Karya:Putri Indah Wulandari
HARI BARU DI AMSTERDAM (Bag 10)
Hari ini aku dan teman2 ku dari Universitas Aleksandria Kairo
berangkat ke Amsterdam Belanda.Tantangan besar bagiku karena prestasi
terbaik harus dapat kuraih untuk mempertahankan beasiswa dan
rekomendasi ke Amerika serikat untuk mempelajari teknologi kedokteran
di sana.
Tak berapa lama kemudian,pesawat pun mulai lepas landas meninggalkan
tanah Kairo terbang menjauh menuju negeri kincir angin,penghasil bunga
tulip terbesar didunia.Kupandangi bumi Kairo dari ketinggian yg penuh
dg sejuta kenangan.Kenangan yg kerap kali mengeluarkan sepercik air
bening yg keluar dari mataku.Ya...,bayangan tentang ketulusan cinta yg
dimiliki oleh Azhar dan perasaan bersalah yg terus menerus menghujam
hatiku.Azhar...,maafkan aku tapi ada yg aneh semenjak peristiwa yg
dialami Azhar berlalu bayangan Muhammad tak pernah hadir lagi.Perlahan
ia mulai pergi dan kemungkinan aku menghilang selamanya.
Perjalanan yg cukup jauh dan amat melelahkan.Kini aku mulai berpijak
di negeri yg kecil namun tertata dg sangat rapinya.Belanda adalah
negara kecil yg terletak dibawah permukaan air laut.Belanda negeri baru
yg akan kujadikan kediaman sememtaraku selama aku menuntut ilmu disini
begitu pun dg harapan baru semangat hidupku yg baru mulai muncul rasa
penasaran tentang ilmu2 yg akan kupelajari juga kian memuncak apalagi
disertai dg tanggung jawab amanah yg begitu besar yg kupikul diatas
pundakku,Azzam ku...aku harus memberikan yg terbaik.Beberapa saat
kemudian kami tiba disebuah asrama yg akan dijadikan tempat tinggal
kami selama belajar disini.Kediamannya cukup indah,menurut salah
seorang pembimbing yg mengantarkan kami di asrama tersebut kediaman ini
adalah kediaman terbaik yg dipakai oleh peserta pertukaran mahasiswa
karena selama 5 tahun berturut-turut,Universitas Aleksandria Kairo
telah mendapatkan penghargaan terbaik selama acara
berlangsung.Sungguh...,saat mendengar hal ini seakan bebanku
bertambah,aku tak boleh menghancurkan semua prestasi yg telah diukir
dan dipertahankan oleh alumni Aleksandria yg cerdas aku harus berusaha
lebih keras lagi.
***
Kubuka mataku,menerawang merencanakan semua yg akan kulakukan hari
ini.Hari ini adalah hari pertamaku pergi ke Utrecht University di
Amsterdam semoga aku dapat bersaing dg puluhan ribu mahasiswa yg berada
disana dg memperoleh predikat yg terbaik untuk diriku dan Untuk
universitasku tercinta.
Perlahan tapi pasti,kumasuki pintu gerbang Utrecht University
ternyata Universitas terbaik di Belanda itu tidak kalah megahnya dg
University Al Azhar Kairo.Bangunan2 nya tinggi menjulang dg dilengkapi
keindahan bunga tulip yg tersusun rapi ditaman.Puluhan ribu mahasiswa
Utrecht University sibuk melakukan aktivitasnya masing2,namun sayang
ditengah kemegahan gedung dan keindahan alam disini aku tak menemukan
keakraban saudara sesama muslim.Kebiasaan mengucapkan salam saat
bertemu dg saudara sesama muslim pun hampir tak terdengar.Semua orang
hanya berjalan dg pandangan lurus tanpa mempedulikan situasi dikanan
dan kirinya bahkan tak hanya itu kebiasaan untuk menjaga hijab dg
seseorang yg bukan mahramnya pun nyaris tak terlihat.Semua orang seakan
tak malu rambut indahnya terurai tanpa kain kerudung,semua seakan
bangga jika lekukan tubuhnya dinikmati oleh orang2 yg bukan mahramnya.
Astaghfirullahal'azhim,ternyata ini berat amat berat.Rabbi,tolong
jaga diriku disini dg penjagaan terbesar yg Engkau miliki jangan
jerumuskan aku keliang maksiat setelah Engkau memberiku hidayah dan
petunjuk,ya Rabb.
Aku berusaha menepis anggapan sebagian orang bahwa maksiat di
Amsterdam terjadi di mana2,bahkan ada pula yg beranggapan bahwa Belanda
adalah negara yg penuh kebebasan tapi bukan hanya kebebasan biasa yg
ada disini tapi kebebasan yg sungguh melampui batas.Bagaimana tidak di
Belanda terdapat lokalisasi pekerja seks komersial dan yg lebih
mengherankan lagi profesi pekerja seks komersial ini kelak akan
mendapatkan santunan pensiunan sungguh tak dapat dibayangkan.Selain itu
ganja yg di sebut2 sebagai barang haram kini telah tersedia di kedai2
kopi di Belanda & anehnya lagi ganja2 ini dijual bebas.
Tapi rasanya tak adil jika kita hanya melihat negeri kincir angin
ini melalui kekurangannya saja masih banyak kelebihan negeri Belanda yg
masih belum kuketahui yaitu Belanda sangat terkenal dg
museumnya.Subhanallah,ini menunjukan bahwa Belanda adalah sebuah negeri
yg menghargai masa lalu & peradaban tinggi.
BERSAMBUNG.... (Bag 11 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar