Karya;Putri Indah Wulandari (Bag 4)
RABBI... SIAPAKAH DIRINYA...?
"Nida...,cepat turun! Ada surat untukmu...."
Sepertinya Najmi memanggilku.Aku berlari kecil menuruni tangga didepan kamarku menuju ruang tamu.
"Surat dari siapa,Najmi?"
"Entahlah...,mungkin pengagum rahasiamu tapi aku bahagia akhirnya ada
juga pemuda yg mengagumimu karena selama ini aku belum pernah
mendengar ada seorang pemuda yg simpati padamu.Ya....,walaupun kau
cantik,pintar tapi sayangnya Allah membutakan mata mereka sampai
akhirnya mereka hanya melihat dirimu sebagai gadis terbaik di tanah
Kairo,hahaha...."
"Najmi....,aku serius...."
"Baiklah,afwan.Aku juga tak tahu itu surat dari siapa,saat kubuka
pintu tiba2 kulihat surat itu sudah tergeletak tepat didepan pintu
rumah."
"Begitu ya...,syukron."
Surat? Aneh.... Surat dari siapa ini? Sudah 3 tahun aku tinggal dan
melanjutkan studiku di Kairo dan selama itu juga aku belum pernah
menerima sepucuk surat pun tapi kali ini ada seorang yg mengirimkan
surat kepadaku dan anehnya lagi surat ini tak bertuan,mungkinkah ini
adalah surat dari abi? Tapi kurasa tak mungkin biasanya jika abi ingin
berbicara dg ku abi langsung meneleponku atau mungkin ini surat dari
Maryam? Tapi aku tak pernah memberikan alamatku di Kairo kepadanya jadi
bagaimana mungkin Maryam mengirimiku sepucuk surat atau mungkin juga
ini surat dari Muhammad? Tapi itu lebih mustahil lagi,aku saja belum
mengenalnya mana mungkin dia mengenalku.Ah... Sudahlah,lebih baik
kubuka.
Assalamu'alaikum
Ukhti....
Cahaya cinta yg terpencar dari dalam hatimu telah membuat hatiku
bergetar.Binar bola matamu membuat batinku selalu meminta pada Nya
untuk menjadikan kau sebagai bidadariku.Tutur katamu yg lembut dan
akhlakmu yg baik membuat hatiku selalu meminta kepada Rabb ku untuk
menemani setiap ibadahku pada Nya.
Kuberharap dalam setiap sujud panjangku untuk memberikan kepadamu cinta yg suci sebagaimana sucinya perasaan cintaku kepadamu.
Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum
.
M
Apa maksud dari surat ini? Dan siapa yg mengirimkannya untukku? Cahaya cinta?
Semua membuat hatiku semakin bertanya-tanya ditambah lagi pengirim
surat itu hanya memberi inisial 'M' diakhir suratnya.Sudahlah...,mungkin
surat ini salah alamat hanya waktu yg akan menjawab semuanya dan
akhinya aku pun melupakan kejadian ini.
Tak terasa ujian akhir telah usai itu artinya liburan akan segera
datang,aku bersama teman2 ku di Universitas Aleksandria merencanakan
mengisi liburan tahun ini dg studi wisata ke tempat2 bersejarah
Mesir,selain berwisata pengetahuan juga dapat kita peroleh dan
Alhamdulillah banyak mahasiswa yg berminat mengikuti acara ini.Akhirnya
usahaku dan teman2 Fakultas ilmu kedokteran islam tidak sia2 setidaknya
kami berusaha mengajak para mahasiswa dalam kegiatan2 yg
bermanfaat.Tidak hanya itu kegiatan yg kami usulkan ternyata mendapat
respon yg sangat baik dari para dekan dan rektor Universitas Aleksandria
hal itu dibuktikan dg antusias mereka dalam program ini yaitu dg
penanggungan seluruh biaya yg diperlukan selama acara ini berlangsung
mulai bus hingga konsumsi jadi setiap mahasiswa yg mengikuti acara ini
tidak dipunggut biaya sedikit pun.Pendaftara bagi mahasiswa yg ingin
mengikuti acara ini sudah dibuka sejak 4 hari yg lalu dan saat ini
jumlah mahasiswa yg mengikuti acara ini ada sekitar 500
orang.Alhamdulillah....
"Kepada seluruh mahasiswa dan Universitas Al Azhar Kairo yg
mengikuti studi wisata diharapkan kehadirannya dihalaman Masjid Agung
Al Azhar."
Terdengar panggilan dg pengeras suara dari halaman Masjid Agung Al Azhar.
"Nida... Ayo cepat! Sebentar lagi bus akan segera berangkat."
"Na'am,ba'din Najmi,intadzirni kolilan....."
"Na'am... Cepat,kutunggu kau didepan."
Kebetulan tempat tinggalku tidak terlalu jauh jadi pengumuman yg
disampaikan dapat terdengar.Tapi....,sepucuk surat itu tiba2 datang
lagi seperti kemaren surat itu terselip tepat di bawah pintu rumah yg
menjadi tempat tinggalku selama aku melanjutkan studi di Kairo.Kuambil
surat itu sama seperti surat yg sebelumnya tertulis namaku dg amplop
berwarna merah muda dan tanpa nama dan alamat pengirimnya.
"Nida....!"
Saat sedang memandangi surat tersebut tiba2 teriakan Najmi membuatku terkejut.
"Ya... Ya...!"
***
Seluruh mahasiswa sudah berkumpul dihalaman Masjid Agung Al
Azhar.Akhirnya Azhar menyuruh seluruh mahasiswa yg ikut dalam acara ini
untuk segera masuk kebus dan berangkat ketempat tujuan karena hari
sudah mulai panas.Ya...,kebetulan Azhar adalah ketua pelaksana dari
acara ini sementara aku dan Najmi juga menjadi panitia dalam acara
ini.Aku merasakan ada yg berbeda,mengapa Azhar terus melihat ke arahku
dari kejauhan tapi sudahlah.... Mulai kualihkan pandanganku ke arah
teman2 ku yg lain.Jaga hatiku hanya untuk imamku kelak,Rabbi....
Saat doa usai dipanjatkan bus pun perlahan mulai berjalan dan seperti
biasa Najmi duduk disampingku.Kemudian,kubuka surat yg kutemukan
didepan pintu rumah sebelum aku berangkat ke Masjid Agung.Perasaan
heran menyayat kalbuku rasa penasaran pun mencengkeram hatiku dan
ternyata....
Assalamu'alaikum
Ukhti...
Semilir angin berhembus kencang
Menyeruak keindahan setiap ciptaan Nya
Pohon-pohon bergoyang seakan mendengar alunan cinta dari surga
Bunga-bunga bermekaran seakan mereka turut bahagia mengetahui isi hatiku
Satu pintaku pada Sang Rabbul Jalil,tuk jadikau kau sebagai permaisuriku
Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum
M
Ya Rabbi...,sebenarnya siapakah gerangan yg mengirim surat ini
kepadaku? Saat surat pertama dikirim hatiku masih mengira ini adalah
surat dari seseorang yg salah menulis nama dan alamat yg ditujunya tapi
saat surat ini kembali ditujukan untukku rasanya tak mungkin jika ini
adalah surat dari seseorang yg salah menulis nama dan
alamatnya.Permaisuriku? Maksudnya? Dia ingin meminangku? Tapi,terlalu
cepat untuk mengambil kesimpulan seperti itu aku hanya tak mau jika
seseorang yg mengirimkan surat untukku itu terlalu berharap banyak
kepadaku sedangkan hatiku tak bisa menerima pemuda mana pun selain
Muhammad Muhsin.Sungguh...,tak ingin aku menyakiti dan menyayat hati
seseorang yg memiliki cinta yg suci.
***
"Ikhwan wa Akhwat fillah... Ahlan wa sahlan di Giza,pastinya anda
sekalian sangat lelah setelah menempuh perjalanan tapi saya yakin
setelah melihat keajaiban di Giza rasa lelah akan berlalu laksana angin
yg pergi tanpa pamit.
"Baiklah,Ikhwan wa Akhwat fillah...,ini adalah patung Sphinx yg
termasyhur di seluruh penjuru negeri,patung setengah manusia dan
setengah singa ini berada di gurun pasir diantara 3 piramida
besar.Patung Sphinx ini tingginya 22 m dan panjangnya 50 m dan dibangun
kira2 5.000 tahun yg lalu."
Suara pemandu wisata masih terus terdengar.
"Subhanallah Najmi...,besar sekali patung Sphinx itu."
"Betul Nida,sungguh menakjubkan aku benar2 tidak percaya saat ini aku
sedang melihat keajaiban dunia secara langsung dg mataku sendiri."
"Ternyata,Mesir sejak dulu sudah berperadaban tinggi."
"Ya....,bahkan sangat tinggi."
Suara pemandu kembali terdengar.
"Ikhwan wa Ikhwat fillah.... Biasanya para wisatawan juga datang
untuk mengunjungi kuil yg menakjubkan dan Monumen Luxor,lembah raja yg
merupakan makam yg spektakuler di Tutankhamun begitu pula dg Nefertari
yg juga sangat menarik.Sekarang kita tiba dikuil besar yg terletak di
Abu simbel,kuil ini harus dipindahkan ketanah yg lebih tinggi pada tahun
1960 an agar tidak terkena banjir setelah bendungan Aswan dibuat."
Setelah berkeliling ke tempat2 bersejarah di Mesir akhirnya kami beristirahat disebuah kedai rumah makan yg terkenal di Mesir.
"Selamat datang dikedai rumah makan kami,suatu kehormatan besar bagi
kami bisa dikunjungi oleh para mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas
Aleksandria Kairo,kehadiran anda sekalian selalu kami
nantikan.Silahkan melihat daftar menunya dan dapat memanggil pelayan
kami apabila ingin memesan."
"Na'am,abah.Syukron..." jawab Azhar selaku ketua pelaksana dan ketua rombongan.
"Nida...,pemilik kedai ini memang pandai membesarkan hati setiap tamu
yg datang kemari,aku yakin kata2 nya tadi pasti selalu dilontarkan
kepada setiap orang yg makan dikedai ini.Hahaha..."
"Hahaha...,kau bisa saja."
Bibir merahku merekah,tersenyum mendengar gurauan sahabatku.Seperti biasanya,Najmi selalu bisa membuatku tersenyum.
"Nida...,kau pesan apa?" tanya Najmi.
"Ehmm..,aku pesan shish kebabs saja."
"Baiklah,aku juga pesan shish kebabs."
Seluruh peserta makan dg lahapnya,mungkin mereka sangat lapar karena
perjalanan yg begitu melelahkan.Kembali aku merasa tak nyaman ternyata
sepasang mata itu mulai memperhatikanku lagi dari kejauhan,ingin
rasanya menoleh dan pergi yg jauh supaya dia tak lagi memandangku tapi
enggan rasanya untuk bercerita pada Najmi akan keadaan ini pasti dia
akan meledek diriku.
Sesampainya di Masjid Agung Al Azhar....
"Ikhwan wa Akhwat fillah... Bagaimana perasaan anda semua setelah
melaksanakan kegiatan studi wisata hari ini? Mudah-mudahan acara ini
dapat memberikan manfaat bagi kehidupan kita.Sekarang anda semua dapat
kembali kediaman masing2 tetapi besok pagi tepat jam 7 pagi harus sudah
berkumpul di masjid agung al azhar karena besok kita akan melanjutkan
perjalanan ke danau Nasser dan bendungan Aswan."
Suara Azhar menggema memberikan pengumuman dg sangat berwibawa
sekali mencerminkan sosok pemimpin sejati dan....
Astaghfirullahal'adzim ternyata semua mahasiswi dibelakangku sedang
membicarakan Azhar.Ternyata tak salah dugaanku bahwa Azhar adalah sosok
yg dikagumi banyak orang.
Sungguh hari ini adalah hari yg sangat melelahkan kembali kurebahkan tubuhku dan kupejamkan mataku.
"Assalamu'alaikum ,Nida..."
Siapa yg mengetuk pintu malam2 begini? Aku beranjak dari tempat
tidurku seraya berjalan ke arah pintu kamarku dan membukanya perlahan.
"Wa'alaikum salam....Najmi? Ada apa?"
"Afwan,aku tak bermaksud mengganggu istirahatmu tapi saat aku hendak
mengunci pintu rumah sepucuk surat tergeletak tepat dibawah pintu dan
surat ini tertuju padamu.Kalau boleh aku mengetahuinya,akhir2 ini kau
sering sekali menerima surat siapakah gerangan yg selalu mengirimu surat
untukmu?"
Aku ragu apakah aku harus menceritakan semuanya kepada
Najmi,Ya....kurasa aku tak mungkin menyembunyikan perasaanku terus
menerus dari orang2 disekelilingku.
"Nida...,apa yg kau pikirkan? Apa ada yg salah dg kata2 ku?"
"Tidak Najmi,ada yg ingin kuceritakan kepadamu,masuklah..."
Rabbi...,aku yakin Kau selalu mengutus orang2 yg baik dalam hidupku
yg akan selalu menemaniku dalam suka dan duka dan aku percaya bahwa
Najmi adalah salah satu insan pilihan Mu.
"Sebentar,setelah kubaca isi surat ini,akan kuceritakan semuanya kepadamu."
Assalamu'alaikum
Ukhti...
Senyum yg merekah dibibirmu laksana mekarnya bunga terbaik ditaman surga
Tanggis yg mengalir dari matamu laksana air suci yg mengalir dari bejana dilangit ke 7
Indahnya pribadimu membuatku selalu bersyukur pada Rabbku yg telah menciptakan sesosok insan seperti dirimu
Mungkin...
Beribu pertanyaan mengisi ruang kosong dalam hatimu
Mungkin juga...
Beribu kata tertahan dilisanmu
Tapi...
Bila saatnya tiba,kau akan mengetahui semuanya
Kuberharap kaulah yg akan menjadi pendampingku untuk menuju ruang kebahagiaan dalam surga tertinggi
Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum
M
"Najmi...,kau lihat surat ini,ini adalah surat yg 3 dari seseorang yg belum kukenal."
"Kau yakin belum mengenalnya? Memangnya dalam surat2 itu tak tertera nama pengirimnya?"
"Entahlah,mungkin aku mengenalnya tapi mungkin juga tidak aku tak
menemukan nama pengirim dalam ke 3 surat yg dikirimkannya kepadaku,dia
hanya meninggalkan huruf M sebagai inisialnya disetiap akhir lembaran
surat."
"Apa kau mencurigai seseorang,Nida?"
"Maksudmu?"
"Ya...,apakah kau pernah menerka siapa yg mengirimkan surat ini?"
"Pernah tapi semua dugaanku salah.Awalnya aku kira ini adalah surat
yg abi tulis untukku tapi kurasa sangatlah mustahil jika abi yg
mengirimkannya."
"Lalu siapa lagi?"
"Maryam Muhsin,sahabatku sewaktu di pesantren Husnul Khotimah tapi
itu juga tak mungkin karena Maryam seorang wanita sepertinya tak pantas
jija dia menulis surat seperni ini untukku terlebih lagi aku
mengetahui bahwa Maryam tak suka berkirim surat."
"Sepertinya aku mengetahui sesuatu seseorang yg mengirimimu surat
adalah seorang pemuda yg mengharapkanmu menjadi pendaping hidupnya.Kali
ini aku ingin bertanya padamu,apakah telah ada seorang yg mengisi
hatimu?"
Rabb,haruskah aku menceritakan Muhammad Muhsin pada Najmi tapi sepertinya ini belum waktunya.
"Nida...,kau bisa jawab pertanyaanku?"
"Ya...,tentu saja aku akan menjawabnya.Tidak ada seorang pun yg mengisi hatiku saat ini."
"Sungguh?"
Sepertinya Najmi mengetahui jika aku menyembunyikan sesuatu.
"Sungguh,Najmi."
"Aku jadi bingung Nida,siapakah yg mengirimkan surat itu untukmu? Mengapa jadi seperti ini,pengagum rahasiamu sungguh aneh."
"Jika kau saja bingung,bagaimana dg diriku? Tapi...,tunggu dulu.Mungkinkah yg mengirimkanku surat adalah..."
"Siapa? Katakan padaku."
"Tak mau,aku tak akan mengatakannya padamu cukup ini menjadi rahasiaku dan Allah."
"Mengapa kau tak mau menceritakannya padaku?"
"Karena aku tak ingin kau bingung memikirkan masalahku."
"Aku jadi terharu ternyata kau begitu menyayangiku,hahaha..."
"Najmi... Najmi... Selalu saja begini,kau selalu menyelipkan tawa disetiap permasalahan hidupku."
Najmi pun merangkulku dan berbicara sesuatu padaku.
"Tenanglah sahabatku...,semua akan baik2 saja sekarang ceritakan padaku"
"Baiklah,aku memang tak bisa menolak permintaanmu,sebenarnya aku curiga Azharlah yg mengirimkan surat itu untukku."
"Azhar? Azhar siapa maksumu?"
"Muhammad Azhar Fahrezi,ketua panitia acara studi tour itu..."
"Kau yakin,Nida?"
Sepertinya Najmi sedikit tak mempercayai kecurigaanku itu.
"Aku juga tak tahu tapi entah dg alasan apa hatiku condong ke arahnya bahwa Azharlah yg selama ini mengirimkan surat untukku."
"Lalu,bagaimana kau menyimpulkan bahwa Azharlah orangnya?"
"Entah mengapa Azhar selalu hadir jika aku sedang membutuhkan bantuan
salah satu contohnya adalah saat kita pergi ke Perpustakaan
Aleksandria dia membantuku untuk mencari buku2 yg kubutuhkan selain itu
dalam acara studi tour pagi tadi Azhar selalu memandangku dari
kejauhan."
"Apa? Azhar selalu memandangmu tadi?"
"Ya,benar Najmi,itu yg kurasakan."
"Selamat.Selamat Nida..."
"Mengapa kau memberiku selamat?"
"Karena sebentar lagi kau akan menikah dg pemuda yg selalu
dibicarakan dan diidamkan oleh seluruh mahasiswa Universitas
Aleksandria.
"Hush....apa yg kau bicarakan? Jangan berbicara aneh2.Inilah salah
satu alasan mengapa aku tak mau menceritakan masalah ini padamu kau
pasti akan meledekku."
Najmi pun tertawa mendengar penuturanku tadi.
"Ya... Baiklah,maafkan aku.Ehmm...,menurutku jalan satu2 nya adalah
menunggu waktu yg menjawab semuanya karena pengirim surat ini sungguh
cerdas hingga kita pun tak tahu kapan dirinya meletakkan surat itu tepat
didepan rumah kita.
Tapi... Tunggu dulu,jika Azhar yg mengirimkan surat itu bagaimana
bisa dia melakukannya sedangkan satu hari penuh kita bertiga berada
dalam satu tempat dan satu acara lalu kapan dia meletakkan surat itu
didepan rumah?"
"Itulah Najmi,itulah yg menjadi pertanyaanku sejak tadi,aku pun
bingung.Ya...,sepertinya kau benar hanya waktu yg bisa menjawab
semuanya."
"Betul Nida,kita harus menunggu saat itu tiba,sekarang sebaiknya kau
istirahat dan hilangkan kepenatanmu itu karena besok hari aktivitas
kita sangat padat."
"Baiklah sahabatku,hehehe...."
Najmi pun tersenyum padaku,sungguh aku bahagia memiliki sahabat seperti dirinya.
***
Banyak tempat yg telah kukunjungi selama liburan semester
ini.Piramida dan patung Sphinx di Giza,bendungam Aswan,Terusan
suez,danau Nasser,Makam Tutankhamun di Lembah raja,kuil di Abu simbel
bahkan kami juga mengunjungi 2 pulan diatas Sungai Nil di Kairo hingga
tak terasa waktu liburan pun hampir usai itu artinya aku harus kembali
menjalankan rutinitasku sebagai seorang mahasiswa.
Alhamdulillah,sinar kebahagiaan dan naungan cinta masih terus
berpihak kepadaku hingga beribu-ribu kebahagiaan singgah dalam hatiku.
Ummi,dalam hatiku yg terdalam terukir nama Ummi,bibirku kelu saat
mengingat seorang wanita yg begitu mencintaiku.Sudah lama aku tidak
pergi ke tempat peristirahatan ummi hampir 4 tahun semenjak
keberangkatanku ke Kairo aku tak kunjung datang ke makam Ummi.Kadang
aku merasakan kesepian saat ada masalah yg mengganggu hari2 ku dan saat
itulah aku sangat merindukan dan membutuhkan Ummi tapi kini Ummi telah
dipanggil oleh Dzat yg maha suci.Rabbi,berikanlah ketenangan pada
orang yg paling kucintai dalam hidupku.
***
Setelah satu malam penuh air mata bercucuran,pagi ini aku ingin
mencari kembali kebahagiaanku,hari ini adalah hari terakhir liburan.Aku
dan Najmi pergi ke Sungai Nil untuk menenangkan diri.
Dari Sungai Nil terlihat tebing gurun pasir di Sinai yg memiliki
pahatan batu alami yg sangat mengagumkan,ukirannya yg indah menegaskan
satu lagi bukti Allah sang Rabbul Jalil Maha berkehendak terhadap apa
pun yg ada di dunia ini.Kami berdua berjalan diatas Sungai Nil yg
menghubungkan 2 pulan diatas Sungai Nil ke daratan.
"Nida,bagaimana dg surat tak bertuan itu? Apa kau ingin berusaha mencari tahu lagi?"
"Harus kucari tahu dari mana?"
"Setidaknya,kau bisa menanyakan hal ini pada teman2 kampus mungkin ada salah seorang dari mereka yg mengetahuinya?"
"Sudahlah...,seiring berjalannya waktu semua pasti akan tersibak bukanlah kau sendiri yg berbicara seperti itu padaku?"
"Ya,memang benar aku yg berbicara seperti itu padamu tapi
Nida,bagaimana jika ia serius padamu? Bagaimana jika suatu hari nanti
dia nampak dihadapanmu dan bermaksud meminangmu?"
"Kukira,hal itu tak mungkin terjadi...''
"Tak ada yg tak mungkin didunia ini jika Allah telah berkehendak gunung pun dapat berubah menjadi emas."
"Jika hal itu terjadi... Entahlah Najmi,aku bingung dihatiku ada
bayangan seseorang yg tidak pernah hilang dari anganku,bayangan tentang
sesosok insan yg mendekati sempurna,bayangan semua tentang seseorang yg
selalu tertanam dalam benakku,bayangan seseorang yg belum pernah
kulihat wajahnya dan bayangan seseorang yg selalu memberikanku
sekeranjang bunga yg dipetik langsung dari kerajaan Nya."
"Bayangan? Sebelumnya,kau tak pernah menceritakan hal ini padaku? Lalu,bayangan siapa itu,Nida?"
Sepertinya...,aku tak bisa menyembunyikan perasaanku tentang Muhammad
Muhsin pada Najmi.Kuputuskan untuk menceritakannya pada Najmi.
"Bayangan seseorang yg indah perangainya,baik tutur katanya dan
pribadinya yg selalu bersinar menerangi kelamnya hari.Dia adalah
bayangan seorang insan yg Allah ciptakan dg baik walaupun tak mungkin
melebihi kesempurnaan akhlak Rasulullah,namanya Muhammad Muhsin."
"Muhammad Muhsin? Mungkin saja dia yg selalu mengirimkan surat2 itu padamu?"
"Tak mungkin Najmi,karena aku belum mengenalnya begitu pun dg dirinya yg belum pernah mengenal diriku."
"Apa? Kau belum mengenalnya? Lalu bagaimana kau mengetahui bahwa dia adalah orang yg baik."
"Entahlah,yg jelas hatiku selalu yakin bahwa akhlaknya baik."
"Tapi,bagaimana cintamu dapat terbalas? Kau hanya mencintai sesosok
bayangan bahkan kau tak pernah melihat wajahnya dan mengenal
pribadinya."
"Mungkin ini semua memang aneh taph aku percaya Allah tak akan membuatku kecewa."
"Baiklah...,aku selalu berdoa untuk kebaikanmu,Nida."
"Terima kasih,Najmi."
***
Sepucuk surat dari orang itu kembali kuterima hari ini.
Assalamu'alaikum
Ukhti...
Temaran cahaya rembulan menambah teduhnya hatiku saat ini.
Terpana dalam sebuah pengharapan untuk tetap hidup bersama cintamu
Terperajat dalam lirih doa yg berisi lantunan kisah dan harapan
Ukhti...
Tak lama lagi aku akan datang meminangmu dg Al Quran.
Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum
M
Terkejut aku menatap secarik kertas yg dikirimkan seseorang
untukku.Meminang? Siapa yg ingin meminangku? Bagaimana jika orang ini
benar2 datang dan memenuhi janjinya? Apa yg harus kujawab nanti?
Lalu...,bagaimana dg bayangan cintaku terhadap Muhammad Muhsin?
Rabbi...,beri petunjuk aku mohon... Hamba tak ingin menyakiti tulusnya
hati seorang insan yg Kau cintai.
Semenjak saat itu surat2 terus berdatangan untukku,aku bingung
menghadapi semua ini.Mungkinkah ini waktuku untuk melupakan Muhammad
Muhsin? Mungkinkah dia bukan orang yg tepat untukku?
Tapi,cintaku saat ini hanya untuk Rabb ku,Rasulku,Ummi,Abi,keluargaku dan untuk Muhammad Muhsin.
BERSAMBUNG... (Bag 5 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar