Karya:Putri Indah Wulandari
DEGUP KENCANG IRAMA JANTUNGKU (Bag 13)
Setelah kepulangan abi ke Kufah,aku kembali menjalani hari2 ku yg
penuh kesibukan tumpukan buku yg harus kubaca dan kukuasai
isinya,tugas2 yg selalu harus dikumpulkan sesuai deadline,jurnal
reading apalagi semuanya harus diselesaikan dg menggunakan bahasa
Belanda hanya ada beberapa mata kuliah saja yg diperkenankan
diselesaikan dg mengunakan bahara Inggris.Tapi Alhamdulillah,Allah
menemani langkahku,setiap kemudahan hidup selalu kudapatkan setiap
keindahan selalu menghiasi taman hatiku setiap keluh kesah selalu
terhindar dari lisanku.Ya...,sejak pertemuanku dg Farid sepupuku yg
tinggal di Amsterdam dia mulai membantuktu dalam banyak hal dia
mengajariku berbagai hal yg menarik di Belanda.Tugas2 ku yg tak dapat
kukerjakan sendiri pun selalu dibantu oleh dirinya termasuk hafalan
Quranku,Farid selalu mengingatkan dan membantuku dalam menjaga hafalan
Quranku tapi kedekatanku dg Farid hanyalah kedekatan antar
sahabat,antar saudara tak lebih sedikit pun.
Hingga akhirnya aku benar2 melupakan bayangan tentang Muhammad
Muhsin yg biasanya selalu menari-nari dalam anganku.Kini semua cerita
tentang dirinya mulai sirna mungkin lebih tepatnya cerita tentang
dirinya telah tenggelam sebelum terbit karena sebenarnya semua yg
terjadi hanyalah mimpi dan angan belaka bukan hal nyata yg sudah
sepantasnya dikenang dalam hati.
Akhirnya satu semester telah berlalu,hari ini seluruh mahasiswa dan
mahasiswi dikumpulkan di Graha Edvant Morvly suatu gedung yg sangat
megah dan modern.Hatiku berdebar kencang,gelisah menunggu hasil
pengumuman indeks prestasi.
Perasaanku tak karuan karena kali ini aku tak hanya membawa nama
baikku tapi juga membawa nama baik Universitas Aleksandria Kairo jika
tahun ini indeks prestasi terbaik tidak diraih oleh Universitas
Aleksandria Kairo,aku akan sangat merasa bersalah.Rabbi... Bantu
aku,kirimkan pertolongan Mu kepada diriku,aku sudah berusaha semaksimal
mungkin tapi Engkaulah penentu segala sesuatu yg terjadi di dunia ini.
Sudah 5 tahun belakangan ini Universitas Aleksandria Kairo selalu
mendapatkan indeks prestasi terbaik dalam acara ini.Berbagai
penghargaan telah banyak diraih oleh alumni Universitas Al Azhar Kairo
dapat dibayangkan betapa cerdasnya alumni2 Al Azhar Kairo.
Rektor Utrecht University memasuki ruangan Graha Edvant Morvly.Masa2 menegangkan sudah hampir dimulai.
"Goedemorgen...."(selamat pagi)
Kata pembuka mulai terucap terdengar menggema diseluruh penjuru
ruangan,jantungku berdegup berirama mengiringi detik jam yg kian berlalu
menjauhi masa.
Rabbi...,tunjukkanlah kekuasaan Mu,tenangkanlah hati dan
pikiranku,yakinkan aku bahwa semua hal terbaik yg akan singgah pada
hatiku.
"Hadirin yg berbahagia...."
Rektor Utrecht University mulai memberikan sambutannya,beribu kata
mulai terucap dari lisannya tapi tak satu pun kata dapat tecerna dg
baik oleh akalku hingga akhirnya kata2 yg telah lama membuat hatiku
gelisah terucap juga.
"Mahasiswa dg indeks prestasi terbaik adalah Thomas Sleverined
Bernedt,Engineering Mollevend University;Fatimah Zahro,Language Medina
of Islamic University;Shabrina Lailatun Nida,Medical Faculty
Aleksandria University;Jenever Arnelyne Bour,Medical Faculty Utrecht
University;Fransisco Louis Arlande,Engineering Oxford University."
Aku tak mendengar semua yg diucapkan oleh Rektor Utrecht University
tapi tiba2 terdengar gemuruh tepuk tangan menggema diseise ruangan dan
semua orang memberikan ucapan selamat kepada diriku.Aku mulai bingung
dan belum mengerti mengapa mereka semua memberikan selamat kepadaku
namun tiba2 Rektor Utrecht University memanggil namaku.
"Sabrina Lailatun Nida..."
"Hah?"
Ya Rabbi,benarkah ini yg terjadi... Bahkan,aku sendiri hampir tak
mempercayai apa yg terjadi hari ini.Perlahan tapi pasti kulangkahkan
kakiku menuju podium.
Setelah sampai dihadapan ribuan orang,gemuruh tepuk tangan
menyambutku penuh dg kekaguman seakan-akan aku menjadi putri bangsa yg
patut untuk diberi penghargaan lalu sebuah piagam,piala,medali emas dan
pernyataan bahwa akan ditempatkannya aku disuatu negara yg memiliki
peradaban yg sangat maju.Ya...,aku akan dikirim ke Amerika serikat
untuk mempelajari ilmu kedokteran Barat yg saat ini telah mengalami
kemajuan yg amat pesat.
Lalu seseorang yg entah tak kuketahui namanya tiba2 memberikan mikrofon kepadaku dari situlah kumulai prakataku.
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barakatuh."
"Ba'da tahmid wa shalawat muhasyarah,Alhamdulillah segala puji hanya
milik Nya,segala kebesaran hanya bersumber kepada Nya,segala kenikmatan
hanya dianugerahkan oleh Dzat Nya yg maha suci,segala karunia dan
keberkahan hanya terpancar dg seizin Nya,segala terjadi hanya atas kuasa
Nya.
Ya...,semuanya hanya karena Tuhanku,Allah.Tuhanku yg maha besar yg
karena Nya lah aku dapat berdiri disini,yg karena Nya lah aku dapatkan
ini semua.Terima kasih,Allah...
"Selanjutnya,ucapan terima kasih kuhaturkan kepada pemimpin sejati
yg telah membantu menuntunku menuju jalan yg didalamnya selalu diliputi
oleh kebahagiaan.Beliaulah pemimpinku,Rasulullah Muhammad."
"Selanjutnya,ucapkan terima kasih kutunjukan kepada 2 insan mulia yg
telah Allah utus untuk merawatku sejak aku dalam kandungan hingga
terlahir ke dunia yg penuh dg fatamorgana ini,kedua insan yg amat
kucintai,kedua insan yg tak pernah letih untuk memperjuangkan
kebahagiaanku,kedua insan yg tak pernah rela satu orang pun menyakiti
hatiku,kedua insan yg rela bercucuran air mata dan bermandikan keringat
di setiap harinya hanya demi membuat diriku bahagia.Keduanya adalah
ayah dan bundaku.
"Dan pada hari ini,semua kenikmatan itu terasa berkeliaran
dihadapanku hingga tak sanggup aku melihat dan membayangkan miliaran
rahmat dan cinta Allah,kepadaku dan tak bisa lagi kuucapkan kata selain
alhamdulillah segala puji bagi Allah."
"Wasalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."
Kutapaki karpet merah yg terhampar panjang menuju tempat dudukku,aku
tak peduli apakah semua audien mengerti apa yg kusampaikan atau tidak
tapi disini aku hanya ingin menunjukan betapa besar kekuasaan
Tuhanku,betapa mulia dan tingginya derajat Tuhanku dalam hatiku dan
betapa agungnya segala ciptaan yg diciptakan Nya.Subhanallah,Allahu
akbar.
***
Perjalanan hidupku menjadi semakin panjang,hingga akhirnya aku tak
tahu berapa besar lagi pikiran yg harus kukerahkan untuk mencari insan
yg dapat kujadikan imam bagi kehidupanku.
Alhamdulillah,salah satu skenario hidupku yg Allah takdirkan tuk kujalani di Belanda kini berakhir sesuai hasil yg kuharapkan.
Alhamdulillah,dapat kupenuhi janjiku pada abi bahwa aku akan menjadi
yg terbaik disini dan aku berhasil membuat ummi tersenyum disisi Nya
walaupun Allah telah memisahkannya sejenak dari hadapanku.
Tapi ini semua sungguh tak pernah lepas dari bimbingan dan kekuasaan Mu ya Rabb...
Minggu ini adalah hari terakhirku mengukir pengalaman di Belanda...
Kriiing... Kriiing...
Dering telepon menyadarkanku dari sebuah lamunan panjang,kulihat dilayar handphoneku ternyata abi yg menghubungiku.
"Assalamu'alaikum,putriku yg tercinta... Kaifa haluk,Nida?"
"Wa'alaikum salam,abi... Alhamdulillah ana bi khair.Bagaimana kabar Abi?"
"Alhamdulillah,Nak.Bagaimana hasil pengumumannya?"
"Alhamdulillah kudapatkan prestasi terbaik itu abi dan alhamdulillah aku dapat memenuhi janjiku pada abi."
"Alhamdulillah,Nak.Abi selalu yakin bahwa putri semata wayang abi
pasti bisa melakukan yg terbaik dalam setiap sesi kehidupannya lalu
bagaimana kelanjutan belajarmu? Apa kau akan kembali ke Kairo lagi?"
"Ya,aku percaya iringan doa abi sangat berpengaruh dalam keberhasilan
hidupku,aku tidak kembali ke Kairo abi,ada bimbingan untuk memperdalam
ilmu kedokteran Barat di Amerika abi dan insya Allah aku akan
diberangkatkan ke sana 2 pekan yg akan datang."
"Amerika? Kau harus berhati-hati,Nak.Ujian keimanan yg akan kau
hadapi disana pasti jauh lebih berat dibandingkan dg Kairo dan
Belanda."
"Na'am,abi.Insya Allah kan kujaga terus hijabku.Bagaimana keadaan
Kufah,abi? Kemarin Farid menitipkan salam untuk abi,dia meminta maaf
karena tak dapat menemaniku lagi karena ada urusan yg harus di
selesaikan secepatnya,Bi."
"Sampaikan juga salam abi untuknya.Oh iya,Nak bersama siapa saja kau pergi ke Amerika serikat?"
"Aku ditemani 5 temanku dari berbagai negara,Bi.Sedangkan aku hanya perwakilan tunggal dari Universitas Aleksandria Kairo."
"Kelima temanmu seorang muslim?"
"Itulah yg selalu mengganggu pikiranku saat ini dari ke 5 temanku hanya 1 yg muslim lainnya beragama Nasrani.Aku takut,Abi."
"Astaghfirullah Nak,apa abi perlu menemanimu?"
"Awalnya aku juga berpikir seperti itu tapi setiap peserta tak boleh
ditemani oleh 1 pun sanak saudaranya kecuali apabila telah memiliki
suami maka diperbolehkan tinggal bersama suaminya selama Menempuh studi
disana.Semua sistim dan peraturannya berbeda dg saat di Belanda,aku tak
mengerti ada apa dibalik semua ini."
Aku yakin,abi juga bingung memikirkan hal ini hingga akhirnya
pembicaraan kami berhenti sejenak,setelah beberapa menit abi memulainya
kembali dg pertanyaan yg sungguh membuat hatiku tergetar.
"Nak...,apa tidak sebaiknya kau pergi kesana bersama mahrammu?"
"Apa maksud,abi? Aku kan belum menikah sedangkan yg diperbolehkan menemaniku disana hanyalah seorang suami."
"Ya Nak,itu maksud abi.Bagaimana jika kau menikah sebelum berangkat ke Amerika serikat?"
"Subhanallah,Abi.Aku hendak menikah dg siapa? Bahkan untuk saat ini
aku pun tak memiliki satu pun calon yg memang benar2 nyata untuk
kujadikan pendamping hidupku sedangkan waktu pemberangkatanku ke
Amerika tinggal 2 pekan lagi."
"Calon yg benar2 nyata? Maksudmu?"
Apa yg kubicarakan tadi? Masihkan Muhammad melekat dalam hatiku tapi
aku yakin tidak karena aku memang sudah berusaha melupakan dirinya.
"Nak...,mengapa kau diam?"
"Tidak abi,aku hanya bingung saja bagaimana menanggapi usulan yg baru saja abi kemukakan."
"Kenapa harus bingung? Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak?
Masalah calonnya biar abi yg mencarikan,maafkan abi kalau abi sedikit
memaksamu tapi sungguh abi tak tega dan khawatir jika harus melepasmu
seorang diri kesuatu negeri yg sungguh sangat jauh dari nilai2
keislaman,Nak."
Aku jadi bingung,aku tak ingin mengecewakan dan membuat abi khawatir,apa yg harus kujawab,Rabbi...
"Baiklah,kuserahkan pada abi."
"Itu artinya kau setuju,Nak?"
"Na'am,Abi."
"Alhamdulillah,baiklah abi tutup dulu teleponnya,Nak.Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam,abi...."
Seusai kututup telepon dari abi aku termenung dan segera kuambil air
wudhu kunikmati buliran2 air itu membasuh keningku,wajahku,tangan dan
kakiku dan kulanjutkan dg shalat Istikharah 2 rakaat berharap sang
penguasa alam raya memberikan suatu pencerahan kepadaku.
BERSAMBUNG... (Bag 14 of 36)
Rabu, 09 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar