Account

gelembung

cursor

Selasa, 08 Oktober 2013

# SUJUD CINTA DI MASJID NABAWI # (Bag 15 of 36)

Karya:Putri Indah Wulandari (Bag 15 )
MISTERI DIBALIK GAGALNYA PEMBERANGKATAN KE KUFAH


Perjalanan dari kediamanku kebandara kurang lebih 30 menit dan sesampainya dibandara ternyata pesawat yg akan kami tumpangi belum tiba,kami pun menunggu kedatangan pesawat tersebut diruang tunggu penumpang tak berapa lama kemudian terdengar sebuah pengumuman bahwa kedatangan pesawat tertunda.Ya Rabbi,aku sempat terhenyak melihat kabar itu,itu sama artinya bahwa semakin lama pula aku akan sampai ke pemakaman ummi.

Detik2 kulalui dg banyak bercerita dg bibi Fatimah,aku banyak menanyakan tentang Aziz kepada bibi Fatimah dan beliau pun menjawab semua pertanyaanku dan aku pikir aku juga harus menanyakan tentang Aisyah lagi kepadanya.

"Bibi...,sejak tadi bibi telah menjawab semua pertanyaan yg aku lontarkan tentang Aziz,boleh aku bertanya beberapa hal lagi?"

"Silahkan,Nida.Bibi akan menjawabnya."

"Bi...,sebenarnya siapa Aisyah itu? Mengapa tatapannya selalu penuh kebencian terhadapku? Aku rasa saat ini adalah waktu yg paling tepat untuk mengetahui semua seluk beluk dari keluarga Aziz sebelum aku menikah dg dirinya.Tolong bi,jangan tolak pertanyaanku kali ini."

Tak berapa lama mata bibi Fatimah terlihat mulai berkaca-kaca beliau memandangku,dan...

"Baiklah,Nida... Bibi rasa kau perlu tahu hal ini.Sebenarnya,Aisyah adalah..."

Kriiing... Kriiing...
HP bibi Fatimah berdering.

"Sebentar ya Nida,bibi harus mengangkat telepon terlebih dahulu..."

Aku merasa kekecewaan untuk yg ke sekian kalinya,aku gagal lagi untuk mendapatkan informasi tentang Aisyah.Ya Allah,tolong tunjukkan kepadaku,kepada siapa lagi aku harus mencari informasi ini?

"Nida... Nida..."

Ada apa ini sepertinya bibi Fatimah sangat tergesa-gesa menghampiriku.

"Ada apa,Bibi?"

"Kita harus kembali sekarang."

"Apa? Lalu bagaimana dg pesawatnya? Mungkin sebentar lagi akan tiba,Bi,kita tunggu dulu saja sebentar."

"Tidak,kita harus kembali sekarang kita tunda keberangkatan kita ke Kufah."

"Iya,tapi ada apa,Bi? Apa yg terjadi sebenarnya?"

"Nanti,bibi ceritakan dijalan."


Sepertinya,langkahku berat sekali untuk meninggalkan bandara.Aku gagal ke Kufah hari ini,aku gagal berziarah ke pemakaman ummi hari ini.

Tak beberapa lama,akhirnya kami mendapatkan taksi untuk kembali ke kediaman.

"Bibi...,sebenarnya ada apa? Mengapa kita batalkan perjalanan kita ke Kufah?"

"Maafkan Bibi,Nida.Tadi paman Ahmad menghubungi bibi,dia berkata Aisyah kecelakaan saat hendak membeli kelengkapan pernikahan kau dan Aziz dan saat ini keadaannya kritis,Aisyah dirawat dirumah sakit."

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Astaghfirullah,baiklah Bi,kita harus menuju kerumah sakit sekarang juga aku khawatir terjadi sesuatu yg tidak kita inginkan."

Ya Allah,wahai Tuhanku yg menguasai hidup dan mati hamba Nya,aku mohon,selamatkanlah nyawa Aisyah,berikanlah usia yg panjang baginya,berikanlah pertolongan yg terbaik untuk dirinya,aamiin.

Kami berlari memasuki rumah sakit,menuju ruangan ICU tempat Aisyah dirawat.Setelah melewati 2 lorong rumah sakit kami melihat abi,paman Ahmad,Aziz dan beberapa saudaraku lainnya.

"Abi,bagaimana keadaan Aisyah?"

"Tenang dulu,Nak.Aisyah telah ditangani."

"Astaghfirullah... Bagaimana sebenarnya kejadiannya,Abi?"

"Saat itu,Abi meminta tolong kepada Naila untuk mengontrol kembali gedung yg akan kita jadikan tempat resepsi pada acara pernikahanmu dan Aziz nanti tapi tiba2 Aisyah datang dia berkata pada abi bahwa biar dia saja yg pergi kesana,dia menyuruh Naila untuk beristirahat karena dia melihat Naila amat kelelahan dan akhirnya abi mengizinkannya lalu abi meminta tolong pada Ahmad untuk menemani Aisyah ketempat itu tapi Aisyah juga menolaknya alasannya adalah karena pernikahanmu tinggal 4 hari lagi jadi semua tugas harus dibagi supaya hasilnya sempurna jadi biarlah paman Ahmad mengurus keperluaan lainnya,begitu tutur Aisyah dan apa boleh buat abi pikir usul Aisyah memang ada benarnya akhirnya dia pun pergi seorang diri namun tak berapa lama kemudian ada seseorang yg memberi kabar bahwa mobil taksi yg mengantar Aisyah kesana mengalami kecelakaan,Aisyah telah dilarikan Ke rumah sakit terdekat,sedangkan sopir taksi meninggal dunia ditempat kejadian."

"Ya Allah,Aisyah... Maafkan aku..."

Tangisku tak sempat tertahankan lagi,Bibi Fatimah,Paman Ahmad,Naila termasuk Aziz semuanya menampakkan wajah kesedihan tapi aneh Aziz yg tampak begitu sedih dari kejauhan kupandangi wajahnya begitu sedih mungkin air matanya juga berlinang karena aku melihat tangannya menyibakkan air mata dipipinya.

Kulihat kembali keadaan Aisyah,matanya masih terpejam dia belum sadarkan diri berbagai peralatan medis melekat ditubuhnya.Ya Allah,kuatkan Aisyah bantu dirinya melewati masa kritisnya.

Tak terasa senja telah tiba,matahari telah bersiap untuk kembali ke peraduannya.Kulihat wajah Bibi Fatimah,Naila,Abi,Aziz dan paman Ahmad sudah mulai kelelahan.

"Abi,Paman Ahmad,bibi Fatimah,Naila,Aziz sebaiknya kalian kembali ke rumah sekarang dan beristirahatlah biar aku yg menjaga Aisyah disini,aku yakin kalian pasti sangat lelah."

"Biar aku menemanimu disini,Kak Nida." ujar Naila.

"Tidak Naila,kau juga pasti mengantuk beristirahatlah dahulu besok pagi kau boleh kembali kesini untuk menemaniku menjaga Aisyah."

"Tapi,kau kan juga butuh istirahat kau juga pasti merasa lelah." ujar bibi Fatimah.

"Tidak,Bibi.Tolong...,jika Bibi menyayangi Aisyah dan percaya kepadaku,izinkan malam ini aku saja yg menjaga Aisyah."

"Baiklah kalau begitu,kami pamit Nida,Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikum salam..."

Aziz menghampiriku sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu kepadaku.

"Nida,tolong jaga Aisyah dg baik,aku percaya kepadamu."

"Insya Allah..."

"Baiklah,aku pamit,Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam..."

Aku tak tahu,mengapa keyakinanku dihati ini begitu kuat bahwa aku ingin menjaga Aisyah,ada kejadian apa dimalam ini,ya Allah? Hingga aku meyakinkan semuanya untuk pulang dan meninggalkanku disini untuk menjaga Aisyah dan sepertinya Aziz begitu khawatir dg keadaan Aisyah.Ya...,mungkin karena Aisyah adalah kerabatnya.

BERSAMBUNG.... (Bag 16 of 36)

0 komentar:

Posting Komentar