Account

gelembung

cursor

Senin, 07 Oktober 2013

NOVEL SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI (Bag 31 of 36)

[♥] HANGATNYA AURA MAKKAH DAN MADINAH [♥] (Bag 31)

Hari ini tepatnya ahad 3 oktober 2010 aku dan abi berangkat ke tanah suci tempat kelahiram Rasulullah,tempat bersejarah umat islam,tempat bercokolnya peradaban umat islam,tempat dimana ditetapkannya islam sebagai sebenar-benarnya agama.


Semua persiapan telah terpenuhi sepertinya abi telah mempersiapkan dg matang keperluan umrah kami.Kami pun berangkat dari Amsterdam menuju tanah suci.Singkat saja tak menunggu waktu lama,aku dan abi telah berada didalam pesawat.Karena tekanan oksigen dipesawat memang rendah,mengakibatkan kedua mata ini sulit sekali untuk terjaga.

***

Beberapa saat sudah kulalui,akhirnya aku terjaga kembali.Kubuka mataku dan terdengar suara merdu pramugari yg memberikan pengarahan bahwasanya pesawat telah tiba ditujuan.Subhanallah,ketenangan hati telah kurasakan,hangat sekali tubuh ini.Makkah memang memberikan energi positif bagi siapa pun yg berziarah ke tempat ini tak ada sedikit pun rasa takut yg bertahta dihatiku bahkan aku tak ingat lagi bahwa hidupku dikejar kanker otak yg mematikan.Entah apa yg terjadi pada sel2 kanker yg menggerogoti tubuhku tapi rasa sakit ini makin berkurang seiring rasa syukur yg kupanjatkan pada Rabb ku.

Kami berkumpul bersama rombongan jamaah umrah lainnya seraya mempersiapkan hati kami untuk melaksanakan ibadah umrah ini.

"Nida..."

Ah,sepertinya ada yg memanggilku,suara yg rasa2 nya pernah kudengar sebelumnya.Subhanallah...,itu Ustadz Alfash ayahanda Azhar.Ya Rabbi,tak kusangka bisa menjalin silahturahmi kembali bersama keluarga yg hampir saja menjadi mertuaku.

"Assalamu'alaiku,Nida... Apa kabar?"

Ibunda Azhar memeluk diriku dg hangat seakan mengungkapkan kerinduan yg amat mendalam terhadap ku.Abi pun melepaskan kerinduannya dg sahabat lamanya yg tak lain adalah ayahanda dari Azhar.

"Wa'alaikum salam,Ammah.Alhamdulillah aku baik,bagaimana kabar Ammah?" tanyaku pada ibunda Azhar.


"Alhamdulillah Nak,kabar Ammah baik bahkan terasa lebih baik saat Ammah bertemu dg mu.Ammah sangat merindukanmu,ammah kira tak akan lagi dapat berjumpa dg mu tapi ternyata Allah mempertemukan kita ditempat yg penuh kebahagiaan ini,tak ada tempat seindah Makkah dan Madinah.Nak,kau baik2 saja? Sepertinya,kau tampak lebih kurus kali ini? Kau sakit?"

Ya Rabb...,haruskah aku berbohong mengenai keadaanku saat ini tapi apakah aku harus berkata bahwa kanker otak telah menggerogoti tubuhku tak kuasa rasanya diri ini berkata sejujurnya kepada ammah.

"Aku baik2 saja ammah.Banyak hal yg membuat pikiranku sedikit mengganggu hingga tubuhku menjadi tampak lebih kurus dibanding sebelumnya."

"Oh ya? Apa itu,Nak?"

"Terlalu banyak,ammah.Banyak kejadian dalam hidupku tapi bukankah manusia selalu di uji oleh Allah? Hanya itu yg membuat diri ini bertahan,ammah."

"Subhanallah...,kau tetap menjadi wanita shalihah,Nak.Andai saja kau bisa menjadi menantu ammah dan menikah dg Azhar terasa sempurna kehidupan ini bagi ammah dan Abah."

Terngiang lagi ditelingaku.Azhar,ya Azhar... Ikhwan shalih yg pernah kukecewakan dan kini dia telah menghadap Ilahi.Hamba memang tak boleh selalu berandai-andai tapi kadang diri ini menyesal menokak pinangan Azhar tapi ini adalah takdir yg harus kuhadapi dan tak mungkin tuk kuhindari.

"Oh ya Nak,kau akan menjalani ibadah umrah bukan? Jalankan ibadahmu dg sebaik mungkin karena tak semua umat islam dapat berpijak diatas bumi Makkah dan Madinah.

"Insya Allah ammah,mohon doanya.Oh ya apa yg sedang ammah lakukan di Madinah? Apa ammah juga akan menjalani ibadah umrah?"

"Tidak,Nida.Ammah sedang mengantarkan salah satu kerabat ammah yg akan ke kembali ke Syria karena sekarang ammah tinggal di Madinah."

setelah cukup berbincang-bincang dg ammah dan abah Azhar akhirnya aku dan abi pun harus kembali kerombongan jamaah umrah lainnya tapi terdengar ammah memanggilku kembali.

"Ada apa,ammah?"


"Maaf,hampir saja ammah lupa,ini kartu nama ammah disitu tertera alamat ammah di Madinah,jika ibadah umrahmu telah usai kau laksanakan,ammah tunggu kehadiranmu dialamat tersebut,ammah sungguh mengharapkan kehadiranmu,Nak."

Sesegera mungkin aku memberikan kartu nama itu pada abi lalu kartu nama tersebut dimasukkan abi dalam dompetnya.

"Insya allah,aku akan bersilahturahmi ke kediaman ammah."

''Baiklah...,ammah tunggu kehadiranmu."

Ammah memeluk diriku lagi dan mencium keningku.Ya Rabb,semoga ini jadi keberkahan untuk hamba,Aamiin.

Aku dan abi berjalan menuju jamaah umrah yg lain dan abi pun membuka pembicaraan.

"Nak...,abi sungguh tak tega melihat ibunda Azhar."

"Memang ada apa dg ibunda Azhar? Ada yg salah?"

"Kau tahu bahwa kini mereka menetap di Madinah?"

"Ya,aku mengetahuinya tapi aku masih bingung,mengapa kini ammah dan abah Azhar menetap di Madinah? Bukankah semua kerabat mereka berada di Syria?"

"Ya...,memang keluarga besarnya di Syria,mereka pun terpaksa pindah kemari meninggalkan rumah mereka,meninggalkan bisnis mereka hanya untuk mencari ketenangan.Ibunda Azhar selalu murung dan sudah mengindap depresi ringan karena beliau tak bisa melepaskan kepergian Azhar,putra semata wayang mereka.Akhirnya,mereka memutuskan untuk meninggalkan Syria dan menetap di Madinah.Kebetulan,ayah dari Ustadz Alfash adalah seorang ulama besar yg memiliki pesantren dg jumlah santri yg sangat banyak di Madinah.Kemudian,ia menikah dg akhwat Syria jadi semua keluarga besarnya tinggal di Syria namun setelah kakek Azhar wafat,pesantren itu diamankan kepada putra tertuanya tepatnya paman Azhar.Jadi,kedua orang tua Azhar memilih untuk menetap di Madinah selain bisa menenangkan diri keduanya juga memilih untuk menetap di Madinah selain bisa menenangkan diri,keduanya juga memilih untuk mengabdikan akhir usianya dipesantren milik keluarganya tersebut.Kau pasti akan sangat takjub jika melihat kemajuan pesantren tersebut.Salah seorang teman abi mengirim putranya untuk belajar disitu dan subhanallah,hasilnya tak mengecewakan,pengetahuan fiqh,dan haditsnya sungguh luar biasa,hampir tak ada tandingannya di Timur Tengah.Tapi sayang hanya satu kekurangan yg dimilikinya."

"Kekurangan? Apa itu,abi?"

"Dia sudah menikah dan telah memiliki seorang putri itulah kekurangannxa jadi abi tak bisa menjodohkan putri shalihah yg abi miliki dg ikhwan shalih tersebut."

Abi menjawabnya dg tersenyum,aku pun demikian.Sepertinya aku pun memahami makna dari kata2 yg abi ucapkan tadi,abi menginginkan aku segera menikah.Permasalahan ini hadir kembali,permasalahan jodoh yg sangat rumit yg sungguh tak bisa diterka kemana arah dan tujuannya.Bahkan kali ini aku mulai tak yakin apakah Allah masih memberiku usia untuk merasakan indahnya sebuah pernikahan atau tidak,aku hanya minta yg terbaik,ya Rabb.

***

Kumulai menjalani ibadah umrah dg sungguh2 seakan tak rela kubuang waktu dg percuma selama ditempat suci ini.Umrah adalah ibadah yg dilakukan dg berihram dari miqat,kemudian thawaf,sa'i dan diakhiri dg tahallul.Ibadah disini sungguh indah tak terungkapkan lewat kata.

Usai miqat,aku langsung melaksanakan thawaf yaitu mengelilingi ka'bah,mengelilingi bangunan suci yg diagungkan oleh seluruh umat islam dari seluruh penjuru negeri.Bangunan yg sungguh kokoh yg dijadikan arah kiblat seluruh umat Islam.Bangunan berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama dimuka bumi yg digunakan sebagai arah kiblat untuk menyembah Allah.Ka'bah dibangun berupa bangunan tembok segi 4 yg terbuat dari batu2 besar yg berasal dari gunung2 disekitar Makkah,hal ini menjadikan Ka'bah sebagai bangunan yg amat kokoh.Ke 4 sisi Ka'bah tersebut ditutupi oleh selubung yg dinamakan kiswah dan saat ini kiswah terbuat dari kain sutra asli yg dilengkapi dg kaligrafi dari benang emas.Subhanallah,saat aku melaksanakan thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali,air mataku langsung jatuh saat berada didepan Multazam.Multazam merupakah dinding Ka'bah yg terletak antara Hajar aswad dan pintu Ka'bah,tempat ini adalah tempat utama untuk berdoa.Barang siapa yg berdoa di Multazam nircaya Allah akan mengabulkan setiap permintaan kita.Kumulai mengucapkan doaku pada Allah.

"Ya Rabb...,tolong izinkan aku ridha terhadap takdir hidup yg telah Engkau gariskan,berilah kekuatan kepada hamba dalam menghadapi ujian yg ada,sembuhkan sakit hamba ini,ya Rabb dan hamba mohon berilah hamba kesempatan untuk membahagiakan abi sebelum nyawa ini terlepas dari jasad,izinkan hamba menikah dg ikhwan yg shalih,ya Rabb."

Sungguh tempat yg sangat indah,disitu kurasakan ketenangan.Hati ini bagaikan diselimuti dg kain sutra yg langsung dirajut oleh bidadari surga.

Setelah thawaf,aku pun melaksanakan sa'i sebanyak 7 kali dari bukit shafa hingga marwa.Saat melakukan sa'i,hati ini teringat pada istri tercinta Nabi Ibrahim alaihi salam yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail.Siti Hajar berusaha mencari air karena persediaan airnya telah habis.Di bukit yg gersang dan tandus itu,Siti Hajar berlari dari bukit shafa hingga bukit marwa sebanyak 7 kali demi mendapatkan air.


Saat kali ke 7 (terakhir),ketika sampai dibukit marwa tiba2 Siti hajar menuju ke arah suara itu,alangkah terkejutnya bahwa suara itu ialah suara air yg memancar dari dalam tanah dg sangat derasnya,air itu adalah zamzam.Air zamzam merupakan air yg memiliki khasiat yg sangat tinggi bahkan Rasulullah Muhammad pernah berkata bahwa air zamzam adalah penawar penyakit.Subhanallah,hanya
dg kekuasaan Allah hal ini dapat terjadi.
Dan setelah itu aku dan abi melakukan tahallul.

***

Akhirnya,aku dan abi telah selesai menjalani ibadah umrah semoga kami bisa kembali lagi ke tanah suci ini,tanah yg penuh dg keberkahan hingga akhir zaman nanti.Setelah itu kami memutuskan untuk berziarah ke makam Rasulullah di Madinah.Saat dalam perjalanan menuju Madinah,tiba2 aku merasakan ada yg aneh dalam hatiku.Rabbi...,aku kembali mengingat bayangan Muhammad Muhsin,bayangan yg telah lama aku lupakan bahkan tak pernah aku mengingatnya kembali tapi kini saat aku berada di Madinah aku merasa dekat dg dirinya,apakah ini adalah akhir dari rumitnya perjalanam hidupku? Apakah aku akan menikah dg Muhammad Muhsin?

"Nak...,mengapa kau termenung? Apa yg sedang kau pikirkan?"

Tiba2 abi mengajakku berbicara.

"Tidak...,aku hanya kagum terhadap Madinah,aku bahagia sekali dapat tiba ditempat mulia ini,abi."

"Ya...,memang.Tak ada satu pun alasan bagi seorang pun yg hidup dimuka bumi ini untuk tidak mengagumi kota suci ini.Makkah dan Madinah adalah saksi bisu peradaban Islam.Terlalu banyak kisah yg ditorehkan diatas bumi Makkah dan Madinah.

***

Tak lama kemudian aku dan abi tiba di Madinah.Subhanallah,Madinah adalah kota yg sangat maju,terletak digunung dataran tinggi,dipersimpangan 3 lembah yaitu lembah 'Aqi,lembah Aqiq dan lembah Himd.Madinah juga kota yg sangat subur karena letaknya yg amat strategis yaitu diantara gunung2 dibagian barat terdapat Gunung Hadi dibarat laut terdapat Gunung Sala di bagian selatan terdapat Gunung 'Ir dan Gunung Uhud.

Madinah adalah kota suci yg menyimpan banyak keistimewaan,ayat2 Al Qur'an banyak yg diturunkan di Madinah bahkan di Madinah pulalah Al Qur'an untuk pertama kalinya disatukan dalam bentuk mushaf yg hingga saat ini dibaca oleh seluruh umat Islam di dunia.

Saat tiba dipusat Kota Madinah,berdirilah bangunan yg sungguh indah dan kokoh,bangunan itu adalah Masjid Nabawi.Pada mulanya,Masjid Nabawi adalah masjid yg dibangun oleh Rasulullah Muhammad,dg sangat sederhana tapi seiring berjalannya waktu,masjid Nabawi kini telah menjelma menjadi masjid megah yg indah dimana didalamnya mampu menampung ribuan jamaah.

Di dalam Masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yg terletak disebelah timur Masjid Nabi.Saat itu,aku dan abi langsung mendekat ke makam Rasulullah,tak ingin kami melewatkan kesempatan yg langka itu.

"Salam bagimu wahai Rasulullah,salam wahai utusan Allah dan penutup para Nabi.Salam bagimu,keluargamu,sahabatmu,ahlul bait,para nabi dan segenap orang2 shalih.Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan ajaran islam kepada seluruh umat manusia,perjuanganmu tak tergantikan,cinta dan kasih sayangmu pada umat sungguh tiada tara.Hingga menjelang ajalmu yg engkau sebut adalah umatmu.Ya Rasulullah,aku mencintaiku,ingin kami bertemu dg mu disurga abadi."

Rasanya tak ingin beranjak dari tempat mulia itu ingin aku menetap dihadapan makam Rasulullah selamanya.Hingga tak terasa,air mataku mengalir begitu deras sekali dan tak kuasa diriku untuk menyibaknya.Ya Rasulullah,linangan air mataku ini adalah saksi atas cintaku pada dirimu.

BERSAMBUNG.... (Bag 32 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar