Account

gelembung

cursor

Rabu, 09 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI # (Bag 10 of 36)

Karya:Putri Indah Wulandari

HARI BARU DI AMSTERDAM (Bag 10)


Hari ini aku dan teman2 ku dari Universitas Aleksandria Kairo berangkat ke Amsterdam Belanda.Tantangan besar bagiku karena prestasi terbaik harus dapat kuraih untuk mempertahankan beasiswa dan rekomendasi ke Amerika serikat untuk mempelajari teknologi kedokteran di sana.

Tak berapa lama kemudian,pesawat pun mulai lepas landas meninggalkan tanah Kairo terbang menjauh menuju negeri kincir angin,penghasil bunga tulip terbesar didunia.Kupandangi bumi Kairo dari ketinggian yg penuh dg sejuta kenangan.Kenangan yg kerap kali mengeluarkan sepercik air bening yg keluar dari mataku.Ya...,bayangan tentang ketulusan cinta yg dimiliki oleh Azhar dan perasaan bersalah yg terus menerus menghujam hatiku.Azhar...,maafkan aku tapi ada yg aneh semenjak peristiwa yg dialami Azhar berlalu bayangan Muhammad tak pernah hadir lagi.Perlahan ia mulai pergi dan kemungkinan aku menghilang selamanya.

Perjalanan yg cukup jauh dan amat melelahkan.Kini aku mulai berpijak di negeri yg kecil namun tertata dg sangat rapinya.Belanda adalah negara kecil yg terletak dibawah permukaan air laut.Belanda negeri baru yg akan kujadikan kediaman sememtaraku selama aku menuntut ilmu disini begitu pun dg harapan baru semangat hidupku yg baru mulai muncul rasa penasaran tentang ilmu2 yg akan kupelajari juga kian memuncak apalagi disertai dg tanggung jawab amanah yg begitu besar yg kupikul diatas pundakku,Azzam ku...aku harus memberikan yg terbaik.Beberapa saat kemudian kami tiba disebuah asrama yg akan dijadikan tempat tinggal kami selama belajar disini.Kediamannya cukup indah,menurut salah seorang pembimbing yg mengantarkan kami di asrama tersebut kediaman ini adalah kediaman terbaik yg dipakai oleh peserta pertukaran mahasiswa karena selama 5 tahun berturut-turut,Universitas Aleksandria Kairo telah mendapatkan penghargaan terbaik selama acara berlangsung.Sungguh...,saat mendengar hal ini seakan bebanku bertambah,aku tak boleh menghancurkan semua prestasi yg telah diukir dan dipertahankan oleh alumni Aleksandria yg cerdas aku harus berusaha lebih keras lagi.

***

Kubuka mataku,menerawang merencanakan semua yg akan kulakukan hari ini.Hari ini adalah hari pertamaku pergi ke Utrecht University di Amsterdam semoga aku dapat bersaing dg puluhan ribu mahasiswa yg berada disana dg memperoleh predikat yg terbaik untuk diriku dan Untuk universitasku tercinta.

Perlahan tapi pasti,kumasuki pintu gerbang Utrecht University ternyata Universitas terbaik di Belanda itu tidak kalah megahnya dg University Al Azhar Kairo.Bangunan2 nya tinggi menjulang dg dilengkapi keindahan bunga tulip yg tersusun rapi ditaman.Puluhan ribu mahasiswa Utrecht University sibuk melakukan aktivitasnya masing2,namun sayang ditengah kemegahan gedung dan keindahan alam disini aku tak menemukan keakraban saudara sesama muslim.Kebiasaan mengucapkan salam saat bertemu dg saudara sesama muslim pun hampir tak terdengar.Semua orang hanya berjalan dg pandangan lurus tanpa mempedulikan situasi dikanan dan kirinya bahkan tak hanya itu kebiasaan untuk menjaga hijab dg seseorang yg bukan mahramnya pun nyaris tak terlihat.Semua orang seakan tak malu rambut indahnya terurai tanpa kain kerudung,semua seakan bangga jika lekukan tubuhnya dinikmati oleh orang2 yg bukan mahramnya.

Astaghfirullahal'azhim,ternyata ini berat amat berat.Rabbi,tolong jaga diriku disini dg penjagaan terbesar yg Engkau miliki jangan jerumuskan aku keliang maksiat setelah Engkau memberiku hidayah dan petunjuk,ya Rabb.

Aku berusaha menepis anggapan sebagian orang bahwa maksiat di Amsterdam terjadi di mana2,bahkan ada pula yg beranggapan bahwa Belanda adalah negara yg penuh kebebasan tapi bukan hanya kebebasan biasa yg ada disini tapi kebebasan yg sungguh melampui batas.Bagaimana tidak di Belanda terdapat lokalisasi pekerja seks komersial dan yg lebih mengherankan lagi profesi pekerja seks komersial ini kelak akan mendapatkan santunan pensiunan sungguh tak dapat dibayangkan.Selain itu ganja yg di sebut2 sebagai barang haram kini telah tersedia di kedai2 kopi di Belanda & anehnya lagi ganja2 ini dijual bebas.

Tapi rasanya tak adil jika kita hanya melihat negeri kincir angin ini melalui kekurangannya saja masih banyak kelebihan negeri Belanda yg masih belum kuketahui yaitu Belanda sangat terkenal dg museumnya.Subhanallah,ini menunjukan bahwa Belanda adalah sebuah negeri yg menghargai masa lalu & peradaban tinggi.

BERSAMBUNG.... (Bag 11 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar