Karya:Putri Indah Wulandari
2 PERKARA DALAM HARI INI (Bag 5)
Kubuka jendela kamarku,kutatap tetesan embun pagi yg
berjatuhan,terbembus wangi kasturi yg menyeruak terbawa oleh angin dari
surga abadi.
Aneh...,tak seperti biasanya walaupun hari ini begitu indah namun
hatiku merasakan keresahan,resah seakan ada sesuatu yg akan terjadi
hari ini,resah seakan bejana kegelapan membasahi
hatiku.Rabbi....,selamatkan jiwaku.
Kulangkahkan kakiku perlahan menuju Universitas Aleksandria.Aku
berjalan seraya memandang gumpalan awan yg dahulu selalu setia
mengiringi langkah Rasulullah.Aku berjalan ditemani oleh kicauan burung
yg menyanyikan irama cinta.
Hari ini akan diadakan perkumpulan seluruh mahasiswa dan mahasiswi
terbaik dari jurusannya masing2 di aula Zahra lil ummah dan aku
dipercaya menjadi salah satu perwakilan dari Fakultas ilmu kedokteran
islam.
Tak lama berjalan aku telah tiba di aula,acara hampir dimulai Rektor
Universitas Aleksandria sudah menaiki mimbar dan bersiap untuk
menyampaikan beberapa pengumuman.
"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Ba'da tahmid wa
shalawat muhasyaroh.... Ikhwan wa Akhwat fillah... Hari ini bertepatan
dg hari jadi Universitas Aleksandria Kairo kami selaku rektor dan para
dekan Universitas Aleksandria akan memberikan beberapa pengumuman yg
amat penting.
Pengumuman tersebut yaitu terpilihnya Universitas Aleksandria
sebagai Universitas terbaik di dunia internasional.Terpilihnya
Universitas Aleksandria Kairo sebagai Universitas yg memiliki alumni2
terbaik pada taraf pendidikan internasional.Terpilihnya Fakultas ilmu
kedokteran islam sebagai fakultas terbaik pertama pada tahun
ini.Terpilihnya fakultas Tarbiyah sebagai fakultas terbaik kedua pada
tahun ajaran ini.Terpilihnya saudara Muhammad Azhar Fahrezi al Hafizh
sebagai mahasiswa putra terbaik dan terpilihnya saudara Sabrina
lailatun Nida al hafizh sebagai mahasiswi putri terbaik tahun ini."
Gemuruh takbir menggema,ucapan selamat bersahutan mulai
terdengar.Terima kasih ya Rabb,Kau telah mengizinkanku mempersembahkan
sesuatu yg terbaik untuk Mu,untuk diriku dan untuk seluruh insan yg
kucintai.
Mungkin hal ini membuat hatiku gelisah dari tadi pagi tapi jika hal
ini benar adanya,mestinya saat semua ini telah terjadi kegelisahan itu
mulai sirna dari dalam hatiku tapi ternyata tidak semuanya masih
bertahta dalam hatiku.Ada apa ini,ya Rabb?
Setelah acara selesai kulangkahkan kakiku menuju sebuah toko didekat
masjid Al Azhar namun terdengar derap langkah seseorang yg mengikutiku
dari belakang,kutolehkan pandanganku ke arahnya.
Astaghfirullahal'azhim.... Itu adalah Prof.Dr. Muhammad Faruq Al
Miral,Dekan Fakultas Tarbiyah.Ya Allah,betapa malunya aku berani
berjalan didepan guru besar Fakultas Tarbiyah.Sayup2 terdengar sebuah
suara memanggil namaku.
"Assalamu'alaikum,Anakku."
"Wa'alaikum salam..."
Hatiku sempat berdebar kencang saat Ustadz Faruq memanggilku.
"Selamat atas prestasimu Anakku,kau telah mempersembahkan yg terbaik untuk semua orang yg kau cintai."
"Syukron,Ustadz... Semua tak akan terjadi tanpa bantuan dan bimbingan dari Ustadz."
"Tidak Anakku,itu semua berkat doa dan usahamu.Nida,ada seseorang yg
memberikan amanah padaku untuk menyampaikan secarik surat untukmu."
"Surat? Siapa yg mengirimkan surat untukku?"
"Ambillah,dan bacalah surat ini kau akan mengetahui semuanya saat kau selesai membacanya."
Langkah kakiku gontai,lemas dan kembali aku terhanyut dalam
bayangan.Rabbi,kali ini siapa lagi yg memberi surat untuk diriku?
Mungkinkah ini dari orang yg berbeda ataukah ini adalah surat dari orang
yg sama.Memang,akhir2 ini aku sering mendapatkan surat tak bertuan yg
selalu diselipkan oleh pengirimnya didepan pintu rumah tapi baru kali
ini aku mendapat surat langsung degan perantara Prof.Dr.Muhammad Faruq
Al Miral.
Kubuka surat itu perlahan.
Assalamualaikum
Ukhti...
Lembayung senja tergores indah dihamparan langit nan biru
Membawaku terbang menuju naungan suci abadi dg membawa cawan kebahagiaan yg akan kuserahkan pada dirimu.
Terperajat dalam lirih sujudku tuk haturkan segenap permohonanku
Harapan untuk menjadikan kau sebagai bidadariku yg akan bersanding disinggasana milik Sang Rabbul Izzati
Ukhti...
Cahaya cinta yg terpancar dari wajahmu membuatku beranjak untuk meminangmu
Aku akan datang esok bersama waliku saat walimu tiba
Wasalamu'alaikum
Muhammad Azhar
Rabbi...,ternyata hal ini yg membuat hatiku gelisah semenjak pagi tadi.
Azhar? Ya,ternyata Azharlah orang selalu mengirimkan surat2 ini untuk diriku.
Azhar bermaksud meminangku,apa yg harus aku lakukan? Azhar orang
baik,dia cerdas dan shalih dan dia pun hafihz.Rabbi...,mengapa Engkau
menghadapkanku pada 2 pilihan yg amat sulit memilih antara insan yg
shalih dan bayangan yg shalih mana yg harus kupilih untuk kujadikan imam
hidupku?
Berlari aku menuju sahabatku Najmi
"Assalamu'alaikum,Najmi."
"Wa'alaikum salam."
"Apa kedatanganku kemari mengganggumu?"
"Tidak,kau tak pernah menggangguku Nida,ayo masuklah."
"Najmi,ternyata dugaanku benar yg mengirimkan surat2 untuk diriku
adalah Azhar dan hari ini kembali aku dapat surat darinya yg berisi
pinangan dia pada diriku dan dalam surat itu tertulis bahwa esok saat
abi datang ia juga akan datang kerumah bersama orang tuanya.Aneh....
Dari mana ia mengetahui bahwa esok abi akan datang kemari?"
"Lalu? Apa yg kau pertimbangkan lagi? Tentu,kau tahu bahwa menolak
pinangan dari orang yg shalih hukumnya haram.Lagi pula,Azhar orang yg
baik,shalih,lembut tutur katanya,santun perilakunya,teduh
tatapannya,hafal Al Quran dan baru2 ini dia juga diangkat sebagai
asisten dosen oleh Prod.Dr.Muhammad Faruq Al Miral di Fakultas
Tarbiyah.Tak hanya itu yg kutahu sebelum mengambil jurusan Tarbiyah dia
juga pernah menjadi mahasiswa teknik yg lulus dg nilai terbaik dan
waktu tercepat hanya 3 tahun oldh karena itu sebuah perusahaan
pertambangan memintanya untuk bekerja disana dan kini ia telah menjabat
sebagai diriktur perusahaan tersebut..satu lagi yg tak kalah penting
Azhar memiliki paras yg tampan,apa itu belum cukup,Nida?"
"Ya...,memang semua terlihat sempurna tapi bagaimana dg Muhammad
Muhsin? Apa mungkin aku harus menghapus bayangan yg sudah 4 tahun
berpijak dalam hatiku?"
"Nida...,itu hanya banyangan dan aku tahu...bayangan itu tak pasti
kebenarannya jangankan untuk mengenalnya menatap wajahnya pun kau tak
pernah lalu bagaimana dia bisa membalas cintamu sedangkan dihadapanmu
telah hadir seseorang yg diturunkan Allah dari surga.
Azhar mendekati sempurna,Nida karena kita tahu tak ada satu pun yg sempurna di dunia ini kecuali Allah."
Terhanyut aku dalam tangis,mendengar tutur kata sahabatku yg amat
menyayat hati mungkinkah selama ini aku telah salah arah dg mencintai
Muhammad Muhsin? Haruskah aku menghapus semua harapanku dg Muhammad? Apa
ini waktuku untuk menghapus angan tentang dirinya?
Rabbi...,tersungkurku dalam istikharahku,terperajatku dalam doaku hanya
satu pintaku padamu wahai Rabb,berikan yg terbaik untuk diriku.
***
Pesawat mulai terlihat oleh mataku,beberapa menit kemudian pesawat yg
ditumpangi abi mulai mendarat di tanah Mesir.Terlihat dari kejauhan
abi melambaikan tangannya padaku.Rasa bahagia pun tumbuh,kerinduan yg
amat mendalam terhadap sosok seorang Ayah yg kucintai kini dapat
terobati.Tak berapa lama kemudian abi telah berada dihadapanku.
"Assalamu'alaikum,Nida anakku."
"Wa'alaikum salam,abi..." kujawab salam abi seraya mencium tangannya.
"Bagaimana kabarmu,Nak?"
"Alhamdulillah abi,Allah selalu menjagaku.Bagaimana dg abi?"
"Berkat perlindungan Allah dan doa yg selalu kau panjatkan,keadaan Abi baik2 saja."
BERSAMBUNG... (Bag 6 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar