Account

gelembung

cursor

Rabu, 09 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DIMASJID NABAWI # (Bag 4 of 36)

Karya;Putri Indah Wulandari (Bag 4)

RABBI... SIAPAKAH DIRINYA...?


"Nida...,cepat turun! Ada surat untukmu...."

Sepertinya Najmi memanggilku.Aku berlari kecil menuruni tangga didepan kamarku menuju ruang tamu.

"Surat dari siapa,Najmi?"

"Entahlah...,mungkin pengagum rahasiamu tapi aku bahagia akhirnya ada juga pemuda yg mengagumimu karena selama ini aku belum pernah mendengar ada seorang pemuda yg simpati padamu.Ya....,walaupun kau cantik,pintar tapi sayangnya Allah membutakan mata mereka sampai akhirnya mereka hanya melihat dirimu sebagai gadis terbaik di tanah Kairo,hahaha...."

"Najmi....,aku serius...."

"Baiklah,afwan.Aku juga tak tahu itu surat dari siapa,saat kubuka pintu tiba2 kulihat surat itu sudah tergeletak tepat didepan pintu rumah."

"Begitu ya...,syukron."

Surat? Aneh.... Surat dari siapa ini? Sudah 3 tahun aku tinggal dan melanjutkan studiku di Kairo dan selama itu juga aku belum pernah menerima sepucuk surat pun tapi kali ini ada seorang yg mengirimkan surat kepadaku dan anehnya lagi surat ini tak bertuan,mungkinkah ini adalah surat dari abi? Tapi kurasa tak mungkin biasanya jika abi ingin berbicara dg ku abi langsung meneleponku atau mungkin ini surat dari Maryam? Tapi aku tak pernah memberikan alamatku di Kairo kepadanya jadi bagaimana mungkin Maryam mengirimiku sepucuk surat atau mungkin juga ini surat dari Muhammad? Tapi itu lebih mustahil lagi,aku saja belum mengenalnya mana mungkin dia mengenalku.Ah... Sudahlah,lebih baik kubuka.

Assalamu'alaikum

Ukhti....

Cahaya cinta yg terpencar dari dalam hatimu telah membuat hatiku bergetar.Binar bola matamu membuat batinku selalu meminta pada Nya untuk menjadikan kau sebagai bidadariku.Tutur katamu yg lembut dan akhlakmu yg baik membuat hatiku selalu meminta kepada Rabb ku untuk menemani setiap ibadahku pada Nya.

Kuberharap dalam setiap sujud panjangku untuk memberikan kepadamu cinta yg suci sebagaimana sucinya perasaan cintaku kepadamu.

Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum
.

M

Apa maksud dari surat ini? Dan siapa yg mengirimkannya untukku? Cahaya cinta?

Semua membuat hatiku semakin bertanya-tanya ditambah lagi pengirim surat itu hanya memberi inisial 'M' diakhir suratnya.Sudahlah...,mungkin surat ini salah alamat hanya waktu yg akan menjawab semuanya dan akhinya aku pun melupakan kejadian ini.

Tak terasa ujian akhir telah usai itu artinya liburan akan segera datang,aku bersama teman2 ku di Universitas Aleksandria merencanakan mengisi liburan tahun ini dg studi wisata ke tempat2 bersejarah Mesir,selain berwisata pengetahuan juga dapat kita peroleh dan Alhamdulillah banyak mahasiswa yg berminat mengikuti acara ini.Akhirnya usahaku dan teman2 Fakultas ilmu kedokteran islam tidak sia2 setidaknya kami berusaha mengajak para mahasiswa dalam kegiatan2 yg bermanfaat.Tidak hanya itu kegiatan yg kami usulkan ternyata mendapat respon yg sangat baik dari para dekan dan rektor Universitas Aleksandria hal itu dibuktikan dg antusias mereka dalam program ini yaitu dg penanggungan seluruh biaya yg diperlukan selama acara ini berlangsung mulai bus hingga konsumsi jadi setiap mahasiswa yg mengikuti acara ini tidak dipunggut biaya sedikit pun.Pendaftara bagi mahasiswa yg ingin mengikuti acara ini sudah dibuka sejak 4 hari yg lalu dan saat ini jumlah mahasiswa yg mengikuti acara ini ada sekitar 500 orang.Alhamdulillah....

"Kepada seluruh mahasiswa dan Universitas Al Azhar Kairo yg mengikuti studi wisata diharapkan kehadirannya dihalaman Masjid Agung Al Azhar."

Terdengar panggilan dg pengeras suara dari halaman Masjid Agung Al Azhar.

"Nida... Ayo cepat! Sebentar lagi bus akan segera berangkat."

"Na'am,ba'din Najmi,intadzirni kolilan....."

"Na'am... Cepat,kutunggu kau didepan."

Kebetulan tempat tinggalku tidak terlalu jauh jadi pengumuman yg disampaikan dapat terdengar.Tapi....,sepucuk surat itu tiba2 datang lagi seperti kemaren surat itu terselip tepat di bawah pintu rumah yg menjadi tempat tinggalku selama aku melanjutkan studi di Kairo.Kuambil surat itu sama seperti surat yg sebelumnya tertulis namaku dg amplop berwarna merah muda dan tanpa nama dan alamat pengirimnya.

"Nida....!"

Saat sedang memandangi surat tersebut tiba2 teriakan Najmi membuatku terkejut.

"Ya... Ya...!"

***

Seluruh mahasiswa sudah berkumpul dihalaman Masjid Agung Al Azhar.Akhirnya Azhar menyuruh seluruh mahasiswa yg ikut dalam acara ini untuk segera masuk kebus dan berangkat ketempat tujuan karena hari sudah mulai panas.Ya...,kebetulan Azhar adalah ketua pelaksana dari acara ini sementara aku dan Najmi juga menjadi panitia dalam acara ini.Aku merasakan ada yg berbeda,mengapa Azhar terus melihat ke arahku dari kejauhan tapi sudahlah.... Mulai kualihkan pandanganku ke arah teman2 ku yg lain.Jaga hatiku hanya untuk imamku kelak,Rabbi....

Saat doa usai dipanjatkan bus pun perlahan mulai berjalan dan seperti biasa Najmi duduk disampingku.Kemudian,kubuka surat yg kutemukan didepan pintu rumah sebelum aku berangkat ke Masjid Agung.Perasaan heran menyayat kalbuku rasa penasaran pun mencengkeram hatiku dan ternyata....

Assalamu'alaikum

Ukhti...

Semilir angin berhembus kencang
Menyeruak keindahan setiap ciptaan Nya
Pohon-pohon bergoyang seakan mendengar alunan cinta dari surga

Bunga-bunga bermekaran seakan mereka turut bahagia mengetahui isi hatiku
Satu pintaku pada Sang Rabbul Jalil,tuk jadikau kau sebagai permaisuriku

Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum

M

Ya Rabbi...,sebenarnya siapakah gerangan yg mengirim surat ini kepadaku? Saat surat pertama dikirim hatiku masih mengira ini adalah surat dari seseorang yg salah menulis nama dan alamat yg ditujunya tapi saat surat ini kembali ditujukan untukku rasanya tak mungkin jika ini adalah surat dari seseorang yg salah menulis nama dan alamatnya.Permaisuriku? Maksudnya? Dia ingin meminangku? Tapi,terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan seperti itu aku hanya tak mau jika seseorang yg mengirimkan surat untukku itu terlalu berharap banyak kepadaku sedangkan hatiku tak bisa menerima pemuda mana pun selain Muhammad Muhsin.Sungguh...,tak ingin aku menyakiti dan menyayat hati seseorang yg memiliki cinta yg suci.

***

"Ikhwan wa Akhwat fillah... Ahlan wa sahlan di Giza,pastinya anda sekalian sangat lelah setelah menempuh perjalanan tapi saya yakin setelah melihat keajaiban di Giza rasa lelah akan berlalu laksana angin yg pergi tanpa pamit.

"Baiklah,Ikhwan wa Akhwat fillah...,ini adalah patung Sphinx yg termasyhur di seluruh penjuru negeri,patung setengah manusia dan setengah singa ini berada di gurun pasir diantara 3 piramida besar.Patung Sphinx ini tingginya 22 m dan panjangnya 50 m dan dibangun kira2 5.000 tahun yg lalu."

Suara pemandu wisata masih terus terdengar.

"Subhanallah Najmi...,besar sekali patung Sphinx itu."

"Betul Nida,sungguh menakjubkan aku benar2 tidak percaya saat ini aku sedang melihat keajaiban dunia secara langsung dg mataku sendiri."

"Ternyata,Mesir sejak dulu sudah berperadaban tinggi."

"Ya....,bahkan sangat tinggi."

Suara pemandu kembali terdengar.

"Ikhwan wa Ikhwat fillah.... Biasanya para wisatawan juga datang untuk mengunjungi kuil yg menakjubkan dan Monumen Luxor,lembah raja yg merupakan makam yg spektakuler di Tutankhamun begitu pula dg Nefertari yg juga sangat menarik.Sekarang kita tiba dikuil besar yg terletak di Abu simbel,kuil ini harus dipindahkan ketanah yg lebih tinggi pada tahun 1960 an agar tidak terkena banjir setelah bendungan Aswan dibuat."


Setelah berkeliling ke tempat2 bersejarah di Mesir akhirnya kami beristirahat disebuah kedai rumah makan yg terkenal di Mesir.

"Selamat datang dikedai rumah makan kami,suatu kehormatan besar bagi kami bisa dikunjungi oleh para mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Aleksandria Kairo,kehadiran anda sekalian selalu kami nantikan.Silahkan melihat daftar menunya dan dapat memanggil pelayan kami apabila ingin memesan."

"Na'am,abah.Syukron..." jawab Azhar selaku ketua pelaksana dan ketua rombongan.

"Nida...,pemilik kedai ini memang pandai membesarkan hati setiap tamu yg datang kemari,aku yakin kata2 nya tadi pasti selalu dilontarkan kepada setiap orang yg makan dikedai ini.Hahaha..."

"Hahaha...,kau bisa saja."

Bibir merahku merekah,tersenyum mendengar gurauan sahabatku.Seperti biasanya,Najmi selalu bisa membuatku tersenyum.

"Nida...,kau pesan apa?" tanya Najmi.

"Ehmm..,aku pesan shish kebabs saja."

"Baiklah,aku juga pesan shish kebabs."

Seluruh peserta makan dg lahapnya,mungkin mereka sangat lapar karena perjalanan yg begitu melelahkan.Kembali aku merasa tak nyaman ternyata sepasang mata itu mulai memperhatikanku lagi dari kejauhan,ingin rasanya menoleh dan pergi yg jauh supaya dia tak lagi memandangku tapi enggan rasanya untuk bercerita pada Najmi akan keadaan ini pasti dia akan meledek diriku.

Sesampainya di Masjid Agung Al Azhar....

"Ikhwan wa Akhwat fillah... Bagaimana perasaan anda semua setelah melaksanakan kegiatan studi wisata hari ini? Mudah-mudahan acara ini dapat memberikan manfaat bagi kehidupan kita.Sekarang anda semua dapat kembali kediaman masing2 tetapi besok pagi tepat jam 7 pagi harus sudah berkumpul di masjid agung al azhar karena besok kita akan melanjutkan perjalanan ke danau Nasser dan bendungan Aswan."

Suara Azhar menggema memberikan pengumuman dg sangat berwibawa sekali mencerminkan sosok pemimpin sejati dan.... Astaghfirullahal'adzim ternyata semua mahasiswi dibelakangku sedang membicarakan Azhar.Ternyata tak salah dugaanku bahwa Azhar adalah sosok yg dikagumi banyak orang.

Sungguh hari ini adalah hari yg sangat melelahkan kembali kurebahkan tubuhku dan kupejamkan mataku.

"Assalamu'alaikum ,Nida..."

Siapa yg mengetuk pintu malam2 begini? Aku beranjak dari tempat tidurku seraya berjalan ke arah pintu kamarku dan membukanya perlahan.

"Wa'alaikum salam....Najmi? Ada apa?"

"Afwan,aku tak bermaksud mengganggu istirahatmu tapi saat aku hendak mengunci pintu rumah sepucuk surat tergeletak tepat dibawah pintu dan surat ini tertuju padamu.Kalau boleh aku mengetahuinya,akhir2 ini kau sering sekali menerima surat siapakah gerangan yg selalu mengirimu surat untukmu?"

Aku ragu apakah aku harus menceritakan semuanya kepada Najmi,Ya....kurasa aku tak mungkin menyembunyikan perasaanku terus menerus dari orang2 disekelilingku.

"Nida...,apa yg kau pikirkan? Apa ada yg salah dg kata2 ku?"

"Tidak Najmi,ada yg ingin kuceritakan kepadamu,masuklah..."

Rabbi...,aku yakin Kau selalu mengutus orang2 yg baik dalam hidupku yg akan selalu menemaniku dalam suka dan duka dan aku percaya bahwa Najmi adalah salah satu insan pilihan Mu.

"Sebentar,setelah kubaca isi surat ini,akan kuceritakan semuanya kepadamu."

Assalamu'alaikum

Ukhti...

Senyum yg merekah dibibirmu laksana mekarnya bunga terbaik ditaman surga

Tanggis yg mengalir dari matamu laksana air suci yg mengalir dari bejana dilangit ke 7

Indahnya pribadimu membuatku selalu bersyukur pada Rabbku yg telah menciptakan sesosok insan seperti dirimu

Mungkin...
Beribu pertanyaan mengisi ruang kosong dalam hatimu

Mungkin juga...
Beribu kata tertahan dilisanmu

Tapi...
Bila saatnya tiba,kau akan mengetahui semuanya
Kuberharap kaulah yg akan menjadi pendampingku untuk menuju ruang kebahagiaan dalam surga tertinggi

Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum

M

"Najmi...,kau lihat surat ini,ini adalah surat yg 3 dari seseorang yg belum kukenal."

"Kau yakin belum mengenalnya? Memangnya dalam surat2 itu tak tertera nama pengirimnya?"

"Entahlah,mungkin aku mengenalnya tapi mungkin juga tidak aku tak menemukan nama pengirim dalam ke 3 surat yg dikirimkannya kepadaku,dia hanya meninggalkan huruf M sebagai inisialnya disetiap akhir lembaran surat."

"Apa kau mencurigai seseorang,Nida?"

"Maksudmu?"

"Ya...,apakah kau pernah menerka siapa yg mengirimkan surat ini?"

"Pernah tapi semua dugaanku salah.Awalnya aku kira ini adalah surat yg abi tulis untukku tapi kurasa sangatlah mustahil jika abi yg mengirimkannya."

"Lalu siapa lagi?"

"Maryam Muhsin,sahabatku sewaktu di pesantren Husnul Khotimah tapi itu juga tak mungkin karena Maryam seorang wanita sepertinya tak pantas jija dia menulis surat seperni ini untukku terlebih lagi aku mengetahui bahwa Maryam tak suka berkirim surat."

"Sepertinya aku mengetahui sesuatu seseorang yg mengirimimu surat adalah seorang pemuda yg mengharapkanmu menjadi pendaping hidupnya.Kali ini aku ingin bertanya padamu,apakah telah ada seorang yg mengisi hatimu?"

Rabb,haruskah aku menceritakan Muhammad Muhsin pada Najmi tapi sepertinya ini belum waktunya.

"Nida...,kau bisa jawab pertanyaanku?"

"Ya...,tentu saja aku akan menjawabnya.Tidak ada seorang pun yg mengisi hatiku saat ini."

"Sungguh?"

Sepertinya Najmi mengetahui jika aku menyembunyikan sesuatu.

"Sungguh,Najmi."

"Aku jadi bingung Nida,siapakah yg mengirimkan surat itu untukmu? Mengapa jadi seperti ini,pengagum rahasiamu sungguh aneh."

"Jika kau saja bingung,bagaimana dg diriku? Tapi...,tunggu dulu.Mungkinkah yg mengirimkanku surat adalah..."

"Siapa? Katakan padaku."

"Tak mau,aku tak akan mengatakannya padamu cukup ini menjadi rahasiaku dan Allah."

"Mengapa kau tak mau menceritakannya padaku?"

"Karena aku tak ingin kau bingung memikirkan masalahku."

"Aku jadi terharu ternyata kau begitu menyayangiku,hahaha..."

"Najmi... Najmi... Selalu saja begini,kau selalu menyelipkan tawa disetiap permasalahan hidupku."

Najmi pun merangkulku dan berbicara sesuatu padaku.

"Tenanglah sahabatku...,semua akan baik2 saja sekarang ceritakan padaku"

"Baiklah,aku memang tak bisa menolak permintaanmu,sebenarnya aku curiga Azharlah yg mengirimkan surat itu untukku."

"Azhar? Azhar siapa maksumu?"

"Muhammad Azhar Fahrezi,ketua panitia acara studi tour itu..."

"Kau yakin,Nida?"

Sepertinya Najmi sedikit tak mempercayai kecurigaanku itu.

"Aku juga tak tahu tapi entah dg alasan apa hatiku condong ke arahnya bahwa Azharlah yg selama ini mengirimkan surat untukku."

"Lalu,bagaimana kau menyimpulkan bahwa Azharlah orangnya?"

"Entah mengapa Azhar selalu hadir jika aku sedang membutuhkan bantuan salah satu contohnya adalah saat kita pergi ke Perpustakaan Aleksandria dia membantuku untuk mencari buku2 yg kubutuhkan selain itu dalam acara studi tour pagi tadi Azhar selalu memandangku dari kejauhan."

"Apa? Azhar selalu memandangmu tadi?"

"Ya,benar Najmi,itu yg kurasakan."

"Selamat.Selamat Nida..."

"Mengapa kau memberiku selamat?"

"Karena sebentar lagi kau akan menikah dg pemuda yg selalu dibicarakan dan diidamkan oleh seluruh mahasiswa Universitas Aleksandria.

"Hush....apa yg kau bicarakan? Jangan berbicara aneh2.Inilah salah satu alasan mengapa aku tak mau menceritakan masalah ini padamu kau pasti akan meledekku."

Najmi pun tertawa mendengar penuturanku tadi.

"Ya... Baiklah,maafkan aku.Ehmm...,menurutku jalan satu2 nya adalah menunggu waktu yg menjawab semuanya karena pengirim surat ini sungguh cerdas hingga kita pun tak tahu kapan dirinya meletakkan surat itu tepat didepan rumah kita.

Tapi... Tunggu dulu,jika Azhar yg mengirimkan surat itu bagaimana bisa dia melakukannya sedangkan satu hari penuh kita bertiga berada dalam satu tempat dan satu acara lalu kapan dia meletakkan surat itu didepan rumah?"

"Itulah Najmi,itulah yg menjadi pertanyaanku sejak tadi,aku pun bingung.Ya...,sepertinya kau benar hanya waktu yg bisa menjawab semuanya."

"Betul Nida,kita harus menunggu saat itu tiba,sekarang sebaiknya kau istirahat dan hilangkan kepenatanmu itu karena besok hari aktivitas kita sangat padat."

"Baiklah sahabatku,hehehe...."

Najmi pun tersenyum padaku,sungguh aku bahagia memiliki sahabat seperti dirinya.

***

Banyak tempat yg telah kukunjungi selama liburan semester ini.Piramida dan patung Sphinx di Giza,bendungam Aswan,Terusan suez,danau Nasser,Makam Tutankhamun di Lembah raja,kuil di Abu simbel bahkan kami juga mengunjungi 2 pulan diatas Sungai Nil di Kairo hingga tak terasa waktu liburan pun hampir usai itu artinya aku harus kembali menjalankan rutinitasku sebagai seorang mahasiswa.

Alhamdulillah,sinar kebahagiaan dan naungan cinta masih terus berpihak kepadaku hingga beribu-ribu kebahagiaan singgah dalam hatiku.

Ummi,dalam hatiku yg terdalam terukir nama Ummi,bibirku kelu saat mengingat seorang wanita yg begitu mencintaiku.Sudah lama aku tidak pergi ke tempat peristirahatan ummi hampir 4 tahun semenjak keberangkatanku ke Kairo aku tak kunjung datang ke makam Ummi.Kadang aku merasakan kesepian saat ada masalah yg mengganggu hari2 ku dan saat itulah aku sangat merindukan dan membutuhkan Ummi tapi kini Ummi telah dipanggil oleh Dzat yg maha suci.Rabbi,berikanlah ketenangan pada orang yg paling kucintai dalam hidupku.

***
Setelah satu malam penuh air mata bercucuran,pagi ini aku ingin mencari kembali kebahagiaanku,hari ini adalah hari terakhir liburan.Aku dan Najmi pergi ke Sungai Nil untuk menenangkan diri.

Dari Sungai Nil terlihat tebing gurun pasir di Sinai yg memiliki pahatan batu alami yg sangat mengagumkan,ukirannya yg indah menegaskan satu lagi bukti Allah sang Rabbul Jalil Maha berkehendak terhadap apa pun yg ada di dunia ini.Kami berdua berjalan diatas Sungai Nil yg menghubungkan 2 pulan diatas Sungai Nil ke daratan.

"Nida,bagaimana dg surat tak bertuan itu? Apa kau ingin berusaha mencari tahu lagi?"

"Harus kucari tahu dari mana?"

"Setidaknya,kau bisa menanyakan hal ini pada teman2 kampus mungkin ada salah seorang dari mereka yg mengetahuinya?"

"Sudahlah...,seiring berjalannya waktu semua pasti akan tersibak bukanlah kau sendiri yg berbicara seperti itu padaku?"

"Ya,memang benar aku yg berbicara seperti itu padamu tapi Nida,bagaimana jika ia serius padamu? Bagaimana jika suatu hari nanti dia nampak dihadapanmu dan bermaksud meminangmu?"

"Kukira,hal itu tak mungkin terjadi...''

"Tak ada yg tak mungkin didunia ini jika Allah telah berkehendak gunung pun dapat berubah menjadi emas."

"Jika hal itu terjadi... Entahlah Najmi,aku bingung dihatiku ada bayangan seseorang yg tidak pernah hilang dari anganku,bayangan tentang sesosok insan yg mendekati sempurna,bayangan semua tentang seseorang yg selalu tertanam dalam benakku,bayangan seseorang yg belum pernah kulihat wajahnya dan bayangan seseorang yg selalu memberikanku sekeranjang bunga yg dipetik langsung dari kerajaan Nya."

"Bayangan? Sebelumnya,kau tak pernah menceritakan hal ini padaku? Lalu,bayangan siapa itu,Nida?"

Sepertinya...,aku tak bisa menyembunyikan perasaanku tentang Muhammad Muhsin pada Najmi.Kuputuskan untuk menceritakannya pada Najmi.

"Bayangan seseorang yg indah perangainya,baik tutur katanya dan pribadinya yg selalu bersinar menerangi kelamnya hari.Dia adalah bayangan seorang insan yg Allah ciptakan dg baik walaupun tak mungkin melebihi kesempurnaan akhlak Rasulullah,namanya Muhammad Muhsin."

"Muhammad Muhsin? Mungkin saja dia yg selalu mengirimkan surat2 itu padamu?"

"Tak mungkin Najmi,karena aku belum mengenalnya begitu pun dg dirinya yg belum pernah mengenal diriku."

"Apa? Kau belum mengenalnya? Lalu bagaimana kau mengetahui bahwa dia adalah orang yg baik."

"Entahlah,yg jelas hatiku selalu yakin bahwa akhlaknya baik."

"Tapi,bagaimana cintamu dapat terbalas? Kau hanya mencintai sesosok bayangan bahkan kau tak pernah melihat wajahnya dan mengenal pribadinya."

"Mungkin ini semua memang aneh taph aku percaya Allah tak akan membuatku kecewa."

"Baiklah...,aku selalu berdoa untuk kebaikanmu,Nida."

"Terima kasih,Najmi."

***

Sepucuk surat dari orang itu kembali kuterima hari ini.

Assalamu'alaikum

Ukhti...

Temaran cahaya rembulan menambah teduhnya hatiku saat ini.

Terpana dalam sebuah pengharapan untuk tetap hidup bersama cintamu

Terperajat dalam lirih doa yg berisi lantunan kisah dan harapan

Ukhti...

Tak lama lagi aku akan datang meminangmu dg Al Quran.

Uhibbuki fillah
Wasalamu'alaikum

M

Terkejut aku menatap secarik kertas yg dikirimkan seseorang untukku.Meminang? Siapa yg ingin meminangku? Bagaimana jika orang ini benar2 datang dan memenuhi janjinya? Apa yg harus kujawab nanti? Lalu...,bagaimana dg bayangan cintaku terhadap Muhammad Muhsin? Rabbi...,beri petunjuk aku mohon... Hamba tak ingin menyakiti tulusnya hati seorang insan yg Kau cintai.

Semenjak saat itu surat2 terus berdatangan untukku,aku bingung menghadapi semua ini.Mungkinkah ini waktuku untuk melupakan Muhammad Muhsin? Mungkinkah dia bukan orang yg tepat untukku?

Tapi,cintaku saat ini hanya untuk Rabb ku,Rasulku,Ummi,Abi,keluargaku dan untuk Muhammad Muhsin.

BERSAMBUNG... (Bag 5 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar