Karya:Putri Indah Wulandari
KEMAJUAN NEGERI BELANDA (Bag 12)
Siluet senja mulai mewarnai langit Amsterdam...
Alhamdulillah,sore ini Farid mengajakku dan abi untuk pergi disuatu kedai makan yg lezat.... Tiba2 abi memulai pembicaraan.
"Nida,bagaimana kuliahmu?"
"Alhamdulillah baik abi,semangat belajarku pun bertambah saat
mengetahui kecerdasan mahasiswa Utrecht University.Keinginanku untuk
menjadi yg terbaik pun terus menggema."
"Syukurlah Nak,semoga Allah selalu mengiringi langkahmu."
''Aamiin,Abi..."
"Oh iya,berapa lama lagi kau tinggal disini?"
"Insya Allah 3 bulan lagi Abi,jika hasilku baik dan bisa mencapai
cumlaude disini aku akan dikirim lagi ke Amerika untuk mempelajari ilmu
kedokteran Barat disana."
"Amerika?"
"Iya,Abi.... Semoga kau bisa."
"Aamiin,Nak.Oh iya,jika kau membutuhkan bantuan apa pun selama masa
belajarmu disini katakan pada Farid,dia pasti akan bersedia membantumu
benarkan,Farid?"
Aku melihat kepala Farid mengangguk disertai senyum manisnya yg
merekah,menandakan persetujuannya untuk membantuku selama di Amsterdam.
"Na'am,terima kasih Farid."
"Sama-sama Nida,oh iya bagaimana jika aku mengajakmu dan paman ke
suatu tempat yg bagus di Belanda? Sebelum paman pulang ke Kufah paman
harus mengunjungi tempat itu." ucap Farid padaku dan abi.
"Bagaimana,Nida? Kau setuju?" tanya abi meminta persetujuanku.
"Baiklah abi,aku menyetujuinya."
Akhirnya,usai makan kami bertiga pergi ke pasar De Bazaar
Beverwijk.Tempat ini adalah suatu wahana khusus Timur tengah yg berada
di Belanda namanya adalah Zwarte Markt (pasar hitam).Pasar ini sangat
mirip dg pasar Seng di Makkah.Tempat ini memang sengaja dibuat mirip dg
pasar Seng di Makkah supaya nuasa keislaman dapat dirasakan dg hangat
dan aku pun terkejut saat Farid memberitahuku bahwa hanya di tempat
inilah suara adzan bebas dikumandangkan dg pengeras suara ditempat lain
tak boleh dan aku pun mulai kaget saat adzan dikumandangkan seluruh
orang yg berada di Zwarte Markt itu berduyun-duyun menuju ke masjid
untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Setelah mengikuti shalat berjamaah,kami bertiga membeli beberapa barang yg dijual di Zwarte Markt itu.
"Oh iya Farid,kudengar Belanda memiliki banyak museum? Bisa kau ajak
kami menuju salah satu museum yg bagus? Kami ingin mengujunginya."
pinta abi pada Farid.
"Oh iya...,baiklah paman."
Akhirnya tanpa membuang waktu kami pun pergi ke museum dg
menggunakan kendaraan pribadi milik Farid tak membutuhkan waktu yg lama
untuk tiba dimuseum tersebut hanya 15 menit dan akhirnya kami pun
masuk kedalam museumnya.
"Paman...,Nida...,ini adalah museum Tropen museum yg dikelola ole
Tropical Institute.Museum ini adalah satu2 nya museum yg terbaik di
Eropa untuk tema etnografis,isi dari museum ini adalah seputar benda
seni/artefak,fotografi,musik dan film dari negara2 non Barat selain itu
disini juga terdapat pameran tentang negara Karibia,Afrika,Amerika
latin dan masih banyak lagi."
"Subhanallah,bagus dan lengkap sekali informasi yg berada dimuseum ini,Farid."
"Betul Nida,bahkan tak hanya itu dimuseum ini juga dibahas tentang
negara2 islam khususnya Mesir,Senegal dan berbagai neraga islam lainnya
pembahasannya mencakup syariat,fiqh,sejarah islam dan pengaruh
peradaban islam di Barat."
Subhanallah,aku terkagum-kagum melihat ada museum selengkap ini,aku
pun berkeliling di museum itu sepertinya tak ingin kulewatkan
informasi2 penting yg diberikan oleh Museum Tropen.
Setelah merasa puas berkeliling di Museum Tropen kami pun kembali ke
kediaman untuk beristirahat karena besok pagi abi harus kembali ke
Kufah dg jadwal penerbangan pukul 07.00.
BERSAMBUNG... (Bag 13 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar