Account

gelembung

cursor

Rabu, 09 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI # (Bag 9 of 36)

Karya:Putri Indah Wulandari

SEBESAR ITUKAH PENGORBANANNYA...?


"Najmi,kau mau menemaniku ke toko buku? Masih banyak buku yg harus kubeli untuk keberangkatanku ke Amsterdam."

"Kapan?"

"Sekarang... Kau ada waktu?"

"Ehmm... Baiklah...,Nida.Aku salut kepadamu,dg begitu banyak permasalahan yg kau hadapi namun semangat belajarmu tak terganggu sedikit pun,aku bangga memiliki seorang sahabat seperti dirimu."

"Ah,jangan begitu,aku juga sangat bangga dan bahagia memiliki seorang sahabat yg dapat mengerti diriku.Kalau boleh jujur hati ini masih sakit apabila mengingat rentetan peristiwa yg ada tapi Ustadz Abbas dan seluruh staf dosen Aleksandria sudah memberiku amanah untuk delegasi dari Kairo dibidang Ilmu kedokteran islam jadi aku harus berusaha semaksimal mungkin."

"Ya...,aku yakin aku pasti bisa memberikan yg terbaik."

"Aamiin...,oh ya Najmi nanti setelah dari toko buku kita shalat di Masjid Agung dulu bagaimana?"

"Baiklah...,aku ganti baju dulu."

"Alhamdulillah,kita masih diberi kenikmatan bertemu dg Allah hingga detik ini."

"Ya Najmi,ini adalah kebahagiaan yg tak pernah luput dari benakku.Najmi coba lihat,tak biasanya ada ambulan datang ke Masjid Agung dan yg lebih aneh lagi banyak polisi memperketat penjagaan.Ada apa sebenarnya ini?"

"Na'am Nida,aku juga bingung hampir 5 tahun aku tinggal di Kairo tapi baru kali ini kulihat suasana seperti ini di Masjid Agung."

"Najmi,coba lihat disana.Bukannya itu Ammah Zakiyyah ibunda Azhar dan itu Ustadz Alfash ayah Azhar? Ada keperluan apa mereka berdua berada di sini dan yg lebih aneh lagi mengapa mereka berdiri diantara kerumuan itu?"

Sungguh aneh,pertama aku melihat ambulan dan sekawanan polisi dihalaman Masjid Agung,kedua mengapa rektor dan dekan fakultas dan seluruh staf dosen juga berkumpul dihalaman masjid dan yg ketiga ini yg lebih aneh lagi mengapa diantara kerumuan orang2 itu berdiri abi dan ummi Azhar.

Aku harus kesana untuk menemui kedua orang tua Azhar.

"Assalamu'alaikum,Ammah."

Ya Allah,matanya sembab,pipinya basah,bahkan butiran bening air mata itu masih mengalir dari matanya,tak hanya Ammah Zakiyyah,Ustadz Alfash pun tak jauh berbeda dg Ammah.Ya Allah,ada apa ini...

"Wa'alaikum salam,Nida? Kau?"

"Na'am Ammah,ini aku... Nida."

Tangisnya semakin memecah saat Ammah melihatku.

"Ada apa,Ammah? Apa yg terjadi?"

"Azhar..."

"Ada apa dg Azhar? Kenapa Azhar,Ammah? Dimana dia sekarang?"

Tak dapat tertahankan lagi,tangisan Ammah Zakiyyah semakin menjadi saat nama Azhar terucap dari lisannya.Ya...,mungkin ada sesuatu yg terjadi pada putra semata wayangnya itt.

"Ammah...,Azhar kenapa? Ada apa sebenarnya ini?"

Sepertinya,Ammah tak kuasa menjawab pertanyaanku,kucoba untuk menanyakan hal ini pada Ustadz Alfash.

"Ustadz...,ada apa ini? Peristiwa apa yg membuat Ammah menangis sampai seperti ini?"

"Azhar...."

"Ya Ustadz,ada apa? Kenapa Azhar?"

"Azhar meninggal dunia."

"Inna lillahi wa ilaihi raji'un.... Ammah,benarkah yg baru saja kudengar itu?"

"Nida,tak mungkin Ammah dan Abah berbohong mengenai nyawa putra semata wayang kami.Azhar kecelakaan,Nida."

"Kecelakaan? Kecelakaan apa? Hendak kemana dirinya?"

"Azhar kecelakaan pesawat saat dia berangkat ke Madinah."

"Apa? Madinah? Bukanya kediaman Ammah dan Abah di Syria?"

"Ya,tapi 2 hari yg lalu Azhar memberitahu Ammah bahwa dia akan berangkat ke Madinah untuk menemui seseorang tapi Ammah juga bingung setahu Ammah semua sahabat terdekat Azhar berada di Syria,entah siapa yg akan dia kunjungi walaupun memang ada beberapa kerabat kami yg tinggal di Madinah tapi tak biasanya Azhar pergi kesana seorang diri tanpa kami."

Ya Allah...,Madinah.Perasaanku semakin tak menentu seperti ada kejanggalan yg terjadi.

"Ammah...,jika boleh aku tahu siapa nama seseorang yg akan Azhar kunjungi di Madinah?"

"Entahlah Nak,Azhar hanya memberitahu Ammah bahwa dia pergi ke Madinah untuk berkunjung ke pesantren Al Firdaus,hanya itu."

Ya Rabbi...,jika hatiku terbuat dari kaca pasti sudah pecah mendengar kabar ini,jika hatiku terbua dari gading pasti akan retak mengetahui ini dan jika hatiku terbuat dari kelopak bunga pasti sudah gugur ditempa berita ini.

Rabbi...,ternyata Azhar tidak main2 dg kata2 nya dia benar2 ke Madinah untuk menemui Muhammad Muhsin.Mengapa dia harus mengorbankan dirinya,hatinya dan perasaannya hanya untuk kebahagiaanku? Seandainya waktu dapat terulang kembali akan kucegah keberangkatan Azhar ke Madinah,Ammah,abah,maafkan aku.

Azhar aku yakin kau akan mendapatkan bidadari terbaik yg akan menemanimu disurga abadi,aamiin.

***

Menjelang satu minggu kepergian Azhar namun luka itu masih membekas dalam hatiku,perasaan bersalah masih terus menghantui setiap waktu yg kulalui.Rabbi...,jika benar Muhammad Muhsin adalah jodohku maka jadilah ia sempurna seperti sempurnanya bayanganku kepadanya tapi jika dia bukan jodohku izinkanlah aku menerima insan lain dalam hatiku untuk menggantikan dirinya dalam jiwaku.

Muhammad...,andai kau tahu bagaimana sakitnya perasaanku dalam mempertahankan cinta ini hingga mengorbankan dan mengabaikan hati,perasaan hingga nyawa seseorang.Andai kau mengetahui harapan2 indah yg selalu terbayang dalam anganku jika saja aku bisa hilangkan perasaan cintaku ini maka akan kulakukan hal itu sejak dulu sebelum terlalu banyak orang yg mengorbankan dirinya untuk diriku.

Entah sampai kapan akan kupendam perasaan ini,perasaan yg kadang membuatku tersenyum dan kadang membuatku menangis.Tapi ya Rabb...,jika dia bukan jodohku mengapa Kau berikan keyakinan yg begitu kuat kepadaku.Demi nama Mu ya Rabb...,entah sampai kapan aku mencintainya,berikan yg terbaik untuk diriku

BERSAMBUNG... (Bag 10 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar