[♥] HANGATNYA AURA MAKKAH DAN MADINAH [♥] (Bag 31)
Hari ini tepatnya ahad 3 oktober 2010 aku dan abi berangkat ke tanah
suci tempat kelahiram Rasulullah,tempat bersejarah umat islam,tempat
bercokolnya peradaban umat islam,tempat dimana ditetapkannya islam
sebagai sebenar-benarnya agama.
Semua persiapan telah terpenuhi sepertinya abi telah mempersiapkan dg
matang keperluan umrah kami.Kami pun berangkat dari Amsterdam menuju
tanah suci.Singkat saja tak menunggu waktu lama,aku dan abi telah berada
didalam pesawat.Karena tekanan oksigen dipesawat memang
rendah,mengakibatkan kedua mata ini sulit sekali untuk terjaga.
***
Beberapa saat sudah kulalui,akhirnya aku terjaga kembali.Kubuka
mataku dan terdengar suara merdu pramugari yg memberikan pengarahan
bahwasanya pesawat telah tiba ditujuan.Subhanallah,ketenangan hati
telah kurasakan,hangat sekali tubuh ini.Makkah memang memberikan energi
positif bagi siapa pun yg berziarah ke tempat ini tak ada sedikit pun
rasa takut yg bertahta dihatiku bahkan aku tak ingat lagi bahwa hidupku
dikejar kanker otak yg mematikan.Entah apa yg terjadi pada sel2 kanker
yg menggerogoti tubuhku tapi rasa sakit ini makin berkurang seiring
rasa syukur yg kupanjatkan pada Rabb ku.
Kami berkumpul bersama rombongan jamaah umrah lainnya seraya mempersiapkan hati kami untuk melaksanakan ibadah umrah ini.
"Nida..."
Ah,sepertinya ada yg memanggilku,suara yg rasa2 nya pernah kudengar
sebelumnya.Subhanallah...,itu Ustadz Alfash ayahanda Azhar.Ya Rabbi,tak
kusangka bisa menjalin silahturahmi kembali bersama keluarga yg hampir
saja menjadi mertuaku.
"Assalamu'alaiku,Nida... Apa kabar?"
Ibunda Azhar memeluk diriku dg hangat seakan mengungkapkan kerinduan
yg amat mendalam terhadap ku.Abi pun melepaskan kerinduannya dg sahabat
lamanya yg tak lain adalah ayahanda dari Azhar.
"Wa'alaikum salam,Ammah.Alhamdulillah aku baik,bagaimana kabar Ammah?" tanyaku pada ibunda Azhar.
"Alhamdulillah Nak,kabar Ammah baik bahkan terasa lebih baik saat
Ammah bertemu dg mu.Ammah sangat merindukanmu,ammah kira tak akan lagi
dapat berjumpa dg mu tapi ternyata Allah mempertemukan kita ditempat yg
penuh kebahagiaan ini,tak ada tempat seindah Makkah dan
Madinah.Nak,kau baik2 saja? Sepertinya,kau tampak lebih kurus kali ini?
Kau sakit?"
Ya Rabb...,haruskah aku berbohong mengenai keadaanku saat ini tapi
apakah aku harus berkata bahwa kanker otak telah menggerogoti tubuhku
tak kuasa rasanya diri ini berkata sejujurnya kepada ammah.
"Aku baik2 saja ammah.Banyak hal yg membuat pikiranku sedikit
mengganggu hingga tubuhku menjadi tampak lebih kurus dibanding
sebelumnya."
"Oh ya? Apa itu,Nak?"
"Terlalu banyak,ammah.Banyak kejadian dalam hidupku tapi bukankah
manusia selalu di uji oleh Allah? Hanya itu yg membuat diri ini
bertahan,ammah."
"Subhanallah...,kau tetap menjadi wanita shalihah,Nak.Andai saja kau
bisa menjadi menantu ammah dan menikah dg Azhar terasa sempurna
kehidupan ini bagi ammah dan Abah."
Terngiang lagi ditelingaku.Azhar,ya Azhar... Ikhwan shalih yg pernah
kukecewakan dan kini dia telah menghadap Ilahi.Hamba memang tak boleh
selalu berandai-andai tapi kadang diri ini menyesal menokak pinangan
Azhar tapi ini adalah takdir yg harus kuhadapi dan tak mungkin tuk
kuhindari.
"Oh ya Nak,kau akan menjalani ibadah umrah bukan? Jalankan ibadahmu
dg sebaik mungkin karena tak semua umat islam dapat berpijak diatas
bumi Makkah dan Madinah.
"Insya Allah ammah,mohon doanya.Oh ya apa yg sedang ammah lakukan di Madinah? Apa ammah juga akan menjalani ibadah umrah?"
"Tidak,Nida.Ammah sedang mengantarkan salah satu kerabat ammah yg
akan ke kembali ke Syria karena sekarang ammah tinggal di Madinah."
setelah cukup berbincang-bincang dg ammah dan abah Azhar akhirnya aku
dan abi pun harus kembali kerombongan jamaah umrah lainnya tapi
terdengar ammah memanggilku kembali.
"Ada apa,ammah?"
"Maaf,hampir saja ammah lupa,ini kartu nama ammah disitu tertera
alamat ammah di Madinah,jika ibadah umrahmu telah usai kau
laksanakan,ammah tunggu kehadiranmu dialamat tersebut,ammah sungguh
mengharapkan kehadiranmu,Nak."
Sesegera mungkin aku memberikan kartu nama itu pada abi lalu kartu nama tersebut dimasukkan abi dalam dompetnya.
"Insya allah,aku akan bersilahturahmi ke kediaman ammah."
''Baiklah...,ammah tunggu kehadiranmu."
Ammah memeluk diriku lagi dan mencium keningku.Ya Rabb,semoga ini jadi keberkahan untuk hamba,Aamiin.
Aku dan abi berjalan menuju jamaah umrah yg lain dan abi pun membuka pembicaraan.
"Nak...,abi sungguh tak tega melihat ibunda Azhar."
"Memang ada apa dg ibunda Azhar? Ada yg salah?"
"Kau tahu bahwa kini mereka menetap di Madinah?"
"Ya,aku mengetahuinya tapi aku masih bingung,mengapa kini ammah dan
abah Azhar menetap di Madinah? Bukankah semua kerabat mereka berada di
Syria?"
"Ya...,memang keluarga besarnya di Syria,mereka pun terpaksa pindah
kemari meninggalkan rumah mereka,meninggalkan bisnis mereka hanya untuk
mencari ketenangan.Ibunda Azhar selalu murung dan sudah mengindap
depresi ringan karena beliau tak bisa melepaskan kepergian Azhar,putra
semata wayang mereka.Akhirnya,mereka memutuskan untuk meninggalkan
Syria dan menetap di Madinah.Kebetulan,ayah dari Ustadz Alfash adalah
seorang ulama besar yg memiliki pesantren dg jumlah santri yg sangat
banyak di Madinah.Kemudian,ia menikah dg akhwat Syria jadi semua
keluarga besarnya tinggal di Syria namun setelah kakek Azhar
wafat,pesantren itu diamankan kepada putra tertuanya tepatnya paman
Azhar.Jadi,kedua orang tua Azhar memilih untuk menetap di Madinah selain
bisa menenangkan diri keduanya juga memilih untuk menetap di Madinah
selain bisa menenangkan diri,keduanya juga memilih untuk mengabdikan
akhir usianya dipesantren milik keluarganya tersebut.Kau pasti akan
sangat takjub jika melihat kemajuan pesantren tersebut.Salah seorang
teman abi mengirim putranya untuk belajar disitu dan
subhanallah,hasilnya tak mengecewakan,pengetahuan fiqh,dan haditsnya
sungguh luar biasa,hampir tak ada tandingannya di Timur Tengah.Tapi
sayang hanya satu kekurangan yg dimilikinya."
"Kekurangan? Apa itu,abi?"
"Dia sudah menikah dan telah memiliki seorang putri itulah
kekurangannxa jadi abi tak bisa menjodohkan putri shalihah yg abi miliki
dg ikhwan shalih tersebut."
Abi menjawabnya dg tersenyum,aku pun demikian.Sepertinya aku pun
memahami makna dari kata2 yg abi ucapkan tadi,abi menginginkan aku
segera menikah.Permasalahan ini hadir kembali,permasalahan jodoh yg
sangat rumit yg sungguh tak bisa diterka kemana arah dan
tujuannya.Bahkan kali ini aku mulai tak yakin apakah Allah masih
memberiku usia untuk merasakan indahnya sebuah pernikahan atau
tidak,aku hanya minta yg terbaik,ya Rabb.
***
Kumulai menjalani ibadah umrah dg sungguh2 seakan tak rela kubuang
waktu dg percuma selama ditempat suci ini.Umrah adalah ibadah yg
dilakukan dg berihram dari miqat,kemudian thawaf,sa'i dan diakhiri dg
tahallul.Ibadah disini sungguh indah tak terungkapkan lewat kata.
Usai miqat,aku langsung melaksanakan thawaf yaitu mengelilingi
ka'bah,mengelilingi bangunan suci yg diagungkan oleh seluruh umat islam
dari seluruh penjuru negeri.Bangunan yg sungguh kokoh yg dijadikan arah
kiblat seluruh umat Islam.Bangunan berbentuk kubus ini merupakan
bangunan utama dimuka bumi yg digunakan sebagai arah kiblat untuk
menyembah Allah.Ka'bah dibangun berupa bangunan tembok segi 4 yg terbuat
dari batu2 besar yg berasal dari gunung2 disekitar Makkah,hal ini
menjadikan Ka'bah sebagai bangunan yg amat kokoh.Ke 4 sisi Ka'bah
tersebut ditutupi oleh selubung yg dinamakan kiswah dan saat ini kiswah
terbuat dari kain sutra asli yg dilengkapi dg kaligrafi dari benang
emas.Subhanallah,saat aku melaksanakan thawaf mengelilingi Ka'bah
sebanyak 7 kali,air mataku langsung jatuh saat berada didepan
Multazam.Multazam merupakah dinding Ka'bah yg terletak antara Hajar
aswad dan pintu Ka'bah,tempat ini adalah tempat utama untuk
berdoa.Barang siapa yg berdoa di Multazam nircaya Allah akan mengabulkan
setiap permintaan kita.Kumulai mengucapkan doaku pada Allah.
"Ya Rabb...,tolong izinkan aku ridha terhadap takdir hidup yg telah
Engkau gariskan,berilah kekuatan kepada hamba dalam menghadapi ujian yg
ada,sembuhkan sakit hamba ini,ya Rabb dan hamba mohon berilah hamba
kesempatan untuk membahagiakan abi sebelum nyawa ini terlepas dari
jasad,izinkan hamba menikah dg ikhwan yg shalih,ya Rabb."
Sungguh tempat yg sangat indah,disitu kurasakan ketenangan.Hati ini
bagaikan diselimuti dg kain sutra yg langsung dirajut oleh bidadari
surga.
Setelah thawaf,aku pun melaksanakan sa'i sebanyak 7 kali dari bukit
shafa hingga marwa.Saat melakukan sa'i,hati ini teringat pada istri
tercinta Nabi Ibrahim alaihi salam yaitu Siti Hajar dan putranya
Ismail.Siti Hajar berusaha mencari air karena persediaan airnya telah
habis.Di bukit yg gersang dan tandus itu,Siti Hajar berlari dari bukit
shafa hingga bukit marwa sebanyak 7 kali demi mendapatkan air.
Saat kali ke 7 (terakhir),ketika sampai dibukit marwa tiba2 Siti
hajar menuju ke arah suara itu,alangkah terkejutnya bahwa suara itu
ialah suara air yg memancar dari dalam tanah dg sangat derasnya,air itu
adalah zamzam.Air zamzam merupakan air yg memiliki khasiat yg sangat
tinggi bahkan Rasulullah Muhammad pernah berkata bahwa air zamzam
adalah penawar penyakit.Subhanallah,hanya
dg kekuasaan Allah hal ini dapat terjadi.
Dan setelah itu aku dan abi melakukan tahallul.
***
Akhirnya,aku dan abi telah selesai menjalani ibadah umrah semoga kami
bisa kembali lagi ke tanah suci ini,tanah yg penuh dg keberkahan
hingga akhir zaman nanti.Setelah itu kami memutuskan untuk berziarah ke
makam Rasulullah di Madinah.Saat dalam perjalanan menuju Madinah,tiba2
aku merasakan ada yg aneh dalam hatiku.Rabbi...,aku kembali mengingat
bayangan Muhammad Muhsin,bayangan yg telah lama aku lupakan bahkan tak
pernah aku mengingatnya kembali tapi kini saat aku berada di Madinah
aku merasa dekat dg dirinya,apakah ini adalah akhir dari rumitnya
perjalanam hidupku? Apakah aku akan menikah dg Muhammad Muhsin?
"Nak...,mengapa kau termenung? Apa yg sedang kau pikirkan?"
Tiba2 abi mengajakku berbicara.
"Tidak...,aku hanya kagum terhadap Madinah,aku bahagia sekali dapat tiba ditempat mulia ini,abi."
"Ya...,memang.Tak ada satu pun alasan bagi seorang pun yg hidup
dimuka bumi ini untuk tidak mengagumi kota suci ini.Makkah dan Madinah
adalah saksi bisu peradaban Islam.Terlalu banyak kisah yg ditorehkan
diatas bumi Makkah dan Madinah.
***
Tak lama kemudian aku dan abi tiba di Madinah.Subhanallah,Madinah
adalah kota yg sangat maju,terletak digunung dataran
tinggi,dipersimpangan 3 lembah yaitu lembah 'Aqi,lembah Aqiq dan lembah
Himd.Madinah juga kota yg sangat subur karena letaknya yg amat
strategis yaitu diantara gunung2 dibagian barat terdapat Gunung Hadi
dibarat laut terdapat Gunung Sala di bagian selatan terdapat Gunung 'Ir
dan Gunung Uhud.
Madinah adalah kota suci yg menyimpan banyak keistimewaan,ayat2 Al
Qur'an banyak yg diturunkan di Madinah bahkan di Madinah pulalah Al
Qur'an untuk pertama kalinya disatukan dalam bentuk mushaf yg hingga
saat ini dibaca oleh seluruh umat Islam di dunia.
Saat tiba dipusat Kota Madinah,berdirilah bangunan yg sungguh indah
dan kokoh,bangunan itu adalah Masjid Nabawi.Pada mulanya,Masjid Nabawi
adalah masjid yg dibangun oleh Rasulullah Muhammad,dg sangat sederhana
tapi seiring berjalannya waktu,masjid Nabawi kini telah menjelma
menjadi masjid megah yg indah dimana didalamnya mampu menampung ribuan
jamaah.
Di dalam Masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yg terletak
disebelah timur Masjid Nabi.Saat itu,aku dan abi langsung mendekat ke
makam Rasulullah,tak ingin kami melewatkan kesempatan yg langka itu.
"Salam bagimu wahai Rasulullah,salam wahai utusan Allah dan penutup
para Nabi.Salam bagimu,keluargamu,sahabatmu,ahlul bait,para nabi dan
segenap orang2 shalih.Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan
ajaran islam kepada seluruh umat manusia,perjuanganmu tak
tergantikan,cinta dan kasih sayangmu pada umat sungguh tiada
tara.Hingga menjelang ajalmu yg engkau sebut adalah umatmu.Ya
Rasulullah,aku mencintaiku,ingin kami bertemu dg mu disurga abadi."
Rasanya tak ingin beranjak dari tempat mulia itu ingin aku menetap
dihadapan makam Rasulullah selamanya.Hingga tak terasa,air mataku
mengalir begitu deras sekali dan tak kuasa diriku untuk menyibaknya.Ya
Rasulullah,linangan air mataku ini adalah saksi atas cintaku pada
dirimu.
BERSAMBUNG.... (Bag 32 of 36)
Senin, 07 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar