Karya;Putri Indah Wulandari
SEBUAH LEMBARAN BARU (BAG 3)
Tak terasa satu bulan telah berlalu hari ini aku harus berangkat ke
Kairo untuk melanjutkan studiku dan itu berarti aku akan meninggalkan
abi,kenangan ditempat peristirahatan ummi,sungai Tigris beserta gubuk
kecil ditepiannya yg biasa aku kunjungi saat hatiku merindukan ummi dan
teman2 ku semasa kecil dulu semoga saat aku kembali nanti semua masih
indah seperti saat ini.
Sungguh pagi yg amat cerah....
"Nida...,cepat sedikit Nak sebentar lagi pesawat akan segera berangkat jika tak segera menuju bandara kita akan ketinggalan."
"Baik,Abi.Tunggu sebentar lagi...."
Kan kutinggalkan lagi kota Kufah dan entah kapan aku akan kembali
lagi kesini.Rabbi...,tolong jaga kota Kufah yg aku cintai sebagaimana
Engkau menjaga ummi dg naungan cinta Mu,abi dg segenap perhatianmu dan
cintaku kepada Muhammad dg kesucian Mu.
***
Sampai akhirnya pesawat mendaratkanku di Mesir....
Inikah Mesir? Apakah benar kini aku menginjakkan kakiku ditanah
Mesir? Tanah yg terkenal dg sungai Nil yg sungguh indah itu.Pandanganku
tertuju pada luasnya hamparan pasir yg membentang,ribuan orang sibuk
dg aktivitasnya masing2,benar2 tak kusangka kini aku berada di Kairo
kota tersibuk di Mesir.
Negara yg menjadi eksportir kapas terbesar di dunia ini adalah
negara yg memiliki peradaban yg sangat tinggi,ini dibuktikan dg
banyaknya monumen sejarah kuno yg masih berdiri dg gagahnya dan sungguh
menajubkan.Aku melihat perpaduan antara bangunan lama yg dibuat dari
batu bata dan reruntuhan kuno dan dikelilingi oleh bangunan modern yg
terbuat dari kaca dan baja selain itu kaki langit Kairo yg dipenuhi dg
bangunan tinggi,menara dan kubah masjid semakin menambah kemegahan kota
Kairo.
Setelah menempuh perjalanan dari Kufah menuju Kairo perut ini terasa lapar sekali.
"Nida,apa kau lapar?" tanya abi padaku.
"Iya abi,aku lapar sekali."
"Kalau begitu mari kita mencari rumah makan dan setelah itu kita
harus sesegera mungkin mencari tempat tinggak untukmu karena hari sudah
mulai sore."
"Baik,abi..."
Setelah berkeliling-keliling akhirnya aku dan abi menemukan rumah
makan Mumtadz dipinggiran kota Kairo.Rumah makan itu adalah rumah makan
milik orang Indonesia.Itu terlihat bangunan rumah makan
tersebut,bangunannya seperti rumah adat Minang kabau.Aku mengetahuinya
karena sewaktu kecil aku memang tinggal di Indonesia.
"Masa'ul khair,silahkan masuk dan menikmati menu dari rumah makan kami."
"Masa'un nur,kami ingin memesan makanan beserta minumannya."
"Baiklah... Silahkan lihat daftar menunya.Rumah makan kami memiliki
menu utama yaitu moussaka Mesir dg keju putih diatasnya yg dilengkapi dg
salad yg terbuat dari irisan tomat,ketumbar,cabe hijau pedas dan biasa
disantap dg roti pizza panas rasanya sungguh lezat sedangkan minuman
andalan kami adalah minuman dingin yg terbuat dari perasan jeruk yg
disertai dg pemanis tebu."
"Baiklah kami pesan Moussaka Mesir dg 2 gelas minuman Dingin."
"Mousska Mesir 2 dan 2 minuman dingin.Baiklah,15 menit lagi hidangan
yg dipesan sudah dapat disantap saya permisi kebelakang dan jika ada
pesanan tambahan silahkan menekan tombol yg berada disebelah kiri dan
saya akan datang kembali.Syukron...."
Sungguh ramah sekali pelayanan dirumah makan ini ternyata benar yg
ummi utarakan padaku,bahwa warga indonesia terkenal dg keramahannya.Tak
berapa lama kemudian pelayan itu kembali dg membawa pesanan kami dari
aromanya sepertinya moussaka Mesir sangatlah lezat.
***
Ternyata cukup sulit juga mencari tempat tinggal diwilayah yg
memiliki luas 1.001.500 km ini,matahari sudah hampir tenggelam dan
bulan pun mulai muncul terbangun dari peraduannya tapi hingga kini kami
belum juga mendapatkan tempat tinggal.Sudah lebih dari 20 rumah yg
disewakan kami kunjungi tapi tak satu pun ada yg kosong.Aku dan abi
sudah terlalu lelah untuk berjalan dan tiba2 kulihat sebuah rumah
sederhana yg letaknya tidak begitu jauh dari Universitas
Aleksandria.Semoga saja masih ada kamar yg bisa kutempati.
"Assalamu'alaikum...."
Abi mengetuk pintu yg terbuat dari kayu yg kokoh itu diiringi dg sapaan salam.
"Wa'alaikum salam,apa ada yg bisa saya bantu?"
"Maaf mengganggu,kami baru saja tiba dari Kufah dan kami membutuhkan
tempat tinggal.Apakah disini masih ada kamar yg kosong untuk disewakan?
Kebetulan putriku akan melanjutkan studinya di Universitas Aleksandria
Kairo jadi saya kira putriku membutuhkan tempat tinggal yg tidak
terlalu jauh dari Universitas Aleksandria."
"Oh begitu...,kebetulan kemarin ada salah seorang mahasiswi yg lulus
dan sudah pulang kekampung halamannya jadi ada satu kamar kosong."
Setelah abi membayar sewa dan mengurus segala sesuatunya,akhirnya aku dan abi dapat beristirahat.
***
Pagi yg cerah secerah perasaanku hari ini tapi sayang... Hari ini abi
akan kembali ke Kufah dan sebelum kembali ke Kufah abi mengajakku
untuk melihat keindahan Sungai Nil yg termasyhur di seluruh negeri ini.
"Nida...,ayo cepat kita harus melihat keindahan Sungai Nil...."
"Na'am Abi,tunggu sebentar."
"Abi menunggumu dibawah."
Dalam perjalanan menuju Sungai Nil aku melihat ada pameran lukisan yg
begitu ramai dikunjungi oleh masyarakat.Belum pernah aku melihat
pameran seramai ini,sebenarnya seberapa indah lukisan yg dipamerkan itu
hingga membuat masyarakat terperajat kagum.Untuk menjawab rasa
keingintahuanku itu aku dan abi berhenti sejenak dan bergabung dg
masyarakat lain untuk menikmati lukisan indah yg dikerumuni banyak
orang.
"Mari,silahkan masuk dan menikmati pameran lukisan ini."
"Terima kasih...."
Subhanallah...,tidak terlalu berlebihan jika orang yg berkerumuan
mengelilingi lukisan yg indah,lukisan Sungai Nil yg jernih hamparan
perkebunan kurma yg terbentang laksana permadani hijau kemegahan Masjid
Al Azhar yg kokoh laksana penyangga kehidupan langit dan bumi menambah
sempurnanya lukisan2 yg terpajang indah.
Aku mengira sang pelukis hanya mampu sampai disini untuk
menggambarkan kemegahan dan keindahan Mesir tapi ternyata sang pelukis
pun mampu melukiskan kemegahan Masjid Nabawi yg sangat indah sungguh
lukisan yg sangat sempurna.
"The Mother Of Painting" mungkin kata itu yg pantas ditujukan untuk
lukisan Masjid Nabawi yg dipenuhi seluruh bagian kota Madinah
Munawwarah dan tiba2 sosok Muhammad Muhsin kembali terbayang dalam
angan dan benakku,lukisan Masjid Nabawi itu membuat diriku kembali
teringat kenangan dan harapanku kepada Muhammad dan sampai hari ini aku
masih terus berharap bertemu dg sosok Muhammad Muhsin dalam nyataku
diserambi Masjid Nabawi.Aku selalu percaya bahwa Allah akan selalu
bersama keyakinan dan perasaan hamba Nya.
"Nida anakku,lagi-lagi kau termenung apa yg membuatmu sering termenung akhir2 ini?" ucap abi membuyarkan lamunanku.
Khayalanku tiba2 menghilang begitu saja laksana angin yg membawa
pergi aroma kasturi yg harum dari taman surga menuju bumi nan luas
terhampar.
"Tidak abi,aku hanya sangat kagum melihat keindahan Masjid Nabawi
dalam lukisan itu.Abi...,aku ingin pergi kesana dan melihat keindahan
Masjid Nabawi yg sesungguhnya."
"Ya anakku,insya Allah kita dapat pergi ke Masjid Nabawi di
Madinah.Baiklah sepertinya sudah cukup kita melihat pameran lukisan
ini,kita harus ke Sungai Nil sebelum sore tiba."
"Baik,abi."
Dalam benak hatiku yg terdalam aku benar2 memiliki harapan yg besar
pada bayangan Muhammad Muhsin.Aku selalu berusaha menepis semua nasihat
orang disekelilingku untuk melupakan Muhammad mereka beranggapan bahwa
mencintai bayangan hanya akan membuat hatiku tersiksa,belum lagi aku
harus siap menerima sebuah kenyataan terburuk yg harus aku hadapi
apabila dia bukanlah jodohku yg selalu kuingat disetiap mimpi dan
nyataku.Tapi sudahlah...,terlalu cepat memikirkan hal itu tak
sepantasnya aku mengkhawatirkan masa depanku padahal Allah sudah
menggariskan semuanya untuk diriku.Setelah kucoba untuk menenangkan
hatiku,aku dan abi melanjutkan perjalanan menuju Sungai Nil.
Tak lama kemudian akhirnya kami sampai di Sungai Nil.
"Abi...,tak pernah kusangka sebelumnya ternyata Sungai Nil begitu indah bahkan melebihi keindahan Sungai Tigris dan Eufrat."
"Aku juga tidak pernah menyangka bahwa Sungai Nil benar2 menakjubkan.Subhanallah...."
Aku dan abi mengarungi Sungai Nil dg menggunakan Feluccas yaitu
perahu tradisional yg masih banyak ditemui di Sungai Nil karena selama
berabad-abad cara terbaik bepergian di Mesir adalah dg menaiki perahu
melewati Sungai Nil.Hingga kini para wisatawan pun masih bisa naik
perahu mengarungi Sungai Nil yg terletak diantara Aswan dan Luxor.Selain
itu,Feluccas juga dilengkapi dg adanya seorang pemandu perjalanan yg
menjelaskan tentang segala sesuatu yg berhubungan di Sungai Nil.
"Assalamu'alaikum Ikhwan wa Akhwat fillah,ahlan wa sahlan di Sungai
Nil.Sungai Nil adalah sungai terbesar didunia,Nil merupakan sungai
internasional karena mengalir melewati 10 negara dan panjangnya kurang
lebih 6.670 km.Air Sungai Nil bermula dari pegunungan Ruwenjori di
perbatasan Uganda dan Republi Demokrasi Kongo.Air ini selalu berkumpul
di Danau Victoria dan Danau Albert sebelum mengalir ke utara,Sungai Nil
bermuara di Laut Tengah Mesir utara.
"Ikhwan wa Akhwat fillah...,Sungai Nil dibagi menjadi 2,bagian dari
Sungai Nil yg disebut Nil Putih mengalir sampai setengah panjang mata
air Sungai Nil menuju Khartoum di Sudan.Dinamakan Nil Putih karena pada
musim panas airnya berwarna putih susu tapi dilain waktu berwarna
cokelat keabu-abuan dan berlumpur.Di Khartoum sungai ini bertemu dg Nil
Biru yg berawal dari Gunung Ethiopia,disebut Nil Biru karena airnya
sangat jernih dan berwarna biru selama bulan air surut yaitu antara
Maret dan Juni."
Ya Allah,Sang Rabbul Jalil kekuasaan Mu begitu agung,kau sanggup
menciptakan Maha Karya yg tak tertandingi.Air yg biru dan bening laksana
benar2 mengalir dari mata air Salsabila di taman surga kesejukan
udaranya bagaikan hembusan semilir angin dari langit ke 7,naungan langit
biru yg menjadi atap dunia laksana hamparan sutra yg menyelimuti isi
dunia.Subhanallah,begitu indahnya pemandangan di Sungai Nil.Sungguh
malunya aku karena terlalu sering lalai daripada mengingat seluruh
nikmat yg telah Kau berikan padaku,terbesit dalam benakku untuk bertemu
dg seseorang yg selalu berada dalam cermin bayang semuku dan tak
kusadari terucap dari lisanku sebuah nama.
"Nida..."
Aku tertegun saat abi memanggilku "Ada apa,abi?"
"Nida,nama siapa yg kau ucapkan tadi?"
"Nama? Nama siapa,abi?"
"Tadi abi mendengar kau mengucapkan nama Muhammad Muhsin,siapa dia?
Apakah mungkin Muhammad Muhsin adalah orang yg kau cintai? Abi baru
ingat saat hendak meninggalkan pesantren Ustadz Karya berpesan kepadamu
untuk selalu menjaga cintamu apakah artinya saat ini kau sedang
mencintai seseorang yg bernama Muhammad Muhsin? Anakku...,kau percaya
pada abi kan? Jika ya,kau pasti akan berkata jujur kepada abi.''
Aku hanya terdiam dan bersembunyi bersama rasa takutku,rasa takut
untuk mengatakan yg sejujurnya kepada abi.Apa yg harus aku lakukan saat
ini,aku tak mungkin berbohong kepada abi tapi disamping itu aku juga
tidak mungkin menceritakan semua isi hatiku tentang Muhammad kepada abi
selama Muhammad masih menjadi bayangan dalam hidupku.
Rabbi... Bantu aku,jangan biarkan cintaku diselimuti keraguan.
"Nida,apa yg membuatmu semakin terdiam saat abi bertanya tentang nama itu?"
"Tidak abi,tidak apa2."
"Lalu,mengapa kau harus terdiam membisu saat abi bertanya tentang hal itu?"
Rabbi...,apa yg harus hamba lakukan,abi semakin mendesakku untuk
mengatakan semuanya sedangkan aku takut,aku takut jika semua ini
hanyalah bayangan yg tak akan mungkin jadi kenyataan.
"Abi...,memang selama ini ada satu hal yg aku sembunyikan dari
abi,aku tidak ingin membohongi abi memang Muhammad Muhsin memiliki arti
yg sangat dalam hatiku tapi aku tidak bisa mengatakan semua itu
sekarang terlalu cepat,abi.Apabila saatnya tiba akan kukatakan semuanya
pada abi."
"Baiklah,abi mengerti tapi satu pesan abi padamu cintailah seseorang
secara sederhana karena dg begitu semuanya akan terasa lebih indah dan
yakinlah selalu bahwa Allah akan memberikan yg terbaik untukmu dan
untuk agamamu."
"Terima kasih,abi."
Sudah pukul 4 sore sebentar lagi abi akan kembali ke Kufah dan aku
harus tinggal sendiri di Kairo.Aku sangat sedih tapi apabila kuingat
senyum yg tersungging dari wajah ummi hatiku merasa kuat.Tak lama
kemudian kami telah tiba di bandara.
"Anakku Nida,abi kembali ke Kufah,abi akan mengirimkan uang setiap
bulannya untuk biaya pendidikan dan biaya hidupmu.Kau adalah harapan
abi satu2 nya jangan kecewakan abi."
"Insya Allah abi,aku akan belajar dg sungguh2 aku akan berusaha menjadi putri kebanggaan abi.Hati2 di jalan,abi...."
"Nida putriku...,jaga dirimu baik2 ingat abi selalu dan ingat juga
ummi walaupun ummi sudah pergi dan tak lagi berada disisi kita tapi
tetaplah yakin bahwa ummi pasti akan merasa bangga kepadamu apabila kau
mempersembahkan yg terbaik dalam hidupmu untuknya.Kau masih mengingat
pesan ummi sampaikan padamu?"
"Hidup didunia laksana sesuatu tanaman terkadang ia membuat kita
teduh karena rerimbunan daunnya tapi terkadang pula ia membiarkan kulit
kita disengat oleh sang raja siang lantaran daunnya yg meranggas
karena hidup hanya sekali berilah sesuatu yg
Terbaik untuk orang2 yg kau cintai dalam hidupmu lalsana pohon kurma
yg berbuah manis oleh karena itu jadilah pemenang dalam hidup ini...
Abi,tak mungkin aku melupakan nasihat ummi yg selalu diucapkannya
menjelang aku tidur."
"Abi bangga padamu Nak,ternyata kau masih mengingat nasihat2 yg ummi dan abi berikan."
"Abi...,aku sangat menghormati abi sebagai orang tuaku satu2 nya
setelah kehilangan ummi,aku tak mungkin rela membiarkan hati abi
terluka.Aku sudah kehilangan ummi jadi aku tak mau kehilangan Abi maka
dari itu Insya Allah aku akan berusaha menjadi yg terbaik selalu."
"Baiklah Nak,sepertinya abi harus segera masuk kedalam pesawat,abi berangkat dulu.. Assalamu'alaikum..."
Terdengar kata salam keluar dari lisan abi disertai dg langkah
kakinya bersama ratusan orang lainnya menuju pesawat,5 menit lagi
pesawat akan lepas landas,panggilan2 terhadap penumpang yg belum naik
mulai bersahutan.Ya Allah,jaga dan selamatkan abi dalam perjalanannya
menuju Kufah.
Hari ini adalah hari pertamaku belajar di Universitas Aleksandria
Kairo,kutemui berbagai macam orang dg karakter dan paras yg
berbeda-beda tapi sungguh hal itu tidak membuat mereka acuh karena
budaya salam masih merebak di antara mereka.Seusai shalat Dzuhur aku
duduk di serambi masjid melihat kemegahan Masjid Agung di Al Azhar dan
menatap gedung2 tinggi di Kairo yg hampir menyapa langit namun tiba2
terdengar sayup2 suara salam.
"Assalamu'alaikum Ukhti,madza taf'al?"
Sejenak aku terhenti dari wisata khayalanku dan kembali dalam duniaku.
"Wa'alaikum salam akhi,aku sedang menatap keindahan Kairo."
"Siapa namamu?"
Dan tiba2 dia duduk disampingku tanpa menyepelekan hijab yg
ada.Sungguh...,tak berani kutatap wajahnya hanya bisa kudengar
suaranya,suara yg begitu lembut,berwibawa,disertai dg bahasa yg sejuk
didengar hati.Tapi,ini memang sungguh aneq,aneh sekali mengapa tiba2 ada
seorang pemuda menghampiriku dan menanyakan identitasku.Apa mungkin
dia hanya ingin menyambung silahturahmi dg ku atau mungkin memang ada
maksud lain?
Tapi sudahlah...,tak sepantasnya diri ini berprasangka buruk terhadap
seseorang yg baru kutemui.Bismillaah...,semoga tak ada hal buruk yg
terjadi padaku.Akhirnya,kuputuskan untuk berkenalan dg pemuda tersebut.
"Shabrina Lailatun Nida."
"Sungguh nama yg sangat indah,Shabrina Lailatun Nida Al Hafizhah."
Sempat tersentak hatiku saat dia mengetahui bahwa aku adalah seorang
hafizhah,aku bertanya-tanya dalam hatiku dari mana dia mengetahui bahwa
aku hafizhah.
"Tak perlu bingung Nida,aku mengetahui dari cahaya cinta dihatimu
dari dalam masjid aku melihat sosok yg termenung dalam kesendirian di
serambi dan dari kejauhan kulihat hatimu bercahaya bagaikan pancaran
cahaya bulan yg tidak membuat silau setiap mata yg memandangnya.Kuatnya
pancaran cahaya dari hatimulah yg membuat aku datang menghampirimu."
Aku hanya terdiam,sebenarnya siapa dia tiba2 datang menghampiriku
mengetahui pribadiku,berbicara tentang cahaya cinta lalu apa lagi
nanti.... Beribu pertanyaan singgah dalam hatiku.
"Nida,mengapa kau diam saja?"
"Afwan," ucapku meminta maaf kepadanya.
Aku terdiam karena sesungguhnya hati ini masih kukenal terlebih lagi
dia mengetahui semua tentang diriku.Akhirnya pemuda tersebut membuka
pembicaraan kembali.
"Nama saya Azhar,lengkapnya Muhammad Azhar Fahrezi.Semoga ini bukan pertemuan yg terakhir."
Rabbi...,aku bahagia dg semua ini,terima kasih Kau telah memberikanku
segenggam cinta suci yg tak semua orang bisa memilikinya.Ya...,cinta
yg lebih indah dari mencintai sosok nyata yg berada dihadapan
mata,cinta yg entah kapan akan kubawa dan kutanam dalam dihatiku,cinta
yg dapat membuatku tersenyum disetiap waktu yg kulalui karena cinta
pada bayangan jauh lebih indah dan karena aku dapat mengingatnya kapan
pun Allah mengizinkanku untuk mengingat dirinya.Apabila kuingat dirinya
dipagi hari aku dapat mengobatinya dg memandang embun pagi yg menetes 1
demi 1 kebumi.Apabila aku mengingatnya di siang hari aku dapat
mengobatinya dg merasakan hangatnya pancaran sinar mentari yg berporos
sebagai sumber kehidupan.
Apabila aku mengingatnya disore hari,aku dapat mengobatinya dg
melihat goresan siluet senja yg beralaskan angkasa biru dan apabila aku
mengingatnya di malam hari aku dapat mengobatinya dg menatap bulan
beserta ribuan bintang yg berkedap-kedip diangkasa raya.Pun,apabila aku
mengingatnya dikala hujan turun aku dapat mengobatinya dg memandang
butiran air hujan yg jatuh ke bumi bagaikan jatuhnya anugerah cinta yg
datang kedalam hatiku.Apabila aku mengingatnya dikala hujan reda aku
dapat mengobatinya dg menatap lengkungan indah pelangi yg memiliki
warna yg beragam bahkan apabila rasa rinduku belum juga terobati,doa
Rabithah selalu kukirimkan untuknya dan untuk seluruh orang yg aku
cintai termasuk abi,ummi,maryam,bibi sharah dan teman2 ku.Ternyata
benar segala sesuatu yg berhubungan dg naluri dan perasaan tak pernah
logis sama halnya dg mengharapkan pelangi dan kuncup bunga akan mekar
di musim salju.Terima kasih Rabbi...,alangkah indah kekuasaan yg Kau
berikan pada hatiku.
***
Tak terasa 6 bulan sudah aku berada di Kairo...
"Ikhwan wa Akhwat fillah...,sebentar lagi ujian akan berlangsung,anda
harus mencari berbagai referensi buku untuk mempersiapkan ujian yg
sebentar lagi akan dilaksanakan.Saya menyarankan kepada anda sekalian
untuk mencari buku di Perpustakaan Aleksandria karena dg begitu
referensi untuk bahan persiapan ujian nanti dapat terpenuhi dg baik
sebab perpustakaan Aleksandria menyimpan lengkap seluruh buku."
Itulah pengarahan dari seorang dosen dan bel usai mata kuliah pun berdering.
"Najmi...,dimana kau akan mencari referensi untuk ujian semester nanti?"
"Entahlah Nida,aku juga bingung sebenarnya aku ingin pergi ke
perpustakaan Aleksandria tapi aku tak tahu harus pergi dg siapa.Lalu
bagaimana dengammu?"
"Sebenarnya aku juga ingin sekali pergi kesana,kalau begitu kita bisa pergi bersama."
"Baiklah,besok lusa kita pergi kesana.untuk ilmu,kemanapun akan kukejar."
Najmi adalah seorang mahasiswa Universitas Aleksandria yg
cerdas,selama 6 bulan ini dia slalu membantuku.Nama lengkapnya Najmia
Hazrina,
dia berasal dari Indonesia.Aku kagum pada Najmi semangat belajarnya
besar sekali.Padahal dia dilahirkan oleh keluarga yg bercukupan tapi
sedikit pun dia tidak bersikap sombong dan membanggakan harta kekayaan
orang tuanya bahkan kehidupannya pun sangatlah sederhana.Terima kasih
Rabbi,Kau kembali mengirimkan teman yg baik untuk menggantikan Maryam.
***
Sejarah menyebutkan bahwa perpustakaan Aleksandria pernah menjadi
perpustakaan terbesar di dunia.Perpustakaan ini didirikan pada awal abad
ke 3 SM pada masa pemerintahan Ptolemeus II dari Mesir setelah ayahnya
mendirikan Kuil Muses.Awal pengaturannya dilakukan oleh Demetrius
Phalareus,perpustakaan ini diperkirakan menyimpan sekitar 400.000 sampai
700.000 naskah pada masa puncaknya dan sekarang Bibliotek Aleksandria
dibangun kembali dan diresmikan pada bulan Oktober 2002 berisikan
sekitar 400.000 buku ditambah lagi dg sistem komputer yg modern dan
mutakhir.
"Subhanallah,inikah Bibliotek Aleksandria yg termasyhur diseluruh negeri itu? Sungguh indahnya." ucap Najmi padaku.
"Benar Najmi,ini adalah perpustakaan terbesar yg pernah kulihat."
"Baiklah Nida,sepertinya apabila kita berpencar kita akan lebih cepat
mendapatkan buku2 yg kita cari,tapi tepat jam 12 siang nanti kita
bertemu lagi ditempat ini."
"Baiklah...."
Akhirnya aku dan Najmi berpisah,aku mulai menyusuri lorong demi
lorong yg dibatasi rak buku yg sangat tinggi ternyata sangat sulit
mencari sebuah buku di istana buku yg menyimpan ribuan buku.1 jam
lamanya aku mengelilingi perpustakaan Aleksandria tapi buku yg kucari
belum juga kudapatkan sampai akhirnya aku melihat sebuah buku tebal
bersampul putih sepertinya buku itu sangat menarik namun saat aku
hendak mengambilnya sebuah tangan terlebih dahulu menjulur dan meraih
sebuah bu ku yg berjudul Ensiklopedi Mahabbah.Kuarahkan pandanganku
menuju pemilik tangan yg telah mengambil buku yg awalnya hendak kuambil
tak sengaja mataku sempat bradu pandang dg dirinya.Astaghfirullah
ternyata itu Azhar seorang pemuda yg pernah menghampiriku saat aku
brada di Masjid Al Azhar.
"Assalamu'alaikum Ukhti Nida,tak kusangka kita bisa bertemu lagi dg
mu ternyata Allah benar2 mengabulkan doaku bahwa pertemuan kita kemarin
bukanlah pertemuan yg terakhir.Kau sedang mencari buku? Buku apa yg
kau cari?''
"Wa'alaikum salam,Azhar aku sedang mencari sebuah buku tentang
Ensiklopedi kedokteran islam tapi sejak 1 jam yg lalu aku tak juga
menemukannya lalu apa yg kau lakukan disini? Buku apa yg kau cari?"
"Kebetulan aku adalah salah satu pengurus di Perpustakaan
Aleksandria.Apabila kau mau,aku bersedia membantumu untuk mencari buku2
yg kau cari."
"Syukron Azhar,kuterima tawaranmu."
Sungguh...,wajahnya sangat berwibawa,tutur katanya lembut,santun dan
dapat membuat tenang siapa pun yg mendengarnya tak lama kemudian Azhar
mengambil sebuah buku bersampul hijau muda yg berjudul Ensiklopedi ilmu
kedokteran islam karangan Ibnu Sina.
"Nida,ini buku yg kau cari aku harus pergi sekarang apabila kau
membutuhkan bantuanku lagi,aku berada diruangan pengurus letaknya
disebelah kiri lorong ke 4.Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikum salam...."
Pertemuan yg singkat tapi cukup mengesankan,ini adalah kali ke 2 aku
bertemu dg dirinya.Sepertinya aku mulai merasa kagum pada
sosoknya.Lalu....,bagaimana dg perasaanku pada Muhammad Muhsin?
***
Kurebahkan tubuhku diatas kasur busa di kamarku,mataku memejam
mengingat semua aktivitas yg kulakukan hari ini ternyata sulit juga
mencari buku di perpustakaan Aleksandria mungkin karena aku belum
terbiasa datang ke perpustakaan sebesar itu tapi untunglah ada seseorang
yg membantuku.Ah....,mengapa tiba2 aku teringat Azhar sorot matanya
mencerminkan ketulusan tutur katanya penuh kelembutan tingkah lakunya
santun laksana pemimpin yg berwibawa.Aneh....,setiap kali aku bertemu
dengannya seakan-akan Allah menunjukkan kebaikan sikap dan sifat Azhar
tapi entah mengapa hati ini terasa hambar setiap kali bersama
dirinya.Tak ada perasaan lain kecuali rasa kagum saat bertemu padahal
dia adalah pemuda yg sangat baik yg pantas di idamkan oleh seluruh
wanita tuk dijadikan imam hidupnya
Yg pantas dijadikan pemimpin untuk menuju kejalan Nya tapi tidak
bagiku tidak bagi hatiku.Ada apa ini bahkan teman2 ku dikampus kerap
kali membicarakan dirinya dan mengharapkan untuk dapat menikah dg nya
tapi aku tak merasakannya.Ya....,aku tahu ternyata sebuah mutiara masih
tertanam dalam kerang hatiku tak kusadari ternyata nama itu masih
terukir sempurna dalam jiwaku,bayangan dirinya masih bertahta dalam
akalku,harapan2 ku kepada dirinya masih membawaku menuju menara makna
tertinggi.Ya....,bayangan Muhammad Muhsin yg selalu ada dalam hatiku
walaupun ia tak pernah ada dalam nyataku.Tak sadar ternyata sudah 3
tahun aku mencintai seseorang yg belum pernah kukenal.Mungkinkah dia
adalah matahari yg pancaran sinarnya terlalu kuat hingga mataku tak
kuasa untuk menatapnya? Aku hanya dapat menatapnya dikala fajar dan
petang tiba selebihnya aku hanya dapat merasakan kehangatan sinarnya dan
mungkin dia adalah bulan yg dekat yg dapat kujadikan tempat berpijak
tapi tak menutup kejungkinan jika dirinya adalah bintang yg amat jauh yg
tak mungkin dapat kurengkuh sampai kapan pun yg tak dapat kugapai dg
tanganku bahkan hanya ada satu waktu untuk dapat melihat dirinya yaitu
dimalam hari dan aku selalu takut apabila dirinya hanya menganggapku
sebagai pelangi,sebuah lengkungan indah yg muncul saat hujan
reda,walaupun indah dilihat mata walaupun indah ditatap hati pelangi
hanyalah pelangi sebuah lengkungan indah berwarna
merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila dan unggu yg muncul sesaat lalu
kemudian pergi menghilang bagai dihapus oleh teriknya mentari.Ternyata
sudah 3 tahun aku menutup hatiku untuk orang lain demi mempertahankan
bayangan Muhammad supaya selalu bertahta dalam hatiku.
Aku sadar....,cintaku kepada Muhammad memiliki resiko yg sangat
besar lebih resiko untuk mengecewakan dan dikecewakan tapi entah
mengapa bayangannya tak bisa digantikan oleh sosok nyata sesempurna
apapun kecuali Rasul dan abi.Walaupun begitu adanya aku tetap berusaha
mencintai Muhammad Muhsin dg sederhana.
BERSAMBUNG... (Bag 4 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar