Account

gelembung

cursor

Rabu, 09 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI # (Bag 5 of 36)

Karya:Putri Indah Wulandari

2 PERKARA DALAM HARI INI (Bag 5)


Kubuka jendela kamarku,kutatap tetesan embun pagi yg berjatuhan,terbembus wangi kasturi yg menyeruak terbawa oleh angin dari surga abadi.

Aneh...,tak seperti biasanya walaupun hari ini begitu indah namun hatiku merasakan keresahan,resah seakan ada sesuatu yg akan terjadi hari ini,resah seakan bejana kegelapan membasahi hatiku.Rabbi....,selamatkan jiwaku.

Kulangkahkan kakiku perlahan menuju Universitas Aleksandria.Aku berjalan seraya memandang gumpalan awan yg dahulu selalu setia mengiringi langkah Rasulullah.Aku berjalan ditemani oleh kicauan burung yg menyanyikan irama cinta.

Hari ini akan diadakan perkumpulan seluruh mahasiswa dan mahasiswi terbaik dari jurusannya masing2 di aula Zahra lil ummah dan aku dipercaya menjadi salah satu perwakilan dari Fakultas ilmu kedokteran islam.

Tak lama berjalan aku telah tiba di aula,acara hampir dimulai Rektor Universitas Aleksandria sudah menaiki mimbar dan bersiap untuk menyampaikan beberapa pengumuman.

"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Ba'da tahmid wa shalawat muhasyaroh.... Ikhwan wa Akhwat fillah... Hari ini bertepatan dg hari jadi Universitas Aleksandria Kairo kami selaku rektor dan para dekan Universitas Aleksandria akan memberikan beberapa pengumuman yg amat penting.

Pengumuman tersebut yaitu terpilihnya Universitas Aleksandria sebagai Universitas terbaik di dunia internasional.Terpilihnya Universitas Aleksandria Kairo sebagai Universitas yg memiliki alumni2 terbaik pada taraf pendidikan internasional.Terpilihnya Fakultas ilmu kedokteran islam sebagai fakultas terbaik pertama pada tahun ini.Terpilihnya fakultas Tarbiyah sebagai fakultas terbaik kedua pada tahun ajaran ini.Terpilihnya saudara Muhammad Azhar Fahrezi al Hafizh sebagai mahasiswa putra terbaik dan terpilihnya saudara Sabrina lailatun Nida al hafizh sebagai mahasiswi putri terbaik tahun ini."

Gemuruh takbir menggema,ucapan selamat bersahutan mulai terdengar.Terima kasih ya Rabb,Kau telah mengizinkanku mempersembahkan sesuatu yg terbaik untuk Mu,untuk diriku dan untuk seluruh insan yg kucintai.

Mungkin hal ini membuat hatiku gelisah dari tadi pagi tapi jika hal ini benar adanya,mestinya saat semua ini telah terjadi kegelisahan itu mulai sirna dari dalam hatiku tapi ternyata tidak semuanya masih bertahta dalam hatiku.Ada apa ini,ya Rabb?

Setelah acara selesai kulangkahkan kakiku menuju sebuah toko didekat masjid Al Azhar namun terdengar derap langkah seseorang yg mengikutiku dari belakang,kutolehkan pandanganku ke arahnya.

Astaghfirullahal'azhim.... Itu adalah Prof.Dr. Muhammad Faruq Al Miral,Dekan Fakultas Tarbiyah.Ya Allah,betapa malunya aku berani berjalan didepan guru besar Fakultas Tarbiyah.Sayup2 terdengar sebuah suara memanggil namaku.

"Assalamu'alaikum,Anakku."

"Wa'alaikum salam..."

Hatiku sempat berdebar kencang saat Ustadz Faruq memanggilku.

"Selamat atas prestasimu Anakku,kau telah mempersembahkan yg terbaik untuk semua orang yg kau cintai."

"Syukron,Ustadz... Semua tak akan terjadi tanpa bantuan dan bimbingan dari Ustadz."

"Tidak Anakku,itu semua berkat doa dan usahamu.Nida,ada seseorang yg memberikan amanah padaku untuk menyampaikan secarik surat untukmu."

"Surat? Siapa yg mengirimkan surat untukku?"

"Ambillah,dan bacalah surat ini kau akan mengetahui semuanya saat kau selesai membacanya."

Langkah kakiku gontai,lemas dan kembali aku terhanyut dalam bayangan.Rabbi,kali ini siapa lagi yg memberi surat untuk diriku? Mungkinkah ini dari orang yg berbeda ataukah ini adalah surat dari orang yg sama.Memang,akhir2 ini aku sering mendapatkan surat tak bertuan yg selalu diselipkan oleh pengirimnya didepan pintu rumah tapi baru kali ini aku mendapat surat langsung degan perantara Prof.Dr.Muhammad Faruq Al Miral.

Kubuka surat itu perlahan.

Assalamualaikum

Ukhti...

Lembayung senja tergores indah dihamparan langit nan biru

Membawaku terbang menuju naungan suci abadi dg membawa cawan kebahagiaan yg akan kuserahkan pada dirimu.

Terperajat dalam lirih sujudku tuk haturkan segenap permohonanku

Harapan untuk menjadikan kau sebagai bidadariku yg akan bersanding disinggasana milik Sang Rabbul Izzati

Ukhti...

Cahaya cinta yg terpancar dari wajahmu membuatku beranjak untuk meminangmu

Aku akan datang esok bersama waliku saat walimu tiba

Wasalamu'alaikum

Muhammad Azhar

Rabbi...,ternyata hal ini yg membuat hatiku gelisah semenjak pagi tadi.

Azhar? Ya,ternyata Azharlah orang selalu mengirimkan surat2 ini untuk diriku.

Azhar bermaksud meminangku,apa yg harus aku lakukan? Azhar orang baik,dia cerdas dan shalih dan dia pun hafihz.Rabbi...,mengapa Engkau menghadapkanku pada 2 pilihan yg amat sulit memilih antara insan yg shalih dan bayangan yg shalih mana yg harus kupilih untuk kujadikan imam hidupku?

Berlari aku menuju sahabatku Najmi

"Assalamu'alaikum,Najmi."

"Wa'alaikum salam."

"Apa kedatanganku kemari mengganggumu?"

"Tidak,kau tak pernah menggangguku Nida,ayo masuklah."

"Najmi,ternyata dugaanku benar yg mengirimkan surat2 untuk diriku adalah Azhar dan hari ini kembali aku dapat surat darinya yg berisi pinangan dia pada diriku dan dalam surat itu tertulis bahwa esok saat abi datang ia juga akan datang kerumah bersama orang tuanya.Aneh.... Dari mana ia mengetahui bahwa esok abi akan datang kemari?"

"Lalu? Apa yg kau pertimbangkan lagi? Tentu,kau tahu bahwa menolak pinangan dari orang yg shalih hukumnya haram.Lagi pula,Azhar orang yg baik,shalih,lembut tutur katanya,santun perilakunya,teduh tatapannya,hafal Al Quran dan baru2 ini dia juga diangkat sebagai asisten dosen oleh Prod.Dr.Muhammad Faruq Al Miral di Fakultas Tarbiyah.Tak hanya itu yg kutahu sebelum mengambil jurusan Tarbiyah dia juga pernah menjadi mahasiswa teknik yg lulus dg nilai terbaik dan waktu tercepat hanya 3 tahun oldh karena itu sebuah perusahaan pertambangan memintanya untuk bekerja disana dan kini ia telah menjabat sebagai diriktur perusahaan tersebut..satu lagi yg tak kalah penting Azhar memiliki paras yg tampan,apa itu belum cukup,Nida?"

"Ya...,memang semua terlihat sempurna tapi bagaimana dg Muhammad Muhsin? Apa mungkin aku harus menghapus bayangan yg sudah 4 tahun berpijak dalam hatiku?"

"Nida...,itu hanya banyangan dan aku tahu...bayangan itu tak pasti kebenarannya jangankan untuk mengenalnya menatap wajahnya pun kau tak pernah lalu bagaimana dia bisa membalas cintamu sedangkan dihadapanmu telah hadir seseorang yg diturunkan Allah dari surga.

Azhar mendekati sempurna,Nida karena kita tahu tak ada satu pun yg sempurna di dunia ini kecuali Allah."

Terhanyut aku dalam tangis,mendengar tutur kata sahabatku yg amat menyayat hati mungkinkah selama ini aku telah salah arah dg mencintai Muhammad Muhsin? Haruskah aku menghapus semua harapanku dg Muhammad? Apa ini waktuku untuk menghapus angan tentang dirinya? Rabbi...,tersungkurku dalam istikharahku,terperajatku dalam doaku hanya satu pintaku padamu wahai Rabb,berikan yg terbaik untuk diriku.

***

Pesawat mulai terlihat oleh mataku,beberapa menit kemudian pesawat yg ditumpangi abi mulai mendarat di tanah Mesir.Terlihat dari kejauhan abi melambaikan tangannya padaku.Rasa bahagia pun tumbuh,kerinduan yg amat mendalam terhadap sosok seorang Ayah yg kucintai kini dapat terobati.Tak berapa lama kemudian abi telah berada dihadapanku.

"Assalamu'alaikum,Nida anakku."

"Wa'alaikum salam,abi..." kujawab salam abi seraya mencium tangannya.

"Bagaimana kabarmu,Nak?"

"Alhamdulillah abi,Allah selalu menjagaku.Bagaimana dg abi?"

"Berkat perlindungan Allah dan doa yg selalu kau panjatkan,keadaan Abi baik2 saja."

BERSAMBUNG... (Bag 6 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar