Account

gelembung

cursor

Rabu, 09 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DIMASJID NABAWI # (Bag 3 of 36)

Karya;Putri Indah Wulandari

SEBUAH LEMBARAN BARU (BAG 3)


Tak terasa satu bulan telah berlalu hari ini aku harus berangkat ke Kairo untuk melanjutkan studiku dan itu berarti aku akan meninggalkan abi,kenangan ditempat peristirahatan ummi,sungai Tigris beserta gubuk kecil ditepiannya yg biasa aku kunjungi saat hatiku merindukan ummi dan teman2 ku semasa kecil dulu semoga saat aku kembali nanti semua masih indah seperti saat ini.

Sungguh pagi yg amat cerah....

"Nida...,cepat sedikit Nak sebentar lagi pesawat akan segera berangkat jika tak segera menuju bandara kita akan ketinggalan."

"Baik,Abi.Tunggu sebentar lagi...."

Kan kutinggalkan lagi kota Kufah dan entah kapan aku akan kembali lagi kesini.Rabbi...,tolong jaga kota Kufah yg aku cintai sebagaimana Engkau menjaga ummi dg naungan cinta Mu,abi dg segenap perhatianmu dan cintaku kepada Muhammad dg kesucian Mu.

***

Sampai akhirnya pesawat mendaratkanku di Mesir....

Inikah Mesir? Apakah benar kini aku menginjakkan kakiku ditanah Mesir? Tanah yg terkenal dg sungai Nil yg sungguh indah itu.Pandanganku tertuju pada luasnya hamparan pasir yg membentang,ribuan orang sibuk dg aktivitasnya masing2,benar2 tak kusangka kini aku berada di Kairo kota tersibuk di Mesir.

Negara yg menjadi eksportir kapas terbesar di dunia ini adalah negara yg memiliki peradaban yg sangat tinggi,ini dibuktikan dg banyaknya monumen sejarah kuno yg masih berdiri dg gagahnya dan sungguh menajubkan.Aku melihat perpaduan antara bangunan lama yg dibuat dari batu bata dan reruntuhan kuno dan dikelilingi oleh bangunan modern yg terbuat dari kaca dan baja selain itu kaki langit Kairo yg dipenuhi dg bangunan tinggi,menara dan kubah masjid semakin menambah kemegahan kota Kairo.

Setelah menempuh perjalanan dari Kufah menuju Kairo perut ini terasa lapar sekali.

"Nida,apa kau lapar?" tanya abi padaku.

"Iya abi,aku lapar sekali."

"Kalau begitu mari kita mencari rumah makan dan setelah itu kita harus sesegera mungkin mencari tempat tinggak untukmu karena hari sudah mulai sore."

"Baik,abi..."

Setelah berkeliling-keliling akhirnya aku dan abi menemukan rumah makan Mumtadz dipinggiran kota Kairo.Rumah makan itu adalah rumah makan milik orang Indonesia.Itu terlihat bangunan rumah makan tersebut,bangunannya seperti rumah adat Minang kabau.Aku mengetahuinya karena sewaktu kecil aku memang tinggal di Indonesia.

"Masa'ul khair,silahkan masuk dan menikmati menu dari rumah makan kami."

"Masa'un nur,kami ingin memesan makanan beserta minumannya."

"Baiklah... Silahkan lihat daftar menunya.Rumah makan kami memiliki menu utama yaitu moussaka Mesir dg keju putih diatasnya yg dilengkapi dg salad yg terbuat dari irisan tomat,ketumbar,cabe hijau pedas dan biasa disantap dg roti pizza panas rasanya sungguh lezat sedangkan minuman andalan kami adalah minuman dingin yg terbuat dari perasan jeruk yg disertai dg pemanis tebu."

"Baiklah kami pesan Moussaka Mesir dg 2 gelas minuman Dingin."

"Mousska Mesir 2 dan 2 minuman dingin.Baiklah,15 menit lagi hidangan yg dipesan sudah dapat disantap saya permisi kebelakang dan jika ada pesanan tambahan silahkan menekan tombol yg berada disebelah kiri dan saya akan datang kembali.Syukron...."

Sungguh ramah sekali pelayanan dirumah makan ini ternyata benar yg ummi utarakan padaku,bahwa warga indonesia terkenal dg keramahannya.Tak berapa lama kemudian pelayan itu kembali dg membawa pesanan kami dari aromanya sepertinya moussaka Mesir sangatlah lezat.

***

Ternyata cukup sulit juga mencari tempat tinggal diwilayah yg memiliki luas 1.001.500 km ini,matahari sudah hampir tenggelam dan bulan pun mulai muncul terbangun dari peraduannya tapi hingga kini kami belum juga mendapatkan tempat tinggal.Sudah lebih dari 20 rumah yg disewakan kami kunjungi tapi tak satu pun ada yg kosong.Aku dan abi sudah terlalu lelah untuk berjalan dan tiba2 kulihat sebuah rumah sederhana yg letaknya tidak begitu jauh dari Universitas Aleksandria.Semoga saja masih ada kamar yg bisa kutempati.

"Assalamu'alaikum...."

Abi mengetuk pintu yg terbuat dari kayu yg kokoh itu diiringi dg sapaan salam.

"Wa'alaikum salam,apa ada yg bisa saya bantu?"

"Maaf mengganggu,kami baru saja tiba dari Kufah dan kami membutuhkan tempat tinggal.Apakah disini masih ada kamar yg kosong untuk disewakan? Kebetulan putriku akan melanjutkan studinya di Universitas Aleksandria Kairo jadi saya kira putriku membutuhkan tempat tinggal yg tidak terlalu jauh dari Universitas Aleksandria."

"Oh begitu...,kebetulan kemarin ada salah seorang mahasiswi yg lulus dan sudah pulang kekampung halamannya jadi ada satu kamar kosong."

Setelah abi membayar sewa dan mengurus segala sesuatunya,akhirnya aku dan abi dapat beristirahat.

***

Pagi yg cerah secerah perasaanku hari ini tapi sayang... Hari ini abi akan kembali ke Kufah dan sebelum kembali ke Kufah abi mengajakku untuk melihat keindahan Sungai Nil yg termasyhur di seluruh negeri ini.

"Nida...,ayo cepat kita harus melihat keindahan Sungai Nil...."

"Na'am Abi,tunggu sebentar."

"Abi menunggumu dibawah."

Dalam perjalanan menuju Sungai Nil aku melihat ada pameran lukisan yg begitu ramai dikunjungi oleh masyarakat.Belum pernah aku melihat pameran seramai ini,sebenarnya seberapa indah lukisan yg dipamerkan itu hingga membuat masyarakat terperajat kagum.Untuk menjawab rasa keingintahuanku itu aku dan abi berhenti sejenak dan bergabung dg masyarakat lain untuk menikmati lukisan indah yg dikerumuni banyak orang.

"Mari,silahkan masuk dan menikmati pameran lukisan ini."

"Terima kasih...."

Subhanallah...,tidak terlalu berlebihan jika orang yg berkerumuan mengelilingi lukisan yg indah,lukisan Sungai Nil yg jernih hamparan perkebunan kurma yg terbentang laksana permadani hijau kemegahan Masjid Al Azhar yg kokoh laksana penyangga kehidupan langit dan bumi menambah sempurnanya lukisan2 yg terpajang indah.

Aku mengira sang pelukis hanya mampu sampai disini untuk menggambarkan kemegahan dan keindahan Mesir tapi ternyata sang pelukis pun mampu melukiskan kemegahan Masjid Nabawi yg sangat indah sungguh lukisan yg sangat sempurna.

"The Mother Of Painting" mungkin kata itu yg pantas ditujukan untuk lukisan Masjid Nabawi yg dipenuhi seluruh bagian kota Madinah Munawwarah dan tiba2 sosok Muhammad Muhsin kembali terbayang dalam angan dan benakku,lukisan Masjid Nabawi itu membuat diriku kembali teringat kenangan dan harapanku kepada Muhammad dan sampai hari ini aku masih terus berharap bertemu dg sosok Muhammad Muhsin dalam nyataku diserambi Masjid Nabawi.Aku selalu percaya bahwa Allah akan selalu bersama keyakinan dan perasaan hamba Nya.

"Nida anakku,lagi-lagi kau termenung apa yg membuatmu sering termenung akhir2 ini?" ucap abi membuyarkan lamunanku.

Khayalanku tiba2 menghilang begitu saja laksana angin yg membawa pergi aroma kasturi yg harum dari taman surga menuju bumi nan luas terhampar.

"Tidak abi,aku hanya sangat kagum melihat keindahan Masjid Nabawi dalam lukisan itu.Abi...,aku ingin pergi kesana dan melihat keindahan Masjid Nabawi yg sesungguhnya."

"Ya anakku,insya Allah kita dapat pergi ke Masjid Nabawi di Madinah.Baiklah sepertinya sudah cukup kita melihat pameran lukisan ini,kita harus ke Sungai Nil sebelum sore tiba."

"Baik,abi."

Dalam benak hatiku yg terdalam aku benar2 memiliki harapan yg besar pada bayangan Muhammad Muhsin.Aku selalu berusaha menepis semua nasihat orang disekelilingku untuk melupakan Muhammad mereka beranggapan bahwa mencintai bayangan hanya akan membuat hatiku tersiksa,belum lagi aku harus siap menerima sebuah kenyataan terburuk yg harus aku hadapi apabila dia bukanlah jodohku yg selalu kuingat disetiap mimpi dan nyataku.Tapi sudahlah...,terlalu cepat memikirkan hal itu tak sepantasnya aku mengkhawatirkan masa depanku padahal Allah sudah menggariskan semuanya untuk diriku.Setelah kucoba untuk menenangkan hatiku,aku dan abi melanjutkan perjalanan menuju Sungai Nil.

Tak lama kemudian akhirnya kami sampai di Sungai Nil.

"Abi...,tak pernah kusangka sebelumnya ternyata Sungai Nil begitu indah bahkan melebihi keindahan Sungai Tigris dan Eufrat."

"Aku juga tidak pernah menyangka bahwa Sungai Nil benar2 menakjubkan.Subhanallah...."

Aku dan abi mengarungi Sungai Nil dg menggunakan Feluccas yaitu perahu tradisional yg masih banyak ditemui di Sungai Nil karena selama berabad-abad cara terbaik bepergian di Mesir adalah dg menaiki perahu melewati Sungai Nil.Hingga kini para wisatawan pun masih bisa naik perahu mengarungi Sungai Nil yg terletak diantara Aswan dan Luxor.Selain itu,Feluccas juga dilengkapi dg adanya seorang pemandu perjalanan yg menjelaskan tentang segala sesuatu yg berhubungan di Sungai Nil.

"Assalamu'alaikum Ikhwan wa Akhwat fillah,ahlan wa sahlan di Sungai Nil.Sungai Nil adalah sungai terbesar didunia,Nil merupakan sungai internasional karena mengalir melewati 10 negara dan panjangnya kurang lebih 6.670 km.Air Sungai Nil bermula dari pegunungan Ruwenjori di perbatasan Uganda dan Republi Demokrasi Kongo.Air ini selalu berkumpul di Danau Victoria dan Danau Albert sebelum mengalir ke utara,Sungai Nil bermuara di Laut Tengah Mesir utara.

"Ikhwan wa Akhwat fillah...,Sungai Nil dibagi menjadi 2,bagian dari Sungai Nil yg disebut Nil Putih mengalir sampai setengah panjang mata air Sungai Nil menuju Khartoum di Sudan.Dinamakan Nil Putih karena pada musim panas airnya berwarna putih susu tapi dilain waktu berwarna cokelat keabu-abuan dan berlumpur.Di Khartoum sungai ini bertemu dg Nil Biru yg berawal dari Gunung Ethiopia,disebut Nil Biru karena airnya sangat jernih dan berwarna biru selama bulan air surut yaitu antara Maret dan Juni."

Ya Allah,Sang Rabbul Jalil kekuasaan Mu begitu agung,kau sanggup menciptakan Maha Karya yg tak tertandingi.Air yg biru dan bening laksana benar2 mengalir dari mata air Salsabila di taman surga kesejukan udaranya bagaikan hembusan semilir angin dari langit ke 7,naungan langit biru yg menjadi atap dunia laksana hamparan sutra yg menyelimuti isi dunia.Subhanallah,begitu indahnya pemandangan di Sungai Nil.Sungguh malunya aku karena terlalu sering lalai daripada mengingat seluruh nikmat yg telah Kau berikan padaku,terbesit dalam benakku untuk bertemu dg seseorang yg selalu berada dalam cermin bayang semuku dan tak kusadari terucap dari lisanku sebuah nama.

"Nida..."

Aku tertegun saat abi memanggilku "Ada apa,abi?"

"Nida,nama siapa yg kau ucapkan tadi?"

"Nama? Nama siapa,abi?"

"Tadi abi mendengar kau mengucapkan nama Muhammad Muhsin,siapa dia? Apakah mungkin Muhammad Muhsin adalah orang yg kau cintai? Abi baru ingat saat hendak meninggalkan pesantren Ustadz Karya berpesan kepadamu untuk selalu menjaga cintamu apakah artinya saat ini kau sedang mencintai seseorang yg bernama Muhammad Muhsin? Anakku...,kau percaya pada abi kan? Jika ya,kau pasti akan berkata jujur kepada abi.''

Aku hanya terdiam dan bersembunyi bersama rasa takutku,rasa takut untuk mengatakan yg sejujurnya kepada abi.Apa yg harus aku lakukan saat ini,aku tak mungkin berbohong kepada abi tapi disamping itu aku juga tidak mungkin menceritakan semua isi hatiku tentang Muhammad kepada abi selama Muhammad masih menjadi bayangan dalam hidupku.

Rabbi... Bantu aku,jangan biarkan cintaku diselimuti keraguan.

"Nida,apa yg membuatmu semakin terdiam saat abi bertanya tentang nama itu?"

"Tidak abi,tidak apa2."

"Lalu,mengapa kau harus terdiam membisu saat abi bertanya tentang hal itu?"

Rabbi...,apa yg harus hamba lakukan,abi semakin mendesakku untuk mengatakan semuanya sedangkan aku takut,aku takut jika semua ini hanyalah bayangan yg tak akan mungkin jadi kenyataan.

"Abi...,memang selama ini ada satu hal yg aku sembunyikan dari abi,aku tidak ingin membohongi abi memang Muhammad Muhsin memiliki arti yg sangat dalam hatiku tapi aku tidak bisa mengatakan semua itu sekarang terlalu cepat,abi.Apabila saatnya tiba akan kukatakan semuanya pada abi."

"Baiklah,abi mengerti tapi satu pesan abi padamu cintailah seseorang secara sederhana karena dg begitu semuanya akan terasa lebih indah dan yakinlah selalu bahwa Allah akan memberikan yg terbaik untukmu dan untuk agamamu."

"Terima kasih,abi."

Sudah pukul 4 sore sebentar lagi abi akan kembali ke Kufah dan aku harus tinggal sendiri di Kairo.Aku sangat sedih tapi apabila kuingat senyum yg tersungging dari wajah ummi hatiku merasa kuat.Tak lama kemudian kami telah tiba di bandara.

"Anakku Nida,abi kembali ke Kufah,abi akan mengirimkan uang setiap bulannya untuk biaya pendidikan dan biaya hidupmu.Kau adalah harapan abi satu2 nya jangan kecewakan abi."

"Insya Allah abi,aku akan belajar dg sungguh2 aku akan berusaha menjadi putri kebanggaan abi.Hati2 di jalan,abi...."

"Nida putriku...,jaga dirimu baik2 ingat abi selalu dan ingat juga ummi walaupun ummi sudah pergi dan tak lagi berada disisi kita tapi tetaplah yakin bahwa ummi pasti akan merasa bangga kepadamu apabila kau mempersembahkan yg terbaik dalam hidupmu untuknya.Kau masih mengingat pesan ummi sampaikan padamu?"

"Hidup didunia laksana sesuatu tanaman terkadang ia membuat kita teduh karena rerimbunan daunnya tapi terkadang pula ia membiarkan kulit kita disengat oleh sang raja siang lantaran daunnya yg meranggas karena hidup hanya sekali berilah sesuatu yg

Terbaik untuk orang2 yg kau cintai dalam hidupmu lalsana pohon kurma yg berbuah manis oleh karena itu jadilah pemenang dalam hidup ini... Abi,tak mungkin aku melupakan nasihat ummi yg selalu diucapkannya menjelang aku tidur."

"Abi bangga padamu Nak,ternyata kau masih mengingat nasihat2 yg ummi dan abi berikan."

"Abi...,aku sangat menghormati abi sebagai orang tuaku satu2 nya setelah kehilangan ummi,aku tak mungkin rela membiarkan hati abi terluka.Aku sudah kehilangan ummi jadi aku tak mau kehilangan Abi maka dari itu Insya Allah aku akan berusaha menjadi yg terbaik selalu."

"Baiklah Nak,sepertinya abi harus segera masuk kedalam pesawat,abi berangkat dulu.. Assalamu'alaikum..."

Terdengar kata salam keluar dari lisan abi disertai dg langkah kakinya bersama ratusan orang lainnya menuju pesawat,5 menit lagi pesawat akan lepas landas,panggilan2 terhadap penumpang yg belum naik mulai bersahutan.Ya Allah,jaga dan selamatkan abi dalam perjalanannya menuju Kufah.

Hari ini adalah hari pertamaku belajar di Universitas Aleksandria Kairo,kutemui berbagai macam orang dg karakter dan paras yg berbeda-beda tapi sungguh hal itu tidak membuat mereka acuh karena budaya salam masih merebak di antara mereka.Seusai shalat Dzuhur aku duduk di serambi masjid melihat kemegahan Masjid Agung di Al Azhar dan menatap gedung2 tinggi di Kairo yg hampir menyapa langit namun tiba2 terdengar sayup2 suara salam.

"Assalamu'alaikum Ukhti,madza taf'al?"

Sejenak aku terhenti dari wisata khayalanku dan kembali dalam duniaku.

"Wa'alaikum salam akhi,aku sedang menatap keindahan Kairo."

"Siapa namamu?"

Dan tiba2 dia duduk disampingku tanpa menyepelekan hijab yg ada.Sungguh...,tak berani kutatap wajahnya hanya bisa kudengar suaranya,suara yg begitu lembut,berwibawa,disertai dg bahasa yg sejuk didengar hati.Tapi,ini memang sungguh aneq,aneh sekali mengapa tiba2 ada seorang pemuda menghampiriku dan menanyakan identitasku.Apa mungkin dia hanya ingin menyambung silahturahmi dg ku atau mungkin memang ada maksud lain?

Tapi sudahlah...,tak sepantasnya diri ini berprasangka buruk terhadap seseorang yg baru kutemui.Bismillaah...,semoga tak ada hal buruk yg terjadi padaku.Akhirnya,kuputuskan untuk berkenalan dg pemuda tersebut.

"Shabrina Lailatun Nida."

"Sungguh nama yg sangat indah,Shabrina Lailatun Nida Al Hafizhah."

Sempat tersentak hatiku saat dia mengetahui bahwa aku adalah seorang hafizhah,aku bertanya-tanya dalam hatiku dari mana dia mengetahui bahwa aku hafizhah.

"Tak perlu bingung Nida,aku mengetahui dari cahaya cinta dihatimu dari dalam masjid aku melihat sosok yg termenung dalam kesendirian di serambi dan dari kejauhan kulihat hatimu bercahaya bagaikan pancaran cahaya bulan yg tidak membuat silau setiap mata yg memandangnya.Kuatnya pancaran cahaya dari hatimulah yg membuat aku datang menghampirimu."

Aku hanya terdiam,sebenarnya siapa dia tiba2 datang menghampiriku mengetahui pribadiku,berbicara tentang cahaya cinta lalu apa lagi nanti.... Beribu pertanyaan singgah dalam hatiku.

"Nida,mengapa kau diam saja?"

"Afwan," ucapku meminta maaf kepadanya.

Aku terdiam karena sesungguhnya hati ini masih kukenal terlebih lagi dia mengetahui semua tentang diriku.Akhirnya pemuda tersebut membuka pembicaraan kembali.

"Nama saya Azhar,lengkapnya Muhammad Azhar Fahrezi.Semoga ini bukan pertemuan yg terakhir."

Rabbi...,aku bahagia dg semua ini,terima kasih Kau telah memberikanku segenggam cinta suci yg tak semua orang bisa memilikinya.Ya...,cinta yg lebih indah dari mencintai sosok nyata yg berada dihadapan mata,cinta yg entah kapan akan kubawa dan kutanam dalam dihatiku,cinta yg dapat membuatku tersenyum disetiap waktu yg kulalui karena cinta pada bayangan jauh lebih indah dan karena aku dapat mengingatnya kapan pun Allah mengizinkanku untuk mengingat dirinya.Apabila kuingat dirinya dipagi hari aku dapat mengobatinya dg memandang embun pagi yg menetes 1 demi 1 kebumi.Apabila aku mengingatnya di siang hari aku dapat mengobatinya dg merasakan hangatnya pancaran sinar mentari yg berporos sebagai sumber kehidupan.


Apabila aku mengingatnya disore hari,aku dapat mengobatinya dg melihat goresan siluet senja yg beralaskan angkasa biru dan apabila aku mengingatnya di malam hari aku dapat mengobatinya dg menatap bulan beserta ribuan bintang yg berkedap-kedip diangkasa raya.Pun,apabila aku mengingatnya dikala hujan turun aku dapat mengobatinya dg memandang butiran air hujan yg jatuh ke bumi bagaikan jatuhnya anugerah cinta yg datang kedalam hatiku.Apabila aku mengingatnya dikala hujan reda aku dapat mengobatinya dg menatap lengkungan indah pelangi yg memiliki warna yg beragam bahkan apabila rasa rinduku belum juga terobati,doa Rabithah selalu kukirimkan untuknya dan untuk seluruh orang yg aku cintai termasuk abi,ummi,maryam,bibi sharah dan teman2 ku.Ternyata benar segala sesuatu yg berhubungan dg naluri dan perasaan tak pernah logis sama halnya dg mengharapkan pelangi dan kuncup bunga akan mekar di musim salju.Terima kasih Rabbi...,alangkah indah kekuasaan yg Kau berikan pada hatiku.

***

Tak terasa 6 bulan sudah aku berada di Kairo...

"Ikhwan wa Akhwat fillah...,sebentar lagi ujian akan berlangsung,anda harus mencari berbagai referensi buku untuk mempersiapkan ujian yg sebentar lagi akan dilaksanakan.Saya menyarankan kepada anda sekalian untuk mencari buku di Perpustakaan Aleksandria karena dg begitu referensi untuk bahan persiapan ujian nanti dapat terpenuhi dg baik sebab perpustakaan Aleksandria menyimpan lengkap seluruh buku."

Itulah pengarahan dari seorang dosen dan bel usai mata kuliah pun berdering.

"Najmi...,dimana kau akan mencari referensi untuk ujian semester nanti?"

"Entahlah Nida,aku juga bingung sebenarnya aku ingin pergi ke perpustakaan Aleksandria tapi aku tak tahu harus pergi dg siapa.Lalu bagaimana dengammu?"

"Sebenarnya aku juga ingin sekali pergi kesana,kalau begitu kita bisa pergi bersama."

"Baiklah,besok lusa kita pergi kesana.untuk ilmu,kemanapun akan kukejar."

Najmi adalah seorang mahasiswa Universitas Aleksandria yg cerdas,selama 6 bulan ini dia slalu membantuku.Nama lengkapnya Najmia Hazrina,

dia berasal dari Indonesia.Aku kagum pada Najmi semangat belajarnya besar sekali.Padahal dia dilahirkan oleh keluarga yg bercukupan tapi sedikit pun dia tidak bersikap sombong dan membanggakan harta kekayaan orang tuanya bahkan kehidupannya pun sangatlah sederhana.Terima kasih Rabbi,Kau kembali mengirimkan teman yg baik untuk menggantikan Maryam.

***

Sejarah menyebutkan bahwa perpustakaan Aleksandria pernah menjadi perpustakaan terbesar di dunia.Perpustakaan ini didirikan pada awal abad ke 3 SM pada masa pemerintahan Ptolemeus II dari Mesir setelah ayahnya mendirikan Kuil Muses.Awal pengaturannya dilakukan oleh Demetrius Phalareus,perpustakaan ini diperkirakan menyimpan sekitar 400.000 sampai 700.000 naskah pada masa puncaknya dan sekarang Bibliotek Aleksandria dibangun kembali dan diresmikan pada bulan Oktober 2002 berisikan sekitar 400.000 buku ditambah lagi dg sistem komputer yg modern dan mutakhir.

"Subhanallah,inikah Bibliotek Aleksandria yg termasyhur diseluruh negeri itu? Sungguh indahnya." ucap Najmi padaku.

"Benar Najmi,ini adalah perpustakaan terbesar yg pernah kulihat."

"Baiklah Nida,sepertinya apabila kita berpencar kita akan lebih cepat mendapatkan buku2 yg kita cari,tapi tepat jam 12 siang nanti kita bertemu lagi ditempat ini."

"Baiklah...."

Akhirnya aku dan Najmi berpisah,aku mulai menyusuri lorong demi lorong yg dibatasi rak buku yg sangat tinggi ternyata sangat sulit mencari sebuah buku di istana buku yg menyimpan ribuan buku.1 jam lamanya aku mengelilingi perpustakaan Aleksandria tapi buku yg kucari belum juga kudapatkan sampai akhirnya aku melihat sebuah buku tebal bersampul putih sepertinya buku itu sangat menarik namun saat aku hendak mengambilnya sebuah tangan terlebih dahulu menjulur dan meraih sebuah bu ku yg berjudul Ensiklopedi Mahabbah.Kuarahkan pandanganku menuju pemilik tangan yg telah mengambil buku yg awalnya hendak kuambil tak sengaja mataku sempat bradu pandang dg dirinya.Astaghfirullah ternyata itu Azhar seorang pemuda yg pernah menghampiriku saat aku brada di Masjid Al Azhar.

"Assalamu'alaikum Ukhti Nida,tak kusangka kita bisa bertemu lagi dg mu ternyata Allah benar2 mengabulkan doaku bahwa pertemuan kita kemarin bukanlah pertemuan yg terakhir.Kau sedang mencari buku? Buku apa yg kau cari?''

"Wa'alaikum salam,Azhar aku sedang mencari sebuah buku tentang Ensiklopedi kedokteran islam tapi sejak 1 jam yg lalu aku tak juga menemukannya lalu apa yg kau lakukan disini? Buku apa yg kau cari?"

"Kebetulan aku adalah salah satu pengurus di Perpustakaan Aleksandria.Apabila kau mau,aku bersedia membantumu untuk mencari buku2 yg kau cari."

"Syukron Azhar,kuterima tawaranmu."

Sungguh...,wajahnya sangat berwibawa,tutur katanya lembut,santun dan dapat membuat tenang siapa pun yg mendengarnya tak lama kemudian Azhar mengambil sebuah buku bersampul hijau muda yg berjudul Ensiklopedi ilmu kedokteran islam karangan Ibnu Sina.

"Nida,ini buku yg kau cari aku harus pergi sekarang apabila kau membutuhkan bantuanku lagi,aku berada diruangan pengurus letaknya disebelah kiri lorong ke 4.Assalamu'alaikum...."

"Wa'alaikum salam...."

Pertemuan yg singkat tapi cukup mengesankan,ini adalah kali ke 2 aku bertemu dg dirinya.Sepertinya aku mulai merasa kagum pada sosoknya.Lalu....,bagaimana dg perasaanku pada Muhammad Muhsin?

***

Kurebahkan tubuhku diatas kasur busa di kamarku,mataku memejam mengingat semua aktivitas yg kulakukan hari ini ternyata sulit juga mencari buku di perpustakaan Aleksandria mungkin karena aku belum terbiasa datang ke perpustakaan sebesar itu tapi untunglah ada seseorang yg membantuku.Ah....,mengapa tiba2 aku teringat Azhar sorot matanya mencerminkan ketulusan tutur katanya penuh kelembutan tingkah lakunya santun laksana pemimpin yg berwibawa.Aneh....,setiap kali aku bertemu dengannya seakan-akan Allah menunjukkan kebaikan sikap dan sifat Azhar tapi entah mengapa hati ini terasa hambar setiap kali bersama dirinya.Tak ada perasaan lain kecuali rasa kagum saat bertemu padahal dia adalah pemuda yg sangat baik yg pantas di idamkan oleh seluruh wanita tuk dijadikan imam hidupnya

Yg pantas dijadikan pemimpin untuk menuju kejalan Nya tapi tidak bagiku tidak bagi hatiku.Ada apa ini bahkan teman2 ku dikampus kerap kali membicarakan dirinya dan mengharapkan untuk dapat menikah dg nya tapi aku tak merasakannya.Ya....,aku tahu ternyata sebuah mutiara masih tertanam dalam kerang hatiku tak kusadari ternyata nama itu masih terukir sempurna dalam jiwaku,bayangan dirinya masih bertahta dalam akalku,harapan2 ku kepada dirinya masih membawaku menuju menara makna tertinggi.Ya....,bayangan Muhammad Muhsin yg selalu ada dalam hatiku walaupun ia tak pernah ada dalam nyataku.Tak sadar ternyata sudah 3 tahun aku mencintai seseorang yg belum pernah kukenal.Mungkinkah dia adalah matahari yg pancaran sinarnya terlalu kuat hingga mataku tak kuasa untuk menatapnya? Aku hanya dapat menatapnya dikala fajar dan petang tiba selebihnya aku hanya dapat merasakan kehangatan sinarnya dan mungkin dia adalah bulan yg dekat yg dapat kujadikan tempat berpijak tapi tak menutup kejungkinan jika dirinya adalah bintang yg amat jauh yg tak mungkin dapat kurengkuh sampai kapan pun yg tak dapat kugapai dg tanganku bahkan hanya ada satu waktu untuk dapat melihat dirinya yaitu dimalam hari dan aku selalu takut apabila dirinya hanya menganggapku sebagai pelangi,sebuah lengkungan indah yg muncul saat hujan reda,walaupun indah dilihat mata walaupun indah ditatap hati pelangi hanyalah pelangi sebuah lengkungan indah berwarna merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila dan unggu yg muncul sesaat lalu kemudian pergi menghilang bagai dihapus oleh teriknya mentari.Ternyata sudah 3 tahun aku menutup hatiku untuk orang lain demi mempertahankan bayangan Muhammad supaya selalu bertahta dalam hatiku.

Aku sadar....,cintaku kepada Muhammad memiliki resiko yg sangat besar lebih resiko untuk mengecewakan dan dikecewakan tapi entah mengapa bayangannya tak bisa digantikan oleh sosok nyata sesempurna apapun kecuali Rasul dan abi.Walaupun begitu adanya aku tetap berusaha mencintai Muhammad Muhsin dg sederhana.

BERSAMBUNG... (Bag 4 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar