jalanku masih panjang lalu siapa yg akan
menemaniku,mendengarkan isi hatiku.
Rabbi...,tolong jaga ummiku jangan biarkan tubuhnya tersentuh oleh
api neraka,jangan biarkan matanya yg jernih mengeluarkan air mata
lantaran menyesali dosa dan kesalahannya.
Tempatkan ummi bersama insan shalih dan shalihah yg menjadi
kebanggaan Rasulullah jangan biarkan ummi terjerat siksa.Tolong
Rabbi...,jaga orang yg paling kucintai.
"Abi,aku ingin pergi ke pemakaman ummi."
"Boleh,tapi sebaiknya besok karena hari sudah gelap dan kau harus
janji pada abi,janganlah kau menangis ditempat peristirahatan terakhir
ummi."
"Insya Allah,Abi..."
"Baiklah,sekarang sebaiknya kau istirahat di kamarmu untuk menenangkan hatimu."
"Baik,Abi..."
***
Setelah shalat subuh aku pergi ke pemakaman ummi,aku berjalan
melewati gubuk kecil ditepi sungai Tigris udara pagi membuat tubuhku
melayang diatas pelangi cinta tertinggi,tetesan embun memberikan
kedamaian pada hatiku tapi semua tak berlangsung lama butiran bening
itu kembali berjatuhan satu demi satu dan akhirnya mengalir semakin
deras.
Rabbi...,inikah kuburan ummi,inikah tempat peristirahatan terakhir orang yg paling kucintai?
"Ummi,aku hampir tak percaya menerima semua kenyataan ini,air mataku
tak henti2 nya mengalir mendengar kabar bahwa kau telah pergi
meninggalkan aku dan abi walaupum demikian adanya hati ini merasa
tenang.Aku percaya kali ini ummi lebih bahagia karena ummi berada dekat
di sisi Nya.
Ummi...,1 bulan sebelum kepulanganku dari pesantren aku sudah
merencanakan untuk bercerita kepada ummi pasti ummi mengerti perasaanku
saat ini.Ummi...,aku harus bercerita kepada siapa lagi? Siapa lagi
orang yg bisa dg sabar mendengar semua penuturan hatiku?
Ummi...,sekarang aku sudah hafal Al Quran,ummi bangga padaku kan?
Ummi...,aku mencintai seseorang dia saudara kembar dari sahabatku yg
sering aku ceritakan pada ummi,dia saudara kembar dari Maryam namanya
Muhammad Muhsin,aku belum pernah melihatnya jangankan untuk mengenalnya
menatap dirinya saja aku tak pernah.Aku juga tak mengerti mengapa
perasaan cintaku pada Muhammad begitu dalam walaupun aku belum mengenal
dan melihat dirinya aku tetap yakin dia orang yg shalih,dia orang yg
baik ummi,pasti ummi juga akan berpikiran yg sama dg ku jika ummi
mendengar semua cerita Maryam tentang
Muhammad kepadaku tapi kali ini aku tak mungkin lagi mendengar kabar
tentang Muhammad dari Maryam karena mereka berdua sudah kembali ke
Madinah kota kelahiran mereka.Lalu kali ini apa yg harus aku
lakukan,Ummi? Aku lega telah menceritakan semuanya kepada Ummi.Ummi
adalah orang pertama yg aku ceritakan tentang perasaanku terhadap
Muhammad.
Ummi...,apa aku salah mencintai Muhammad? Apakah aku salah telah
mencintai sesosok bayangan bukan sosok yg nyata tapi aku selalu yakin
Allah akan menjadikan sesuatu yg tak mungkin menjadi mungkin dg izin
Nya.
Ummi...,aku pulang dulu bulan depan aku akan berangkat ke Kairo untuk
melanjutkan studiku.Memang Ummi tak ada didekatku secara lahir tapi
batinku masih dapat melihat senyum yg merekah dari bibir merah yg selalu
menjaga setiap tutur kata yg kau ucapkan."
Kukirim doa untuk ummi sebelum aku melangkahkan kakiku meninggalkan
pemakamannya berat rasanya kupergi meninggalkan ummi sendiri ternyata
begini rasanya kehilangan orang yg kita cintai.Rabbi...,jangan biarkan
aku kehilangan lagi sosok yg kucintai sebelum aku siap menerima
semuanya.
***
Sore ini hujan turun begitu deras tangisan yg mengalir dari mataku
seakan penghuni alam semesta mengetahui perasaan yg kurasakan saat ini
langit yg mendung seakan mengerti kelamnya jiwaku saat ini.Andai saja
aku dapat menemukan seseorang yg dapat menghubungkan perasaan cintaku dg
ummi,abi dan dengan Muhammad Muhsin laksana hujan yg menjadi
penghubung antara langit yg tinggi dan bumi yg luas yg sampai kapan pun
mereka tak akan pernah bertemu tapi aku menyadari entah sampai kapan
aku harus berharap pada sosok yg hanya hadir dalam bunga tidur
terindahku.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunanku...
"Nida...,tolong buka pintu kamarmu Nak,abi mau bicara."
"Iya Abi,sebentar..."
Gontai langkah kakiku masih lemah,tubuhku terasa tak bernyawa aku berjalan selangkah demi selangkah menuju pintu kamarku.
"Ada apa,Abi?"
"Boleh Abi masuk,Nak?''
"Ya,silahkan masuk abi..."
"Kau tak apa-apa,Nak?"
"Aku tak apa,Abi.Aku hanya masih sedih kehilangan ummi..."
"Sudahlah... Ikhlaskan ummi pergi percayalah bahwa ini bagian dari
takdir Allah yg harus kita jalani.Hapuslah air matamu,Nak..."
Mendengar kata2 abi,air mataku justru mengalir lebih deras bahkan sebesar riak ombak disamudra.
"Nak...,Abi kemari untuk memberikan surat yg telah ditulis satu hari sebelum Izrail menjemputnya..."
"Surat apa,Abi?"
"Entahlah...,abi juga tak tahu.Bacalah Nak...,mungkin itu pesan dari ummi."
Lalu abi meninggalkanku sendiri dalam kamar kuterima surat itu
kupandangi sampulnya yg berwarna merah muda rupanya ummi menyesuaikan
perangai surat ini dg warna kesukaanku dan perlahan kubuka surat
pemberian dari ummi itu.
Assalamu'alaikum....
Putriku,
Menjelang engkau dewasa
Rajutlah benang2 keimanan
Untuk menutupi auratmu
Sebutlah nama Tuhanmu
Dalam setiap detik hidupmu
Agar kau tidak diperdaya situasi Zaman
Yang memang sudah gila tak kenal iba
Putriku yg ummi cintai
Lindungilah tabir kesucianmu
Dengan sifat malu dan benteng Ilahi
Yang berwujud pesona cahaya
Yang terpancar pada surat An Nuur
Ayat 30 sampai 33
Kelak,jika tiba saatnya
Pilihlah suami yg shalih,beriman
Baik bacaan Qurannya
Bersemangat mengumandangkan kebenaran dan keadilan
Setia dalam cinta,suka maupun duka
Menjaga keluarga sepenuh jiwa
Dari hal-hal yg dibenci Allah
Lalu lahirlah dari kesucian rahimmu
Seribu generasi teladan,seribu generasi pilihan
Yang terukir dg standar surat Al Kahfi 13
Hingga akhirnya jadilah engkau seorang ibu sejati
Hingga pada saatnya di akhir masa nanti
Engkau kan dikenang sebagai mentari sejati
Bagi peradaban umat manusia
Pegang dg teguh nasihat ummimu ini
Wasaalamu'alaikum.
"Ummi...!"
Tak sadar aku berteriak keras,keras sekali.
"Ada apa,Nida?"
Tak lama setelah mendengar teriakanku abi datang kekamarku."Ada apa,Nida?" tanya abi lagi.
"Abi,aku teringat kembali saat ummi masih bersamaku,aku teringat saat
ummi mengajariku banyak hal aku teringat saat ummi mengajakku pergi ke
sungai Eufrat & Tigris,aku teringat semuanya
Abi...,semuanya..."
Tak lama tangan halus abi telah berada dipipiku,sembari menyeka air
mataku yg tak kunjung berhenti. "Anakku...,kau percaya pada Allah?"
"Tentu Abi,aku sangat mempercayai Allah..."
"Sekarang tataplah mata Abi..."
"Kulepaskan diriku dari pelukan abi,kutatap dalam2 matanya.Aku
tahu...,sebenarnya abi pun ingin menangis sekeras mungkin tapi abi
selalu berusaha tegar didepanku.
"Abi ingin bertanya kepadamu wahai putriku,apakah menurutmu ummimu adalah orang yg sabar semasa hidupnya?"
"Ya abi,ummi adalah manusia yg sangat sabar dalam menghadapi banyak hal termasuk dalam mendidikku."
"Apakah ummimu pernah meninggalkan shalatnya?"
"Tidak abi,ummi tak pernah lalai dalam setiap ibadahnya,ibadah sunnah pun selalu dikerjakannya."
"Sungguh,apakah kau setuju dg pendapat abi bahwa ummimu adalah wanita shalihah?"
"Segenap jiwa dan hatiku menyetujui bahwa ummi adalah wanita yg shalihah."
Lalu terlihat senyum diwajah abi.
"Nak,berbahagialah dirimu karena ummi akan ditempatkan ditempat yg
terbaik oleh Allah,karena bukan hanya kau dan abi yg mengakui bahwa
ummimu adalah wanita yg shalihah masyarakat disini mengakui bahwa ummimu
adalah wanita yg shalihah."
BERSAMBUNG.... (Bag 3 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








subhanallah,,, sungguh indah ....
BalasHapusklo bisa krimkan filex dri bag 1 - 36.
soalx saya penasaran ...
krnkan ke alamt gmail saya.
hauriafieka@gmail.com
makasih...
jzakallah...
aku mau beli novel ini dmn ya?
BalasHapus